Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Musim kemarau panjang yang melanda Provinsi Gorontalo mulai berdampak pada sektor pertanian. Di Kota Gorontalo, sejumlah lahan persawahan mulai mengering akibat berkurangnya pasokan air. Kondisi tersebut mengancam pertumbuhan tanaman padi yang saat ini memasuki fase penting.
Untuk menyelamatkan tanaman mereka, para petani terpaksa menggunakan mesin pompa air (alkon) guna mengalirkan air dari sumber yang masih tersedia ke areal persawahan. Upaya ini dilakukan agar tanaman padi tidak mengalami kekeringan yang berujung pada gagal panen.
Para petani berharap hujan segera turun dalam beberapa hari ke depan. Mereka juga mengharapkan adanya perhatian pemerintah melalui bantuan penyediaan air atau sarana pendukung irigasi agar lahan pertanian tetap produktif selama musim kemarau.
Salah seorang petani, Kalimbo warga Kelurahan Bulotadaa Timur Kecamatan Sipatana mengatakan, penggunaan pompa air merupakan solusi sementara untuk mengantisipasi tanaman padi mati akibat kekurangan air.
Menurutnya, cara tersebut bukan hal baru karena juga dilakukan pada musim-musim kemarau panjang sebelumnya. Meski demikian, penggunaan pompa air membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit sehingga menjadi beban tambahan bagi para petani.
Terlebih untuk mendapatkan BBM jenis pertalite bersubsidi sangat susah jika antrian menggunakan gallon. “Kami biasanya menggunakan motor untuk bisa mendapatkan pertalite kemudian disalin ke tangki pompa air,”kata Kalimbo. (roy)












Discussion about this post