Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Upaya menekan angka pernikahan usia dini terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kalangan remaja. Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Gorontalo menggelar Pelatihan Konselor Sebaya di Kantor Desa Tualango, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (22/7).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPDM) bertajuk Program Desa Ramah Remaja: Penguatan Edukasi dan Layanan Konseling untuk Menekan Angka Pernikahan Dini di Desa Tualango, Kecamatan Tilango.
Program ini difokuskan pada pemberdayaan remaja melalui peningkatan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pembentukan layanan konseling berbasis masyarakat. Pelatihan diikuti oleh puluhan remaja Desa Tualango yang dipersiapkan menjadi konselor sebaya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan reproduksi remaja, komunikasi efektif, teknik dasar konseling, keterampilan mendengarkan aktif (active listening), etika menjaga kerahasiaan, hingga mekanisme rujukan apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan tenaga profesional.
Ketua Tim Pengabdian, Ni Made Dewi Anggraeni, S.T.Keb., M.Keb., mengatakan pembentukan konselor sebaya merupakan strategi yang dinilai efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan remaja.
“Melalui konselor sebaya, remaja akan lebih mudah memperoleh informasi yang benar, memiliki ruang konsultasi yang nyaman, serta mendapatkan dukungan dalam mengambil keputusan yang sehat terkait pendidikan, kesehatan reproduksi, maupun perencanaan masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan teman sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada orang-orang seusia. Karena itu, keberadaan konselor sebaya diharapkan mampu menjadi jembatan informasi sekaligus pendamping bagi remaja dalam menghadapi berbagai tantangan.
Program tersebut juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, sekolah, tenaga kesehatan, organisasi kepemudaan hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja sekaligus memperkuat literasi kesehatan reproduksi dan keterampilan hidup (life skills).
Selain menjadi wadah edukasi, keberadaan konselor sebaya diharapkan mampu menjadi ujung tombak pencegahan pernikahan usia dini melalui penyampaian informasi yang benar dan pendampingan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.
Melalui program ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo bersama Pemerintah Desa Tualango berkomitmen mewujudkan Desa Ramah Remaja, yakni desa yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk tumbuh sehat, berprestasi, serta mampu merencanakan masa depan tanpa tekanan untuk menikah pada usia dini.
Program tersebut juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat diterapkan di desa-desa lain di Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia remaja. (adv/roy)












Discussion about this post