logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Meningkatkan Daya Beli Dan Inklusi Keuangan Lewat Kebijakan Mdr QRIS 0%

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 11 December 2024
in Persepsi
0
Abdullah Ulil Albab

Abdullah Ulil Albab

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Abdullah Ulil Albab 
Departemen Regional Bank Indonesia

 

SEJAK beberapa tahun terakhir, digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia telah menjadi pendorong utama dalam transformasi ekonomi digital. Salah satu terobosan terbesarnya adalah hadirnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi dan mendorong inklusi keuangan di berbagai sektor.

Langkah terbaru dari Bank Indonesia (BI) yang mengimplementasikan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0% untuk transaksi hingga Rp500.000 pada merchant Usaha Mikro (UMI), efektif mulai 1 Desember 2024, menjadi langkah strategis guna mendukung daya beli masyarakat menengah bawah dan memperluas akseptasi sistem pembayaran digital di kalangan pelaku usaha kecil.

Related Post

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Dua Dekade Ketidakpartisipasian Pemilih Gorontalo

Daerah “Adat” Gorontalo  

Memperbesar Kelas Menengah, Jalan Baru Gorontalo

Dengan adanya kebijakan MDR QRIS 0%, merchant usaha mikro dapat melakukan transaksi tanpa dikenakan potongan biayat ransaksi. Kebijakan ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan adopsi digital payment di sektor usaha mikro yang selama ini sering kali terbebani oleh biaya transaksi. Pada gilirannya, hal ini tidak hanya akan mempercepat penggunaan QRIS di masyarakat, tetapi juga akan mendorong peningkatan daya beli di kalangan masyarakat menengah kebawah yang notabene menjadi target darikebijakan ini.

Mengapa Kebijakan MDR QRIS 0% Perlu?

Dalam konteks makro ekonomi, kebijakan MDR QRIS 0% ini hadir di tengah berbagai tantangan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi dan ancaman perlambatan ekonomi global. Bagi masyarakat menengah bawah dan pelaku usaha mikro, biaya transaksi sebesar 0,7% yang selama ini dikenakan pada transaksi QRIS terkadang menjadi hambatan untuk sepenuhnya memanfaatkan fasilitas pembayaran digital. Akumulasi dari potongan ini mungkin terlihat kecil pada satu transaksi, namun bagi pelaku usaha mikro dengan margin keuntungan yang ketat, biaya ini bisa sangat terasa dalam jangka panjang.

Selain itu, tantangan utama dalam memperluas akseptasi digitalisasi pembayaran di segmen usaha mikro adalah tingkat literasi dan inklusi keuangan yang masih rendah. Banyak pelaku usaha mikro yang menganggap biaya transaksi sebagai beban tambahan, sehingga memilih metode pembayaran tunai sebagai cara paling aman dan efisien. Namun, dengan adanya kebijakan MDR 0%, kekhawatiran terkait biaya bisa teratasi, dan diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha mikro untuk beralih ke sistem pembayaran digital tanpa terbebani oleh potongan MDR.

Pengaruh KebijakanTerhadap Daya Beli Masyarakat

Penerapan MDR QRIS 0% tidak hanya menguntungkan para pelaku usaha mikro, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap daya beli masyarakat. Dampaknya, harga barang dan jasa di level usaha mikro cenderung bisa lebih stabil karena tidak ada tambahan biaya transaksi yang dibebankan ke konsumen. Masyarakat kelas menengah bawah yang sebagianbesar bertransaksi di usaha mikro juga akan merasakan manfaatnya, karena kebijakan ini mendorong stabilitas harga dan menjaga daya beli mereka tetap terjaga.

Ketika daya beli masyarakat meningkat atau setidaknya terjaga, efek domino yang dihasilkan akan sangat positif bagi perekonomian nasional. Dengan daya beli yang lebih kuat, konsumsi rumah tangga akan meningkat, yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, peningkatan daya beli ini juga dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi yang dihadapi global saat ini, terutama dalam konteks volatilitas harga komoditas dan inflasi.

Mendorong Inklusi Keuangan melalui Digitalisasi

Kebijakan MDR QRIS 0% juga sejalan dengan upaya pemerintah dan BI untu kmendorong inklusi keuangan di Indonesia. Berdasarkan data BI, inklusi keuangan di Indonesia telah menunjukkan peningkatan, namun tantangan besar masih dihadapi di kalangan pelaku usaha mikro. Kebijakan MDR 0% dapat menjadi instrumen yang efektif untuk memperluas akses keuangan bagi kelompok ini, serta mendorong adopsi teknologi digital dalam sistem pembayaran mereka.

Melalui peningkatan transaksi digital, pelaku usaha mikro akan memiliki rekam jejak transaksi yang lebih jelas, yang pada akhirnya dapat digunakansebagai salah satusyaratdalammengaksespembiayaandarilembagakeuangan formal. Rekamjejak ini penting bagi para pelaku usaha mikro yang ingin memperluasusahanya, karena lembaga keuangan akan lebih mudah melakukan asesmen kredit terhadap calon debitur yang memiliki rekam transaksi yang jelas. Dengan demikian, kebijakan MDR QRIS 0% ini bukanhanyasoalefisiensidalamtransaksi, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan akses terhadap sumber pembiayaan.

Tantangan dan Langkah Lanjutan yang Diperlukan

Meski memiliki potensi dampak positif yang besar, penerapan MDR QRIS 0% juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah bagaimana memastikan para pelaku usaha mikro memahami manfaat dari digitalisasi sistem pembayaran. Edukasi dan literasikeuanganperluterusdigalakkan, khususnyabagi para pelakuusahamikro di daerah-daerah terpencil yang masih minim akses terhadap teknologi digital.

BI perlu terus bersinergi dengan berbagaipihak, seperti asosiasi pengusaha, ASPI, dan pemerintah, untuk memastikan informasi mengenai kebijakan ini dapat tersampaikan dengan baik. Selainitu, perlindungan data konsumen juga harus menjadi priorita sutama, mengingat transaksi digital rentan terhadap risiko keamanan. Dengan memperkuat regulasi dan pengawasan, BI dapat memastikan bahwa ekosistem pembayaran digital di Indonesia teta paman dan terpercaya bagi semua pihak yang terlibat.

 

Penulis adalah bekerja pada
Departemen Regional Bank Indonesia

Tags: Abdullah Ulil AlbabHarian PersepsipersepsiTulisan Abdullah Ulil Albabtulisan persepsi

Related Posts

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Friday, 16 October 2026
Dr. Funco Tanipu., ST., M.A

Dua Dekade Ketidakpartisipasian Pemilih Gorontalo

Thursday, 15 October 2026
Basri Amin

Daerah “Adat” Gorontalo  

Monday, 12 October 2026
Ridwan Monoarfa

Memperbesar Kelas Menengah, Jalan Baru Gorontalo

Monday, 12 October 2026
Hadapi Anak Makin Lengket dengan Gadget, Dikbud Gerakkan Sekolah Rawat Budaya

Pendidikan Melampaui Pagar Sekolah

Friday, 9 October 2026
Dr. Arifasno Napu

Monumental Semboyan Gizi ”Svastha Harena” Melalui ”Salam Gizi” dengan Jawaban ”Sehat Melalui Makanan”

Tuesday, 6 October 2026
Next Post
Pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, diamankan oleh aparat Kepolisian dan masih sementara dilakukan pemeriksaan intensif untuk mencari tahu motif pelaku.

Warga Kota Tengah Tewas Dengan Enam Tusukan

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

PETI Botudulanga Merajalela, Kapolres : Mereka Masih Nekat Kita Sikat

PETI Botudulanga Merajalela, Kapolres : Mereka Masih Nekat Kita Sikat

Friday, 16 October 2026
Solar Langka Diduga Mengalir ke Tambang Ilegal

Solar Langka Diduga Mengalir ke Tambang Ilegal

Friday, 16 October 2026
Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Friday, 16 October 2026
Gorontalo KLB Malaria, Tembus 6.299 Kasus, 18 Meninggal

Gorontalo KLB Malaria, Tembus 6.299 Kasus, 18 Meninggal

Friday, 16 October 2026

Pos Populer

  • Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

    Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Besok, Istri Wapres Gibran ke Gorontalo

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Kementrian ESDM Bidik PETI Boalemo di Paguyaman Cs

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Inflasi Gorontalo Meroket Tertinggi Rata-rata Nasional, Mendagri Jewer Pemda!

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.