logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Bupati Bersih yang Berwibawa

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 21 April 2025
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Batas-Batas Pengobatan

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Oleh:
Basri Amin

 

NEGERI ini sudah sering memilih bupati-bupati hebat. Kiprah mereka sudah banyak kita baca. Kita menyimak dengan takzim (karakter) kerja mereka. Meski demikian, bupati-bupati yang menghina akal sehat, yang merendahkan martabat warganya dan yang menistakan dirinya karena korupsi, penyalahgunaan jabatan dan uang publik, juga sudah banyak dicatat oleh sejarah.

Wibawa pemerintah makin goyah. Di mana-mana, integritas elected leaders makin menyesakkan dada bangsa ini. Uang sudah menjadi sesembahan elite/pejabat kita. Cerita ini terkesan berulang setiap saat, bahkan pusat guncangannya terjadi di Jakarta, Ibukota republik ini. Nah, bagaimaa di tingkat lokal? Bupati dan Wakilnya adalah figur pemerintahan yang rill. Kepada merekalah rakyat banyak berharap. Kepada merekalah rakyat merekahkan perbaikan nasib anak-anaknya.

Apa yang terjadi berulang? Kegairahan kelompok dan warna-warni (afiliasi) politik yang berlebihan atas nama “koalisi” sering berubah menjadi “pasukan” yang melilit kelincahan bergerak di pemerintahan. Begitu juga dengan heroisme kemenangan Pilkada lebih sering berlarut-larut karena masih banyak “sisa cerita/janji” yang tidak tuntas. Tak jarang kita menyaksikan bagaimana sengketa-sengketa uang dan fasilitas jabatan, pengaturan kursi jabatan dan proses seleksi yang distortif masih terus berlanjut sepanjang waktu.

Kita butuh Bupati –dan tentu saja juga Wakilnya—yang punya “energi belajar” secara memadai. Seorang tokoh yang terbuka atas habituasi baru ketika menjalankan pemerintahan dan mewujudkan perbaikan-perbaikan. Dengan itulah ia akan terus tumbuh sebagai pribadi yang aktif menempa potensi dan legitimasi ke-pemimpinan-nya –atau paling tidak sebagai Tokoh masyarakat—yang kelak tetap dirujuk oleh zaman.

Tantangan fundamental daerah-daerah kita adalah (1) performa kebijakan yang efektif dan terkontrol merubah ketimpangan (keadilan) di masyarakat; (2) kekuatan akses dan partisipasi yang melembaga dan berjangka panjang kepada semua golongan untuk menikmati kemajuan (pelatihan/pendampingan, pelebaran pekerjaan, fasilitas, inovasi teknologi, akses pasar, dst); (3) akuntabilitas layanan publik yang memediasi kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat; (4) kepemimpinan birokrasi yang interaktif-memihak dan lincah membuat terobosan; dan (5) adaptasi institusi dan basis data yang mampu menampung kasus-kasus perbaikan dan percepatan kemajuan, sesuai dinamika kewilayahan dan sumberdaya yang tersedia/terbuka dikonversi keberlanjutannya.

Tentu saja, untuk bisa punya legacy, waktu masih akan terus menguji, karena akan sangat tidak cukup kalau sebuah legasi kepemimpinan di level kabupaten hanya diukur oleh deretan gedung-gedung baru, jembatan yang di-cat, sejumlah kerumunan acara dan sambutan, ratusan foto-foto bantuan sosial atau karena semburan jargon-jargon yang ditempel di sudut-sudut jalan dan/atau karena publikasi media yang menggincu “sang-Aku”.

Bupati sewajarnya adalah “pendidik publik” di wilayahnya. Ini mungkin dirasa terlalu ideal, tapi jika seseorang hanya berhenti membesarkan kesadaran (palsu) tentang diri-yang-menjabat-punya kuasa, maka orang itu akan selamanya (hanya) pantas dipanggil sebagai “penguasa-pejabat” dan masih jauh dari derajat sebagai “pemimpin”. Orang seperti itu akan dengan mudah berhianat dan menerima penghianatan, sembari tersedot jiwa-pikirannya menikmati bentuk-bentuk penggerusan sumberdaya publik, termasuk menelikung uang publik dan memanfaatkan sepihak fasilitas negara.

Moralitas (pejabat) kita, setidaknya jika kita cermati dua puluh tahun terakhir ini, sungguh-sungguh menyesakkan dada. Karena itu, berhentilah terlalu banyak “menasehati” orang banyak dan mencitrakan diri melalui bayang-bayang kebesaran jabatan. Berhentikan mem-personal-kan kerja-kerja pembangunan. Marilah sama-sama kita membangun konsen dan etika publik; bersama-sama berbagi tanggung jawab dan mengerjakan tugas-tugas pemajuan daya saing negeri ini, demi masa depan generasi baru. Jangan monopoli! Jangan manipulasi! Jangan menumpuk kapital untuk kemewahan Anda sendiri dan keluarga…Lihatlah, betapa kehinaan di zaman ini karena harta-benda, kuasa yang pongah dan karena ambisi-kemewahan diri.

Kemacetan menemukan terobosan kemajuan di daerah berulang-ulang terhambat karena kekerashatian menerima masukan dan nasehat. Di luar itu, ikatan-ikatan masa lalu, gairah “kemenangan keluarga” dan janji-janji “berbagi” kesempatan material dengan rombongan (kelompok) pendukung berubah menjadi penjerat paling akut untuk bisa melahirkan pejabat-pemimpin-pembaharu. Di antara mereka, belang-belang integritas yang buruk sudah sama-sama tahu. Itulah sebabnya mengapa di antara elite kita mereka setiap saat bisa saling menelikung dan saling “menikam dari belakang”.

Sudah lama beredar ungkapan bahwa, “janji politik setiap saat bisa ditinggalkan. Tak butuh ketaatan!”. Begitulah pula tentang janji kepada publik dan orang per orang! Kata-kata “iya” tak selamanya sebagai “iya” yang sebenarnya –sebuah “iya” yang meng-iya-kan maksud, intensi, dan isi dari apa yang Anda ucap-ungkapkan.

Di arena kuasa dan hipokrisi, “iya” adalah ruang pelarian-bebas yang paling sempurna untuk mengelak perbedaan dan kebenaran. Dengan “iya” seseorang  bisa jadi hanya meng-iya-kan keberadaan dan motif Anda sendiri (sebagai lawan bicara), tetapi samasekali bukan meng-iya-kan dan/atau mem-benar-kan plus menerima-menyetujui maksud dan tujuan Anda dalam suatu pembicaraan.

Bupati yang hebat retorikanya tak akan bermakna apa-apa bagi masa depan sebuah daerah jika dalam perkara sehari-hari (hubungan-hubungan manusiawi dengan peminta-minta di jalan-jalan, observasi ringan tentang sampah-sampah di kotanya, pergaulan dengan pelaku-pelaku usaha, keakraban dengan kelompok cerdik-pandai daerahnya, dst) tidak membuatnya betah-bercakap dan menemukan aspirasi kerja yang segar. Bupati yang sibuk dari acara ke acara hanya akan terterima baik di kalangan media dan hanya akan memanen rasa puas diri di antara kalangan mereka sendiri (birokrasi).

Bagaimana managing-nya ke masa depan? Butuh ruang dan kesempatan lain untuk menjelaskannya. Tapi, dengan modal leadership yang kuat-interaktif-pembelajar yang berintegritas dan berkomitmen tinggi, percepatan dan pemajuan daerah tinggal menuggu waktu.

 

Penulis adalah partner di VoiceofHale-Hepu.
Belajar Leadership di Universitas Birmingham, United Kingdom, U.K.

Tags: basri aminHarian Persepsipersepsispektrum sosialtulisan basri amintulisan persepsi

Related Posts

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Next Post
Kanit PPA Satuan Reskrim Polres Gorontalo Utara, Aipda Eris Novianto,S.H,M.H beserta anggota, saat menyerahkan tersangka IM beserta barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara.

Seorang Ayah di Gorut Tega Cabuli Anak Sambungnya, Sempat Ancam Korban dengan Pisau, Terancam 15 Tahun Penjara

Discussion about this post

Rekomendasi

Pohuwato The Gold of Celebes

Pohuwato The Gold of Celebes

Monday, 27 February 2023
Empat orang tersangka resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, terkait kasus dugaan penganiayaan.

Empat Tersangka Penganiayaan Ditahan, Lokasi Kejadian di Area PETI DAM Pohuwato

Thursday, 23 April 2026
AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Batas-Batas Pengobatan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.