logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Partner Dansa

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 20 December 2024
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

ARSITEK tidak seperti dokter: tidak punya spesialisasi dan sub spesialisasi. Kalau toh ada ARSITEK yang mengkhususkan ke satu sub keahlian, itu atas inisiatifnya sendiri.

Misalnya Adi Utomo Hatmoko ini: ia spesialis arsitek rumah sakit. Tapi tidak ada gelar Ir SpRS bagi orang seperti Adi.

Related Post

Abu Putih

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Kekhususan arsitek Adi pun didapat karena nasib: waktu kuliah S-2 di Georgia Tech, Amerika Serikat, ia dapat dosen pembimbing yang punya spesialisasi merancang bangunan rumah sakit.

Maka pulang ke Indonesia Adi mengkhususkan diri untuk menekuni apa yang dilakukan dosennya.

Ia dirikan perusahaan arsitek: PT Global Rancang Selaras. Direkturnya istrinya sendiri: Wahju Wulandari.

Mereka sama-sama arsitek. Sama-sama alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Memang, di Kampus Biru itulah mereka bertemu. Sang istri masuk UGM tiga angkatan di bawahnya.

Kini pasangan itu punya tiga putri: yang sulung, Kalaksitaning Atisuci, arsitek lulusan UGM.

Anak kedua, Kanugrahaning Atiluhur, arsitek lulusan Universitas Indonesia.

Sedang si bungsu, Tirta Atiwening,  arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung.

Rumah sakit memang bangunan yang sangat tipikal. “Semua bentuk harus mengutamakan fungsi,” ujar Adi. Terutama tata letak: harus sesuai dengan flow proses pengobatan.

Aliran itu biasanya dimulai dari UGD –bagian gawat darurat. Atau penerimaan pasien. Maka bangunan UGD harus terkoneksi dengan alat pemeriksaan yang diperlukan.

Proses selanjutnya saling kait mengait. Sampai di bagian akhir sebuah rumah sakit: di mana kamar mayat harus diletakkan.

Bangunan RS juga harus mengesankan kebersihan yang tinggi. Salah satu ”penggangu” kesan bersih itu adalah halaman parkir. Terlihat ruwet. Terkesan banyak polusi. Keras. Kejam. Tidak sehat.

Maka bangunan RS sebaiknya “menyembunyikan” halaman parkir. Masalahnya adalah lahan. Tidak semua rumah sakit punya lahan yang cukup. Banyak pula yang lokasi parkirnya sangat dipaksakan.

“Saya pun menyesali desain lama saya di awal-awal dulu. Kalau saja lahan parkirnya bisa saya tambah sedikit akan sempurna sekali,” kata Adi. Yakni ketika Adi mendesain RS Charitas di Palembang.

“Setiap kali saya ke sana saya kemukakan penyesalan saya itu,” katanya.

Di umurnya yang 55 tahun Adi terus keliling berbagai kota. Pembagunan rumah sakit kini dilakukan di mana-mana. Ia juga terlibat pembangunan rumah sakit internasional di Sanur, Bali, yang hampir selesai itu.

Di Yogyakarta, Adilah yang menangani RS Kristen Bethesda. Juga beberapa RS lainnya. “Saya juga banyak menangani rumah sakit Muhammadiyah,” katanya.

Kini ia lagi merancang rumah sakit Universitas Kristen Petra Surabaya. Rancangannya sudah selesai. Lihatlah di mana Adi “menyembunyikan” lapangan parkirnya: di balik rumput hijau di bawah bangunan tinggi itu.

“Itu di basement atau setengah basement?” tanya saya.

“Bahkan bukan basement sama sekali,” jawabnya. Lokasi parkir itu di lantai selevel dengan jalan raya. Hanya saja dibuatkan semacam bamper yang terbuat dari perengan rumput dan taman.

Semua RS yang ditangani Adi adalah RS swasta. Ia menjauhi proyek pemerintah –Anda pun bisa menebak mengapa.

“Menurut Anda apa kesalahan utama desain kebanyakan rumah sakit”?

“Flow-nya tidak mengalir,” jawabnya.

Itu terjadi terutama di rumah sakit pemerintah. Penyebabnya adalah sistem anggarannya. Dananya bertahap. Tiap tahap satu bangunan. Akhirnya antar bangunan tidak tersambung seperti flow yang seharusnya. Kacau sekali.

Sudah bertahun-tahun seperti itu. Seperti tidak pernah belajar dari kesalahan. “Kami pun pernah punya kesalahan. Tapi kami terus belajar dan memperbaikinya,” katanya.

Adi sebenarnya ingin fokus di perusahannya saja. Tapi pihak UGM ingin agar Adi tetap jadi dosen di jurusan teknik arsitektur.

Adi pun mengajukan syarat: sepanjang masih boleh dirangkap dengan pekerjaan swastanya.

Adi dosen yang baik. Saat saya wawancara pun ia menjawab pertanyaan saya dengan sangat menarik. Saya merasa seperti jadi mahasiswanya yang penuh minat. Rasanya mahasiswa yang ia ajar akan merasakan apa yang saya rasakan saat wawancara. Dan memang Adi pernah terpilih sebagai dosen terbaik di fakultasnya.

Arsitek spesialis bangunan rumah sakit mulai banyak. Sudah ada sekitar 10 orang. Tentu itu tidak bisa disebut sudah banyak.

Adi tergolong yang awal-awal menaruh minat di situ. Karuan saja langsung besar. Sudah lebih 200 rumah sakit yang lahir dari goresan gambarnya.

Goresan? Ya! Sebagai dosen Adi tetap mewajibkan mahasiswanya untuk mencetak gambar arsitekturnya di atas kertas.

“Agar saya bisa mencoret-coret gambarnya yang di atas kertas,” ujarnya.

“Saya tidak mau hanya mengoreksi gambar mahasiswa lewat komentar lisan. Harus ikut coret-coret. Sampai mereka paham,” katanya.

Saya pengagum karya-karya arsitektur. Saya suka bicara dengan para arsitek. Maka begitu ketemu arsitek yang spesialis seperti Adi rasanya seperti dapat partner dansa yang asyik.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Abu Putih

Abu Putih

Monday, 27 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Next Post
Santri anak-anak Rumah Quran Al Yasiir Gorontalo diperkenalkan beragam satwa yang dilindungi di Rumah Alam Dunggala, Tapa Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Santri RQ Al Yasiir Kenali Allah lebih dekat dengan Tadabbur Alam

E-paper Gorontalo Post 27 Juli 2026

Rekomendasi

Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

Monday, 27 July 2026
Basri Amin

Kota yang Terluka

Monday, 27 July 2026
DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

Monday, 27 July 2026
Perkuat Distribusi B50 di Sulawesi, Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale

Perkuat Distribusi B50 di Sulawesi, Pertamina Operasikan Ship to Ship Kolonodale

Monday, 27 July 2026

Pos Populer

  • Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

    Wujudkan Kebiasaan Sadar Lalu Lintas Usia Dini, BPTD Kelas II Gorontalo Gandeng Guru TK/PAUD

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kota yang Terluka

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • DAW Perkenalkan New Honda Vario Evo 160, Segera Datangi Dealer Honda di Seluruh Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.