logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Negeri yang Ke(gemuk)an

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 29 January 2024
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Bangsa Baliho di Negeri Sengketa  

Meremehkan Pendidikan Dalam Kepemimpinan dan Matinya Nalar

Oleh:
Basri Amin

 

 

GEJALA ini semakin tampak saat ini. Padahal sejak tahun 1975 mulai terbaca oleh WHO, bahwa perkara kegemukan sudah melanda dunia. Sejak 2016, tercatat lebih 340 juta penduduk dunia (anak-anak dan dewasa) yang ‘menderita’ kegemukan (obesity). Sebagian besar kematian (di dunia) berada di negara-negara yang dilanda masalah kegemukan. Pada tahun 2019, WHO memperkirakan sekitar 38 juta penduduk berusia lima tahun ke bawah (Balita) mengalami masalah kegemukan. Jelas sekali, WHO menggambarkan gejala global ini karena kegemukan adalah indikasi penyakit (tidak sehat karena kelebihan lemak).

Waswas juga tampaknya. FAO menghitung bahwa butuh sekitar Rp. 2,3 triliun setiap tahunnya untuk menangani obesitas. Oleh CNN Indonesia, dengan merujuk Data Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) tahun  2016, disebutkan bahwa  20,7 % penduduk dewasa di Indonesia mengalami obesitas. Data ini lumayan serius meningkat dari angka 15,4% pada tahun 2013. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan beberapa daerah penyumbang angka tersebut, yakni Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Papua Barat dan Kepulauan Riau. Data ini sebaiknya dicermati setiap tahunnya.

Bagaimana di Gorontalo? Ali dan Nuryani (2018) mengompilasi data sebagai berikut: prevalensi obesitas tahun 2013 di Provinsi Gorontalo pada penduduk dewasa (>15 tahun) yaitu Kabupaten Gorontalo 30,9%, Kota Gorontalo 36,7%, Kabupaten Bone Bolango 21,6%, Kabupaten Boalemo 18,6%, Kabupaten Pohuwato 14,7% (Dinkes Provinsi Gorontalo, 2014).

Data seperti ini bisa diperpanjang dari tahun ke tahun dan dari daerah ke daerah. Tidak cukup dengan data obesitas, angka-angka stunting dan cerita-cerita kekurangan gizi pun menarik ditelaah.

Negeri ini memang unik: angka kegemukan terus meningkat, tapi kasus kekurangan gizi juga masih menjadi berita di banyak wilayah. Jika demikian, kita butuh lebih peduli pada tubuh. Kita butuh (politik) kesehatan yang memihak kepada keseimbangan jiwa dan tubuh. Bukankah dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat? Mens sana in corpore sano! Masalahnya, begitu banyak kondisi yang di luar kontrol kita, sebut saja: mutu air, udara sehat, pangan yang aman, sebaran bakteri, virus, dst.

Bangsa kita terkesan lebih percaya kepada pengobatan dari pada membina pola hidup sehat. Tampilan tubuh setiap saat diformat sedemikian rupa agar tampak lebih gagah, bugar, dan cantik padahal tak seluruhnya bisa dikatakan “sehat”. Meski demikian, tak sedikit orang yang obsesif dengan kesehatan. Semua hendak dibeli/dibayar untuk (kelihatan) sehat.

Di ruang-ruang pasar, selain makanan, benda-benda dan layanan yang berurusan dengan tubuh semakin laku diperjual-belikan. Belum lagi soal jasa-jasa yang menyertainya: barbershop, salon-salon kecantikan, SPA, massage, Gyms, dan beragam “bisnis tubuh” lainnya. Tak jarang, klinik-klinik untuk kulit, terapi aura, dan perawatan tubuh lainnya menjadi laku di mana-mana. Jaringannya pun menghiasi lanskap kota-kota kecil dan menengah di negeri ini.

Gejala ini berjalan seiring dengan perkembangan lain: penyembuhan herbal, pengobatan alternatif, klub-klub kebugaran, komunitas senam, dan terapi-terapi “teknologis” lainnya. Di beberapa tempat, pelan-pelan tapi pasti, kini mulai terbentuk kelas-kelas sosial baru hal mana ukuran membership-nya ditentukan oleh brand, harga layanan, style lokasi, profil promosi, dan kekhususan jasa-jasa tambahan.

Kini tubuh menjadi urusan yang makin rumit. Itulah antara lain ciri baru masyarakat manusia di zaman now! Orang banyak gusar dengan kondisi tubuhnya dan hal-hal lain yang berhubungan: kecerahan kulit, guntingan rambut, ukuran tubuh, bau badan, model pakaian, asesori tubuh, dst. Ada “emosi tubuh” yang tak menentu setiap harinya; terus-menerus memicu pencarian kebenaran-kebenaran (baru) di sektor kesehatan. Teknologi mengokohkan janji-janjinya melayani nafsu manusia atas tubuhnya. Inovasi yang mengklaim perlindungan kesehatan dan pemuasan-pemuasan lainnya juga mengalami ke(gemuk)an tersendiri. Jejaring usaha, variasi produk dan testimoni, serta sel-sel pemasaran lintas negara pun terbentuk.

Pengobatan dan makanan, pada kadar tertentu, sedang berhadap-hadapan. Ditengarai sejak awal bahwa pola makan adalah sebab utamanya obesitas. Satu di antara sekian banyak sebabnya adalah perubahan gaya hidup, terutama dalam urusan makan. Nasi terlalu dominan di Asia Tenggara dan masih banyak warga yang miskin kesadaran mengonsumsi sayur-sayuran dan buah bermutu. Belum lagi jenis makanan lain yang kadar garam, gula, minyak, dan komposisi lemaknya tak terkendali.

Dunia semakin heboh dalam urusan tubuh. Laporan internasional dari Organisasi Pangan dan Pertanian, FAO (2018) memberi penegasan serius tentang bahaya obesitas (kegemukan) di Asia Pasifik. Kegemukan bahkan telah menjadi masalah kalangan anak dan remaja. Secara meyakinkan, dengan obesitas yang tak terkendali, resiko penyakit diabetes tipe #2, darah tinggi dan penyakit hati pun meningkat.

Ekonomi yang semakin membaik ternyata melahirkan mental “orang modern”. Waktu lebih banyak dipakai di luar rumah, sibuk dengan jaringan perkawanan, aktif dengan smartphone, dan, -–ini yang amat khas–: bisa makan (fast-food) di mana-mana!. Tradisi kuliner lokal dan nusantara, tak terkecuali menu ala Barat dan Timur pun sudah tersaji bebas. Semua membentuk kelas, gaya, pilihan, dan ruang yang menyebar. Terasa bahwa dengan (gaya) makan dan (pilihan) makanan tertentu, kita lalu eksis dan –-barangkali– merasa lebih impresif.

Kegemukan, di luar pembenaran genetik, adalah penanda lain dari kegairahan berlebihan dalam menempatkan rupa-rupa hal sebagai makanan di dalam tubuh. Di sini, tubuh tidak sekadar “isi perut”, tapi dalam arti keseluruhan organ fisikal kita. Melalui logika keseluruhan (organik) itulah kita memaknai kesehatan dan keberartian tubuh kita di semesta ini, karena ia adalah “karunia yang diperalat” manusia ketika menikmati kebebasannya dan ketika mengerjakan misi hidupnya yang sejati. WHO dan otoritas kesehatan bisa mempersoalkan kegemukan atau kekerdilan setiap saat, tapi tugas negeri kita yang utama adalah mencerdaskan (kehidupan) bangsa.

Negeri yang cerdas mestinya sehat. Tantangannya adalah bagaimana agar prinsip pen-cerdas-an ini menjadi agenda utama di Pemilu 2024.***

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu;
Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminCatatan basri aminpersepsispektrum sosialtulisan persepsi

Related Posts

Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Gerakan Ekonomi Syarikat Islam: Jalan Menuju Kemerdekaan Sejati

Wednesday, 21 October 2026
Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Monday, 19 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Meremehkan Pendidikan Dalam Kepemimpinan dan Matinya Nalar

Monday, 19 October 2026
Basri Amin

Bangsa Baliho di Negeri Sengketa  

Monday, 19 October 2026
In Memoriam Rachmat Gobel dan Jalan Pulang yang Istimewa

100 Hari Mengenang Rachmat Gobel: Politik sebagai Jalan Pengabdian

Sunday, 18 October 2026
Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Menagih Peran Keluarga: Benteng Utama Pencegahan Perkawinan Anak di Gorontalo Utara?

Friday, 16 October 2026
Next Post
Salah satu lahan parkir di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Ahad (28/1/2024)

Dekot Support Pencegahan Kebocoran PAD

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

Wednesday, 21 October 2026
Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

Thursday, 22 October 2026
Mentan Tekan Biaya Pakan Ternak, Jagung Pakan jadi Rp5.500/Kg, 1.124 Ton Jatah Gorontalo

Mentan Tekan Biaya Pakan Ternak, Jagung Pakan jadi Rp5.500/Kg, 1.124 Ton Jatah Gorontalo

Wednesday, 21 October 2026
Gedung PN Suwawa Ludes Terbakar

Gedung PN Suwawa Ludes Terbakar

Thursday, 22 October 2026

Pos Populer

  • Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

    Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Meremehkan Pendidikan Dalam Kepemimpinan dan Matinya Nalar

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Kekerasan di SMAN 1 Gorontalo, 21 Siswa Terlibat, Pelaku Diskorsing, Korban Lapor Polisi

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.