logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Trance Berdarah

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 17 January 2024
in Disway
0
-

-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

SUDAH lebih dua minggu saya ingin tahu jenis musik ini: psychedelic trance. Lalu saya coba mendengarkan beberapa di antaranya. Tentu yang masuk 10 besar paling top: sayang saya tidak juga mengerti bagaimana cara menikmatinya.

Misalnya lagu Till the Sky Falls Down itu. Yang dianggap lagu paling hebat sepanjang sejarah. Atau lagu Light the Skies. Mungkin hanya para sufi yang bisa terbawa lagu itu sampai ke alam yang berbeda.

Tentu saya pernah menikmati lagu sufi. Hampir sehari penuh. Di makam Maulana Rumi. Di Konya, pedalaman Tukiye. Tapi sangat berbeda dengan psychedelic trance.

Ternyata di Israel banyak juga penggemar psychedelic trance . Memang bukan yang terbanyak. Penggemar psychedelic trance terbanyak adalah di Eropa Barat, Amerika, Australia dan Afrika Selatan.

Related Post

Anak Sembrono

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Tapi festival psychedelic trance di Israel ini begitu hebohnya. Berbuntut begitu panjang: sampai Hamas harus diserbu habis-habisan oleh Israel.

Sampai sekarang perang terhadap Hamas di Gaza itu sudah berlangsung 100 hari. Belum juga ada tanda-tanda akan berakhir. Kabarnya Israel sudah menemukan lokasi di mana tentaranya disembunyikan di Gaza. Tapi tidak mudah membebaskan mereka. Kalau diserbu para tahanan itu akan ikut mati.

Semua itu bermula dari festival musik psychedelic trance di Israel. Festivalnya ikut gaya Brazil. Mulainya tengah malam. Nonstop. Baru akan berakhir pukul 17.00 keesokan harinya. Total 16 jam.

Karena itu mereka yang ingin ikut hadir harus siap ‘menggelandang’ sehari semalam.

Pun festival yang di Israel itu. Yang dilaksanakan tanggal 6 malam Oktober lalu. Yang datang sekitar 4.000 orang. Mereka datang dari berbagai kota di Israel. Juga dari berbagai kota di Eropa.

Banyak penggemar yang membawa tenda. Pun yang dari luar negeri. Mereka membayar setara USD 100.

Sedang pemusiknya datang dari Inggris, Jerman, dan Israel sendiri.

Festival psychedelic trance itu dilaksanakan di luar kota Tel Aviv. Sekitar 1,5 jam ke arah selatan. Di sebuah lahan terbuka luas. Lahan itu dikelilingi oleh pepohonan. Banyak yang menggelar tenda di sela-sela pohon. Meski alam Israel banyak yang berupa padang batu dan pasir tapi ada satu lokasi yang ideal untuk festival psychedelic trance.

Tidak ada yang mengira lokasi itu tidak aman. Memang letaknya hanya sekitar 5 km dari perbatasan Israel-Gaza, tapi selama ini tidak ada masalah keamanan di situ.

Malam itu bertepatan dengan hari Sabat. Hari Sabtu yang bagi orang Yahudi dianggap sebagai hari ibadah. Penggemar psychedelic trance justru mengadakan festival. Sayang acara kurang lancar. Malam itu ada gangguan di pengeras suara. Festival musik itu pun tidak segera dimulai. Mestinya pukul 00.00 sudah dimulai. Tertunda lebih dua jam.

Menjelang pukul 04.00 barulah suara musik elektronik khas psychedelic trance berbunyi. Pengunjung mulai ramai-ramai  menggerakkan badan mengikuti irama musik. Anda sudah tahu: musik psychedelic trance tanpa penyanyi. Lagunya adalah musik itu sendiri.

Para penggemar umumnya meliukkan seluruh badan dengan mata terpejam. Mereka menginternalisasi musik ke dalam jiwa. Menyatu. Melupakan apa pun yang ada di dunia.

Dengarkan sendirilah lagu-lagunya. Cobalah menyatukan jiwa dengan lagu itu. Mungkin Anda bisa terhanyut ke mana-mana.

Maka ketika pukul 05.00 ada suara sirine yang mengudara tidak ada yang curiga. Bahkan ada yang mengira itu bagian dari festival. Pun ketika suara tembakan dan mortir meletus di mana-mana masih juga belum ada yang curiga. Padahal itu adalah serangan mendadak dari pasukan Hamas. Mereka berhasil menerobos perbatasan yang dijaga ketat oleh Israel. Sebagian mengendarai paralayang bermotor.

Jadilah subuh tanggal 7 Oktober lalu itu pesta musik psychedelic trance berubah jadi medan perang. Lebih 1000 orang tewas. Banyak tentara Israel ditangkap. Dibawa ke Gaza. Sampai sekarang belum berhasil dibebaskan.

Maka hari itu tercatat: festival musik paling berdarah dalam sejarah. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayTrance Berdarah

Related Posts

Anak Sembrono

Anak Sembrono

Saturday, 7 November 2026
Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Next Post
Bangunan gedung PTSP dan Rusun Kejaksaan Tinggi Gorontalo diresmikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Purwanto Joko Irianto, Senin (15/01/2024). (Foto: Natha/Gorontalo Post).

Kinerja Pegawai Kejaksaan Dituntut Optimal

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Saturday, 7 November 2026
Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Saturday, 7 November 2026
Penagih Hutang Rampas Kendaraan, Lapor Polisi

Penagih Hutang Rampas Kendaraan, Lapor Polisi

Friday, 6 November 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.