logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Wawasan Waktu untuk Bangsa

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 1 July 2024
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin

 

BANGSA hebat itu selalu serius memaknai masa lalunya, bekerja sungguh-sungguh untuk masa kininya dan menempa generasi untuk masa depannya ini. Secara ilmiah, masa lalu negeri ini kali pertama dibahas dalam sebuah Seminar Sedjarah Indonesia adalah pada 14-18 Desember 1957. Ditetapkanlah 14 Desember sebagai Hari Sejarah Indonesia.

Saya merasa, belakangan ini keadaan kita terlalu banyak membahas ‘politik’, tapi dengan arah yang tidak begitu jelas. Kerumunan politik banyak di mana-mana, tetapi gagasan politik masa depan tak jua muncul di permukaan.

Related Post

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Topik kebudayaan dan persoalan-persoalan bagaimana membangun kegairahan untuk mewujudkan basis kemasyarakatan dan sikap-sikap berpengetahuan makin keteteran, sementara ritual-ritual yang mempertontonkan kuasa dan kewenangan mengolah “uang negara” dalam proyek-proyek fisik-kasat mata makin dominan. Apa yang kita baca setiap hari adalah sebuah “etalase kuasa” yang dalam beberapa hal adalah kepalsuan yang dipabrikasi.

Telaah kesejarahan hanya diperlukan ketika hendak “memperingati” sesuatu. Di sisi lain, sejarah makin identik dengan sebuah “cerita besar” oleh orang-orang besar. Sayangnya, kalau kita menengok ke tingkat lokal, barangkali termasuk di Gorontalo, cukup terasa bahwa sejarah kita terasa amat sedikit.

Bukti-bukti sejarah kita bahkan makin ‘sekarat’ (dokumen, artefak fisik, biografi, arsip-arsip, dst). Kita cukup sunyi karya-karya tulis sejarah yang bermutu, dan kalau pun ada beberapa, sangat terasa bagaimana sambutan publik dan kalangan atas, termasuk pemerintah daerah dan kalangan terdidik, relatif terbatas.

Gorontalo hendaknya memberdayakan sejarahnya. Karena tradisi intelektual dan biografi daerah ini tak bisa dipandang sebelah mata. Apa buktinya? Adalah Po-noewa! Po-Noewa adalah majalah yang terbit bulan November 1932 sebanyak 8 (delapan) edisi di Gorontalo. Ini adalah bukti sejarah paling awal dan nyata mengenai “karya intelektual” dan pencapaian literasi Gorontalo yang pernah dihasilkan oleh tangan-tangan terbaik Gorontalo. Atas dasar itulah, Po-Noewa bisa dijadikan sebagai tonggak perubahan penting dalam kesadaran dan gerakan pencerdasan bangsa di Gorontalo menuju masa depan. Dari sinilah inspirasi untuk mengukuhkan tradisi intelektual dan kesadaran peradaban Gorontalo dikukuhkan (kembali) dan dijadikan sumber inspirasi dan momentum untuk melangkah lebih jauh di berbagai arena kehidupan di tingkat nasional dan global.

Gorontalo bahkan bisa membesarkan sejarahnya melalui sebuah “kalender penyadaran” identitas dan literasi yang bisa kita susun selama setahun penuh, terutama dengan menggunakan kebesaran tokoh-tokoh kita yang reputasi nasionalnya terakui. Sebagai usulan, untuk bulan April, kita jadikan bulan ini untuk tema kebangsaan/nasionalisme karena April adalah bulan kelahiran Nani Wartabone (30 April 1907).

Kita kemudian lanjut pada Mei untuk kita gunakan sebagai bulan pembahasan pendidikan adat dan tradisi dengan merujuk bulan kelahiran Prof. S.R. Nur. Selanjutnya, Juni, kita jadikan bulan sains dan teknologi dengan merujuk bulan kelahiran John Ario Katili dan B.J. Habibie (Juni). Tidak terputus di situ, Juli kita lanjutkan menjadi bulan untuk sastra dan kebudayaan karena Juli adalah bulan kelahiran H.B. Jassin; kemudian disambut dengan itu, Agustus akan secara khusus menjadi ‘bulan bahasa Gorontalo’ untuk mengenang Prof. Mansoer Pateda (lahir Agustus).

Bulan depannya, September, adalah bulan kelahiran Tajeb Gobel. Kita jadikan September ini sebagai bulan untuk pembahasan ekonomi dan menggerakkan etos kewirausahaan Gorontalo. Untuk Oktober, kita punya tokoh Hakim Agung yang lahir di bulan ini, Brigjen Piola Isa. Kita jadikan Oktober untuk tema hukum, keadilan dan sekuriti.

Berikutnya, ketika kita masuki November, ini adalah bulan kelahiran Prof. Aloe Saboe. November menjadi bulan untuk tema pembangunan kesehatan masyarakat. Tidak lama setelah itu, Januri, kita sudah harus menjadikan “23 Januari” sebagai momentum refleksi kebangsaan, kegorontaloan dan pengukuhan tentang pluralisme, sekaligus untuk mengenang kebesaran tokoh kita Nani Wartabone.

Merujuk kepada bulan kelahiran para Tokoh (Gorontalo) tersebut dimaksudkan untuk lebih mendekatkan elemen biografi, sejarah dan dimensi pendidikan/pewarisan “etos belajar” dan “keteladanan” yang bersifat lintas generasi di Gorontalo. Dengan demikian maka “identitas” ke-Gorontalo-an tidak terpisah dari dinamika sejarah yang ada, tapi sekaligus memberikan “rasa bangga” kepada generasi sekarang bahwa semangat berprestasi itu sudah lama “tertanam” di Gorontalo –sebagaimana terlihat dari kiprah hidup dan karya-karya tokoh-tokoh kita–. Keteladanan mereka merupakan bagian dari kontribusi peradaban dan kebanggaan nasional. Bagaimana? ***

 

Penulis adalah
Bekerja di Universitas Negeri Gorontalo
Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)
E-mail: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsispektrum sosialTulisan Basritulisan persepsi

Related Posts

Yusran Lapananda

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Tuesday, 8 September 2026
Basri Amin

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Monday, 7 September 2026
Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Sunday, 6 September 2026
Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Friday, 4 September 2026
NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Thursday, 3 September 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Thursday, 3 September 2026
Next Post
Pansus Deprov Gorontalo yang membahas Ranperda pengendalian peredaran minuman beralkohol (Minol) saat berkonsultasi di Kementerian Perdagangan, pekan lalu.

Ranperda Pengendalian Minol, Pansus Minta 'Fatwa' Kemendag

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Yusran Lapananda

Mens Rea dalam Doktrin & Norma

Tuesday, 8 September 2026
Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

Tuesday, 8 September 2026
Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

Kebakaran Semakin Tidak Terkendali, Dua Hari 11 Titik Lahan, Hutan hingga Rumah Warga Hangus

Tuesday, 8 September 2026
86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

Tuesday, 8 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    27 shares
    Share 11 Tweet 7
  • Mens Rea dalam Doktrin & Norma

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Polres Boalemo Salurkan Air Bersih di Tinelo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.