logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Terima Kasih Presiden, Akbar Sudah Merdeka

Lukman Husain by Lukman Husain
Sunday, 18 August 2024
in Persepsi
0
Anang S. Otoluwa

Anang S. Otoluwa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Anang S.Otoluwa

 

KUNJUNGAN Presiden ke Gorontalo belum lama ini, memberi arti tak ternilai bagi ibu Yeyen. Mimpi untuk memerdekakan anak bungsunya dari belenggu ketulian itu kini menjadi kenyataan. Senin (12/8), menjelang rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaan, Akbar menjalani operasi implan koklea di RS Wahidin Makassar.

Operasi yang dilakukan tim gabungan dokter ahli dari Jakarta (di bawah pimpinan dr. Fikri Rizki Putranto, Sp.T.H.T, B.K.L, sub Sp. N.O.), Makassar, dan Gorontalo itu berlangsung lancar. Koklea yang ditanamkan di rongga telinga Akbar itu sudah di “switch on”. Boleh dibilang kini Akbar sudah mempunyai ‘organ baru’ yang bisa berfungsi untuk mendengar.

Related Post

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Saat operasi berlangsung, saya sempat menemui ibu Yeyen di selasar RS Wahidin. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Wajahnya tak pernah lepas dari senyum. Ucapan terima kasih setiap saat keluar dari bibirnya.
*
Lalu apa hubungannya kunjungan Presiden dengan operasi implan kokleanya Akbar?

Begini ceritanya. Malam itu, ketika Presiden Jokowi berkunjung ke City Mall Gorontalo, ibu Yeyen ikut menyambut. Tapi, tak seperti orang lain yang siap dengan hp untuk berselfi ria dengan Presiden, ibu Yeyen justru siap dengan sebuah amplop ditangan. Dia ingin bertemu Presiden untuk menyerahkan amplop itu.

Tapi niatnya untuk menyerahkan langsung amplop ke tangan Presiden tak kesampaian. Orang terlalu banyak berdesak-desakan. Syukurlah, salah seorang ajudan sempat melihat ibu Yeyen. Secepat kilat, amplop tadi berpindah tangan.

Tak cukup seminggu, amplop itu mendapat tanggapan. Seorang staf Sespri kepresidenan menghubungi saya via WA. Beliau melampirkan file hasil scan isi amplop. Ternyata amplop itu berisi surat kepada Presiden dàn lampiran foto2 KTP. Intinya, ibu Yeyen memohon bantuan implan koklea kepada Presiden.

Yang menarik, surat itu ditulis tangan. Di zaman sekarang, bersurat tulis tangan sudah jarang dilakukan. Tapi ibu Yeyen nekad, apalagi dia tak punya waktu cukup untuk ke rental komputer.

“Sepulang kerja sore, saya mendengar kabar kalau Presiden mau berkunjung ke mall. Jadi, tanpa pikir panjang saya mengambil kertas, lalu mencurahkan isi hati saya”, kata bu Yeyen kepada saya. (Mungkin, justru karena ditulis tangan maka surat itu tambah menyentuh hati Presiden).

Saya lalu meminta seorang staf menemui ibu Yeyen. Betapa gembiranya bu Yeyen saat mengetahui suratnya direspon oleh Presiden. Tak lama kemudian kami pun diminta mempersiapkan operasinya Akbar.

Tim persiapan kemudian terbentuk informal. Presiden dan Kemkes menanggung alatnya (implan koklea), Dinkes Provinsi diminta untuk mengurus biaya transport dan akomodasì ibu Yeyen dan Akbar selama di Makassar. Biaya operasinya, alhamdulillah sudah bisa ditanggung BPJS.

Usai operasi, saya sempat bertemu dr. Eka Savitri, Profesor yang memimpin operasinya Akbar. Sambil menjelaskan perlunya latihan berbicara kepada bu Yeyen, beliau menyampaikan rencana kunjungan Presiden meresmikan sebuah gedung (Unit Ibu dan Anak) di RS Wahidin September mendatang.

Rencananya ibu Yeyen dan Akbar akan diundang sebagai tamu. Mereka akan dipertemuķan dengan Presiden. Tujuannya, agar Presiden ɓìsa melihat langsung bahwa salah satu instruksi dan bantuannya itu sudah dilaksanakan.

Selain itu, juga utk memompa semangat ibu Yeyen agar bersungguh-sugguh melatih Akbar berbicara. Maklum, meski sudah dipasang koklea buatan, Akbar tdk akan bisa berbicara layaknya anak normal jika tidak dilatih.

Nah, ironìsnya, di Gorontalo, terapis wicara itu belum ada. Sementara, latihan seperti ini butuh waktu kurang lebih setahun. Karenanya, selama masa latihan ini, ibu Yeyen disarankan tetap tinggal di Makassar. Dan itu bukan pìlihan yang mudah buat ibu Yeyen mengingat dia bekerja di Gorontalo. Apalagi selama ini dia menghidupi sendiri kedua anaknya yang tuna rungu sejak lahir.
*
Akbar kini sudah merdeka. Dua mìnggu paska operasi dia mulai ɓisa mendengar. Kemudian dia akan memasuki masa habilìtasi. (Bukan rehabilitasi). Dunia sunyi yang dijalaninya selama 3 tahun itu akan dia tinggalkan. Ðia akan memasuki dunia baru anak-anak normal. Dia akan mendengar panggilan sayang dari ibunya. Juga aķan menikmati suara alam yang selama ini tak bisa dia dengarkan.

Di tengah rasa senang bisa ikut mendampingi Àkbar, saya teringat ketika suatu saat bertemu ibu-ibu yang tergabung dalam Forkah (Forum Komunikasi Orang Tua Hebat). Ibu-ibu dari anak penyandang tuna rungu ini minimal enam bulan sekali bertemu. Mereka berkumpul untuk memeriksakan alat bantu dengar anak mereka, baik yang konvensional maupun yang implan.

Untuk itu, mereka harus patungan mendatangkan audiologis dari Surabaya. (Ini juga belum ada ahlinya di Gorontalo). Tak hanya itu, ibu-ibu ini juga berkumpul untuk saling menguatkan. Kesabaran, ketabahan, dan ketelatenan merawat anak dengan disabilitas itu perlu terus ditumbuhkan atau dikuatkan.

Pembaca yang budiman, ternyata di tengah-tengah masyarakat kita, masih banyak Akbar-Aķbar yang lain. Mereķa belum merdeka mendengar. Mereka terus berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Mereka tak mampu menjangkau operasi implan koklea yang biayanya bisa seharga mobil fortuner itu. Mereka butuh perhatian, mereka butuh dukungan, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Presiden.

“Telima katih Pa Plesiden, Akbar uudah meedeka”. Mungkin, inilah kalimat yang Akbar akan ucapkan ketika dia mulai bisa berbicara nanti. Allahu Akbar. (*)

Tags: Anang S OtoluwaOperasi Implan KokleaRS Wahidin Makassar.Terima Kasih PresidenTulisan Anang

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Laut yang Tak Pernah Kita Kenali Sepenuhnya

Friday, 12 June 2026
Iwan Lakoro

Menjaga Napas WTP Pemprov Gorontalo: Dari Kertas Kerja Menuju Kesejahteraan Nyata

Tuesday, 9 June 2026
Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Next Post
Iptu Faisal Ariyoga Anastasius Harianja

Tersangka Penganiayaan di Mootilango Belum Ditahan, Ini Alasan Kasatreskrim

Discussion about this post

Rekomendasi

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026
Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.