logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Pelangi Kesepian

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 12 June 2023
in Disway
0
Pelangi Kesepian
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh : 
Dahlan Iskan

KETIKA Zulfani di tahanan polisi, ayahnya naik motor ke kota Manggar di ujung timur pulau Belitong. Dua kali. “Saya  menemui orang yang melaporkan anak saya ke polisi,” ujar Hermanto, ayah Zulfani.

Hermanto ingin Zulfani, bintang utama film Laskar Pelangi, bisa dilepaskan dari tahanan.

Related Post

Yossi Cohen

Tulung Agung

Bertahan Menyerang

Cari Muka

Alamat si pelapor ia dapat dari anaknya sendiri. Yakni ketika Hermanto menjenguk sang anak di tahanan polisi di ujung timur pulau Belitong.

Hermanto tidak tahu dari mana Zul mendapat nama dan alamat si pelapor. Apakah dari polisi? Dari berkas pengaduan? Bisa iya. Bisa tidak. Yang jelas Zul tidak mengenal si pelapor.

Bisa saja polisi ikut berharap si pelapor mencabut laporannya. Agar tidak berkepanjangan. Polisi tidak boleh minta pelapor mencabutnya. Hanya terlapor atau keluarganya yang bisa mengupayakan itu.

Berdasar nama dan alamat itulah sang ayah pergi ke Manggar. Naik sepeda motor. Membelah pulau Belitong. Dari rumahnya di ujung barat ke Manggar di ujung timur. Harapannya satu: orang itu mau mencabut laporan.

“Orangnya masih muda. Lebih muda dari Zul,” ujar Hermanto. Ia sudah bekerja. Di meja goyang –istilah untuk pengayak tanah yang mengandung bijih timah.

Kedatangan Hermanto yang pertama disambut dingin. Sang ayah tidak berhasil mengusahakan pencabutan pengaduan. Pulang. Lalu datang lagi kali kedua. Sudah lebih diterima. Tapi tetap tidak mau mencabut laporan.

“Apakah masih akan ke sana lagi?” tanya saya.

“Tidak. Sudah tidak ada harapan,” katanya.

Saya ke rumah Hermanto bersama wartawati Yusnani dari tabloid Belitong Bertuah. Wartawan Belitong Ekspres membantu mencarikan alamatnya.

Rumah itu agak di pinggir kota Tanjung Pandan. Melewati jalan raya depan kejaksaan. Belok kiri. Masuk ke jalan kecil. Lalu masuk gang tanah berpasir. Masuk lagi ke anak gang yang lebih sempit. Lewat jalan setapak.

Ada tiga rumah berjauhan di ujung jalan setapak itu. Jalan buntu. Sepi. Sunyi. Tidak ada orang. Satu sepeda motor bebek terlihat  terparkir sendirian di bawah pohon manggis.

Salah satu dari tiga rumah itulah rumah ayah Zulfani. Ternyata ada orang di dalam rumah itu: sang ayah. Bersama ibunda Zulfani. Lalu ada anak perempuan kecil: itulah anak Zulfani dengan istri pertama. “Saya yang minta agar cucu saya ini tinggal di sini. Agar bisa sekolah lebih baik dibanding ikut ibunyi di desa,” ujar Hermanto.

Hermanto asli Minang, dengan sedikit darah Bugis. Ia lahir di Pesisir Selatan Sumatera Barat. Satu daerah dengan Indra Sjafri, pelatih nasional sepak bola yang baru saja menjadi juara SEA Games. Beda kecamatan.

Tamat SMP, Hermanto merantau ke Curup di pedalaman Bengkulu. Tiga bulan di Curup ia pindah rantau ke Palembang. Jualan rokok eceran. Lalu jualan baju dan sepatu.

Dari Palembang, Hermanto ke Tanjung Pandan di Belitong. Ada restoran Padang baru dibuka. Itulah restoran Padang pertama di Tanjung Pandan. Ia jadi pelayan di rumah makan itu.

Setelah kawin dengan gadis asli Belitong, Hermanto jualan baju dan kain. Cukup menghasilkan. Berkembang. Bisa sesekali mengajak istri ke Sumbar.

Ia pun bisa beli tanah yang ia tempati sekarang. Bisa membangun rumah di situ. Lalu beli tanah kebun 1 hektare yang lokasinya hanya sepelemparan batu dari rumahnya.

Dua tahun sebelum Covid usahanya redup. “Kalah dengan online,” katanya. Padahal usahanya itu cukup maju. Ia sering ke Jakarta kulakan baju. Dinaikkan kapal ke Belitong. Ia sendiri naik pesawat.

Ketika usaha kain dan baju itu berhenti, utangnya ke bank belum lunas. Ia terus mencicil dengan usaha lain. “Semoga empat bulan lagi lunas,” katanya.

Usaha lain yang ia maksud adalah ternak lele. Juga ikan hias. Ia memelihara lele di kolam yang asalnya seperti bekas galian timah. Cekungannya agak dalam.  Lokasi kolam itu di tengah rerimbunan pohon-pohon liar.

Saya minta langsung diajak ke kolam lele. Lewat halaman tetangga. Jalan setapak. Di sela-sela ilalang. Juga melewati  beberapa pohon manggis liar, cempedak alamiah, durian kampung dan pohon-pohon pisang yang kurus.

Ada 30.000 ekor lele yang sebenarnya sedang dibesarkan di cekungan kolam itu. Beberapa kolam lainnya kini kosong. Demikian juga kolam ikan hiasnya: seperti barang telantar. “Sejak ada masalah anak saya itu, lele saya kurang terurus,” katanya. “Memelihara lele itu harus seperti merawat bayi. Ini sudah lebih sebulan tidak terawat,” katanya.

Pun kebunnya. Sudah kembali penuh ilalang. Padahal awalnya sudah dibersihkan untuk ditanami pisang.

Di kebun itu, di dekat kolam lele, saya bertanya banyak hal soal Zulfani. Juga soal istri pertama Zul yang dikawini ketika Zul masih mahasiswa. Itu pacar Zul sejak SMP, bahkan SD.

Ketika Covid melanda dan Zul tidak punya pekerjaan lagi mereka bercerai. Punya anak satu. Tidak ikut ibu dan tidak ikut ayah. Dia ikut Harmanto di rumah kebun itu.

Bahwa belakangan Zul kawin lagi untuk kali ketiga, Hermanto tidak tahu. Tidak diberi tahu. Akhirnya ia mendengar: baru nikah siri. Baru sebulan lalu.

Istri ketiga itulah yang kini juga ditahan dengan tuduhan menipu hidung belang (Lihat Disway kemarin).

Saya pun pamit. Harus segera ke bandara. Hermanto terus minta agar saya mau mampir dulu masuk rumah. Saya ikuti permintaannya. Dari kolam lele lewat samping rumah. Banyak bak semen yang kosong. Bak-bak itu aslinya untuk memelihara ikan hias. Untuk dijual.

Ini tipe rumah kampung zaman belakangan. Dibangun sekitar 20 tahun lalu. Ruang tamunya hanya cukup untuk satu set sofa lama yang berimpitan. Saya bersalaman dengan istrinya. Lalu bermain toast dengan anak perempuan 6 tahun itu.

Di dinding sebelah tempat saya duduk banyak foto digantung. Itulah foto-foto Zul saat diwisuda sebagai sarjana sinematografi IKJ Jakarta. Terlihat Hermanto dan istri ikut menghadiri wisuda itu.

Di dinding di seberang saya, terpasang poster film Laskar Pelangi yang sudah dipigura. Sudah mulai dimakan zaman. Zul berada paling depan di deretan bintang film di poster itu. Saya ajak Hermanto berfoto di depannya.

Sepulang dari Jakarta Zul tinggal di rumah itu. Ia belum punya rumah sendiri. Belum punya mobil. Ia punya sepeda motor bebek warna merah. Berarti ada dua sepeda motor di rumah itu.

Selama tidak ada pekerjaan Zul ikut mencangkul di kebun. “Membantu ayah,” ujar Zul ketika dilarang ayahnya ikut mencangkul. Zul, katanya, juga sempat jadi pembantu tukang batu. Termasuk jadi tukang cat.

Zul telah lama membuat bangga seluruh orang Belitong. Kini ia sendirian di dalam kamar tahanan. Ayahnya juga sendirian berjuang untuk salah satu dari empat anaknya itu.

Zul lagi bertransformasi dari keramaian ke kesepian. (Dis)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDahlanisDIDiswayDisway GorontalogorontalogorontalopostPelangi Kesepian

Related Posts

Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026

Cari Muka

Tuesday, 14 April 2026
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Drum Mesiu

Drum Mesiu

Saturday, 11 April 2026
Next Post
Komite 12 Delapan Puluh Tahun Lalu

Bahasa “Warung Kopi” dan Basa-Basi Demokrasi

Discussion about this post

Rekomendasi

Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Profesi-Profesi Hebat

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.