logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Zaytun Robin

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Wednesday, 17 May 2023
in Disway
0
Zaytun Robin
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

AKHIRNYA saya bisa berbicara dengan Robin Simanullang. Ia adalah orang Kristen yang ikut salat Idul Fitri di pesantren Al -Zaytun Lebaran yang lalu. Robin berada di saf paling depan, hanya duduk di kursi. Ia tidak ikut salat seperti jamaah lainnya, tapi Robin duduk khusyuk berdoa sesuai dengan agamanya.

“Saya sudah ikut salat Idul Fitri sejak tahun 2002 atau 2003. Setiap tahun. Sudah seperti wajib,” katanya.

Robin mengaku suka mendengarkan khotbahnya. Sangat sejuk. Ia, katanya, selalu kangen mendengar khotbah yang dibawakan oleh pimpinan Al-Zaytun Syekh Panji Gumilang.

Perkenalannya dengan Al Zaytun justru ketika ia tahu pesantren itu begitu banyak diserang di kalangan Islam. Sebagai wartawan ia ingin tahu ada apa di Al-Zaytun. Lalu pergi ke Indramayu. Ke Haurgeulis. Ke pesantren itu.

Related Post

Yossi Cohen

Tulung Agung

Bertahan Menyerang

Cari Muka

Robin kaget. Begitu besar Al-Zaytun. Begitu modern. Tertata. Lalu ia menemui Syekh Panji. “Mau keliling dulu baru wawancara, atau wawancara dulu baru keliling,” ujar Robin mengutip kata-kata Syekh ketika itu. “Saya pilih keliling dulu,” jawabnya.

Saat keliling pesantren itu Robin melihat brosur Al-Zaytun. Di situ disebutkan mata pelajaran apa saja yang diajarkan. Salah satunya: Pancasila. Robin kaget. Di zaman itu sudah ada pesantren yang punya mata pelajaran Pancasila.

Setelah wawancara Robin berkesimpulan bahwa pesantren ini tidak seperti yang diisukan: sebagai jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Belakangan Robin justru mendengar penegasan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), kala itu, Jenderal Hendropriyono bahwa semua isu  itu tidak benar.

Rupanya pernah ada seorang unsur pimpinan di situ yang keluar atau dikeluarkan. Ia yang awalnya membuat isu NII tersebut. Bahkan belakangan ada usaha untuk mengambil alih Al-Zaytun yang asetnya begitu besar.

Robin tahu banyak soal itu tapi saya belum berhasil menghubungi orang dimaksud.

Hubungan Robin dengan Al-Zaytun lebih dalam lagi. Tahun 2004 ia diberi tahu Syekh Panji: beberapa pihak ingin bekerja sama untuk menerbitkan majalah Al-Zaytun. Ada yang mengajukan proposal dana Rp 10 miliar. Ada juga yang sampai Rp 20 miliar. Lalu, Robin, sebagai wartawan merasa mampu menerbitkannya. Dengan biaya yang lebih murah. Bahkan tidak perlu biaya. Yang penting majalahnya disebarkan oleh Zaytun. Sebanyak 20.000 eksemplar. Harus laku semua.

Itu tidak sulit bagi Al-Zaytun. Maka jadilah Robin yang menangani penerbitan itu. Tiap dua minggu sekali. Pernah juga seminggu sekali. Selama bertahun-tahun. Belakangan sebulan sekali.

Lalu datanglah Covid-19. Penerbitan pun terhambat. Padahal sudah sampai edisi ke-100.

Robin sendiri jatuh sakit: kanker usus. Penerbitan terhenti.

Kini Robin sudah sehat kembali. Kankernya sudah hilang. Bersih. Ususnya dipotong sampai 13 cm. Ia menjalani operasi kanker usus di RS Siloam dekat Semanggi, Jakarta. Tahun 2018. Setelah melewati proses penyembuhan berikutnya Robin bisa kembali ke Al-Zaytun setiap Lebaran.

Sewaktu Covid, Lebaran di Al-Zaytun berubah. Salatnya berjarak sangat lapang. Semua jamaahnya duduk di kursi. Di sebelah kursi ada sajadah. Semua gerakan salat dilakukan sambil duduk di kursi. Barulah pada gerakan sujud mereka pindah ke atas sajadah: bersujud di sajadah. Setelah sujud selesai jamaah kembali duduk di kursi. Lalu ke sajadah lagi saat akan sujud lagi.

Robin juga seorang penulis. Ia banyak menulis biografi tokoh. Termasuk tokoh Al-Zaytun, Syekh Panji Gumilang.

Setelah sekian banyak ke pesantren itu, ia berkesimpulan Al-Zaytun adalah pesantren rahmatan lil alamin.

Ia sendiri lantas menyebut dirinya sebagai wartawan rahmatan lil alamin. Ia penganut jurnalisme salt & torches. Garam dan obor. Yakni jurnalisme yang diberi rasa dan bisa menerangi lingkungan pembacanya. Bukan jurnalisme madu dan racun.

Untuk bisa menjadi jurnalis yang memberi terang lingkungan Robin punya prinsip: sebelum melakukan kegiatan jurnalistik pikiran harus dikosongkan dulu. Lalu mengumpulkan fakta, wawancara dan menulis. Lalu memberi garam. Barulah bisa menghasilkan karya jurnalistik yang punya rasa dan menerangi pembaca.

Ayah Robin seorang guru dan pendeta Kristen. Kakeknya lebih lagi: pernah menyalin Alkitab Perjanjian Baru dengan tangan. Lengkap. Seluruh isi Al Kitab. Belum ada mesin ketik atau percetakan di Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumut, di zaman kakeknya.

Sejak di SMAN 2 Medan Robin sudah suka menulis. Tulisannya sudah dimuat di koran. Ia lulus fakultas ilmu pendidikan dan ilmu sosial IKIP Medan. Jadi guru. Pegawai negeri. Di SMAN 3 Pematang Siantar.

Tapi jiwa bebas Robin tidak bisa diikat. Ia pun berhenti jadi pegawai negeri: sepenuhnya menjadi wartawan. Di harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Medan. Anda sudah tahu: di Medan ada tiga koran besar waktu itu. Masing-masing punya pembaca fanatik yang khas: Harian Analisa (pembacanya Tionghoa), Harian Waspada (Melayu), SIB (Batak/Kristen).

Robin lantas mendirikan majalah Horas Indonesia. Juga majalah Garda. Robin juga seorang penulis puisi dan novel.

Ketika media memasuki zaman internet, Robin mendirikan TokohIndonesia.com. Ia jadi pemimpin redaksinya. Ia akan kembangkan itu menjadi ensiklopedia tokoh Indonesia.

Nama lengkapnya: Christian Robinson Binsar Halomoan Simanullang. Ia satu tahun lebih muda dari saya.

Ia mengutip kata-kata mantan Kepala BIN Jendral Hendropriyono untuk menanggapi banyaknya sorotan ke Al-Zaytun: yang menyebarkan isu Zaytun NII itulah yang sebenarnya terkait dengan NII. Itu yang membuat begitu saja kok repot. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswaygorontalogorontalopostgorontaloupdateZaytun Robin

Related Posts

Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026

Cari Muka

Tuesday, 14 April 2026
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Drum Mesiu

Drum Mesiu

Saturday, 11 April 2026
Next Post

Sekjen Nasdem Diborgol Kejagung, Jadi Tersangka Korupsi BTS Kominfo, Langsung Ditahan

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Profesi-Profesi Hebat

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.