logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Tidak Libur

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 27 December 2023
in Disway
0
-

-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

TIDAK ADA libur Natal di Tiongkok. Kemarin adalah hari kerja biasa. Saya pun ke Jiangmen. Dua jam dari Macao. Jalan darat. Itu di pertengahan antara Macao-Guangzhou.

Saya ke satu pabrik besar di Jiangmen. Di mana-mana terlihat pabrik –pabrik apa saja. Kini sudah banyak pabrik yang dari luar tidak terlihat seperti pabrik. Sudah berupa ”taman berpabrik” atau ”pabrik bertaman”.

Lihatlah foto. Itu halaman depan pabrik yang saya kunjungi. Foto itu saya ambil dari lantai 3. Terlihat halaman yang luas dan indah.

Ada kolam air yang besar di depan –agar hongshui-nya baik. Ada taman yang dibentuk berbukit. Cocok dengan perbukitan yang tampak di kejauhan.

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Yang istimewa, pohon-pohon zaitun itu. Zoom-lah foto itu. Tampak sederet pohon zaitun yang dibonsai. Pohonnya tua tapi daunnya begitu sedikit.

Alangkah mahalnya pohon itu. Hanya jadi pajangan sebuah pabrik. Saya hitung jumlahnya: 12 pohon. Baru sekali ini saya lihat pohon zaitun dibuat bonsai –bonsai yang tinggi.

Asrama pekerjanya pun tidak terlihat seperti barak di masa lalu. Asrama itu sudah berbentuk apartemen pencakar langit. Saya hitung: tiga tower tinggi-tinggi.

Dari pabrik ini saya belajar: ternyata teknologi motor pun berkembang terus. Kini sudah ada as motor yang pakai insolasi.

Insolasinya pun berupa metal dicampur tanah jarang. Bayangkan: tanah jarang untuk insolasi benda yang harus kuat dan berputar tiada henti.

Teknologi as tanah jarang itu tentu sangat baru: baru dua tahun terakhir. Tujuannya: agar as motor tidak mengalirkan panas sampai ke bearing. Dengan demikian bearing-nya lebih awet.

Tidak disangka bahwa tanah jarang mulai dipakai di alat-alat mekanik. Demi efisiensi tinggi.

Saya jadi ingat perusahaan saya: menggunakan begitu banyak motor. Hampir 1000 motor. Besar dan kecil. Berarti sudah kurang efisien. Sudah begitu ketinggalan.

Ada juga hal baru lainnya: motor model baru itu menggunakan pendingin air. Bukan lagi udara. Dengan teknologi pendingin seperti itu maka di setiap samping motor ada panel khusus: mengatur sirkulasi air.

Motor dimasuki air, dikelilingkan di dalam, lalu dikeluarkan untuk didinginkan, dimasukkan lagi.

Anda sudah tahu: musuh utama orang tua adalah kaki. Maka kaki harus dilatih terus lewat sport dance medium impact. Kalau tidak, masa otot kaki terus berkurang. Orang tua pun sulit berdaya.

Musuh utama motor adalah panas. Yakni panas yang diakibatkan oleh putaran cepat motor itu sendiri. Apalagi motornya tidak pernah berhenti berputar. Sepanjang hari. Sepanjang minggu. Sepanjang tahun. Maka pencarian jalan keluar terus dilakukan. Pabrik ini termasuk yang menemukannya.

Jiangmen adalah satu kabupaten. Di sebelah kabupaten Zhongshan.

Tapi Jiangmen sudah menjadi kota besar. Pun kabupaten-kabupaten lain di seluruh provinsi Guangdong: Foshan, Zhongshan, Dongguan, Zhuhai dan sekitarnya.

“Apakah Anda tahu hari ini merupakan hari penting bagi agama Kristen,” tanya saya pada seorang manajer yang mendampingi saya.

“Tahu. Kami di sini biasa saja,” jawabnya.

Taiwan kemarin juga tidak libur.  “Kami di sini juga tidak libur,” ujar sahabat Disway di Jepang Taki Tikada. “Jepang hanya libur untuk tahun baru.

Mulai tanggal 29 Desember sampai 3 Januari,” ujar Suyoto, ketua IJBNet, yang lama bekerja di Jepang. IJBNet adalah lembaga untuk peningkatan dagang Indonesia-Jepang.

Hanya Korea Selatan negara di Asia Timur yang libur. “Sudah sejak tahun 1945 setiap Natal jadi hari libur,” ujar Gina, sahabat Disway di Seoul.

Setelah Magrib saya kembali ke Macao. Saya minta dilewatkan Zhongshan: ingin tahu perkembangan kota itu.

Di perbatasan Tiongkok-Macao kini ada dua lokasi pasporan.  Kali ini saya lewat Hengqin. Bukan lagi di Gongbei. Sudah beberapa kali ”menyeberang” lewat Gongbei. Baru kali ini lewat Hengqin.

Sama saja. Hanya lebih sepi. Masih baru.

Di lokasi ini pun jarak daratan Tiongkok dengan pulau Macau hanya segelundungan batu. Hanya sejauh parit yang bisa bisa diloncati Shun Go Kong.

Parit itu pun sudah tidak kelihatan. Di atasnya sudah dibangun gedung imigrasi. Pintu barat gedung itu di daratan Tiongkok. Pintu timurnya di Macao.

”Meja” imigrasinya hanya satu: dibagi dua. Meja Tiongkok dengan petugas imigrasi Tiongkok dan meja Macao dengan petugas imigrasi Macao.

Dua petugas itu dibatasi penyekat kaca. Penyekat membuka otomatis kalau urusan di imigrasi meja sebelah sudah beres.

Simpel. Dua negara di satu negara. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayharian disway

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha bersama jajaran pejabat teras Pemerintah Kota Gorontalo tengah melakukan silaturahmi dengan umat kristiani yang dikemas dalam sebuah kegiatan safari Natal, Senin (25/12/2023). (Foto: Prokopim)

Di Safari Natal, Walikota Tegaskan Tak Ada Mayoritas dan Minoritas

Discussion about this post

Rekomendasi

Ridwan Monoarfa

Berpikir Strategis di Tengah Dunia yang Bergejolak: Refleksi Pembangunan Gorontalo

Saturday, 13 June 2026
Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

Friday, 12 June 2026
Hendri Cahyo Dwi Safitri

Kebangkitan Ekonomi Gorontalo

Friday, 12 June 2026
Ramadhipa akan bersaing dalam ketatnya balapan di Circuito do Estoril, Portugal, akhir pekan ini pada 12-14 Juni 2026. (foto: dok/ahm)

Pebalap Binaan Astra Honda, Siap Melesat Kencang di Estoril

Friday, 12 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Harga Pertamax Naik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.