logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Untuk Apa Berlapar-Lapar Puasa?

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 3 April 2023
in Headline, Persepsi
0
Untuk Apa Berlapar-Lapar Puasa?

Dr,Anang Otoluwa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Anang S. Otoluwa

Ada anak bertanya pada bapaknya: “Untuk berlapar-lapar puasa?” Pertanyaan yang terkenal lewat lagu Bimbo ini bukan mewakili pertanyaan anak-anak saja. Ini berlaku pula bagi kita semua. Terutama ketika menghadapi puasa seperti ini. Meski sesuatu yang sifatnya berupa perintah Tuhan, tapi mempertanyakannya bukan berarti meragukan. Ini bukan merupakan gugatan, tetapi agar perintah itu menjadi sesuatu yang terjangkau oleh akal budi manusia. Ziauddin Sardar dalam buku “Rakayasa Peradaban Islam” berteori, bila ajaran agama hanya diterima begitu saja (taken for granted) maka ajaran itu terancam kehilangan elan vitalnya.

Secara sederhana, puasa dapat diartikan sebagai menahan diri. Menahan diri dari apa? Menahan diri dari makan, minum, seks, merokok, serta berkata-kata tidak senonoh. Kalau kita perhatikan dalam-dalam, aktivitas di atas adalah aktivitas yang paling disukai oleh manusia. Sangat sulit bagi kita untuk meninggalkannya. Siapa yang bisa tahan tidak makan/minum seharian di luar bulan puasa? Sepertinya tidak ada. Demikian halnya seks. Bagaimana dengan merokok? Apalagi. Ini adalah aktivitas yang membuat jutaan manusia kecanduan dan lupa akan mudharatnya. Bagaimana terkait berkata-kata tidak senonoh? Bukankah ini yang lebih sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari ketimbang kata-kata terpuji?

Untuk membuktikan betapa hebatnya dorongan nafsu di atas, pernah dilakukan percobaan pada binatang. Pusat lapar, atau bagian otak yang mengatur rangsangan lapar pada tikus dirusak. Kemudian diamatiapakah tikus tadi benar-benar kehilangkan nafsu makannya. Bagaimana hasilnya? Setelah dirusakkan, tikus tadi kehilangannafsu makannya sebentar saja. Tapi tidak lama kemudian, nafsu itu timbul lagi. Mungkin ini disebabkan oleh karena dorongan untuk mempertahankan kehidupannya. Manusia maupun hewan, memang terbukti tak bisa hidup tanpa makan.

Related Post

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Garuda Indonesia – Lion Grup Batal Terbang, Penerbangan Gorontalo Ikut Terdampak

Pasokan BBM di Gorontalo Normal, Pertamina Gandang Aparat Awasi SPBU

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Percobaan lain mungkin sudah sering Anda dengar. Seekor anjing jantan dikebiri untuk menjinakkan nafsu seksnya yang dianggap berlebihan. Apakah kemudian anjing tadi benar-benar kehilangan libido seksualnya? Ternyata juga tidak. Anjing itu tetap tak tahan ketika melihat anjing betina seksi yang berlarian didekatnya. Terbukti lagibahwa menahan nafsu seks bukanlah perkara gampang.

Bagaimana dengan upaya berhenti merokok? Kalau yang ini tak usah ditanya. Entah bercanda atau tidak, seorang pria beristri mengatakan kepada saya, lebih baik baginya kematian pasangan hidup daripada kematian rokoknya. Berlebihan? Mungkin ya. Tapi bagi saya ini adalah bukti bahwa merokok itu sangat sulit ditinggalkan.

Karena itu, Sigmund Freud, bapak psikoanalisis itu menggolongkan dorongan di atas sebagai naluri dasar (basic instinct) manusia. Ini berada di alam bawah sadar manusia. Dorongan ini selalu meminta pemenuhan segera. Hanya manusia dengan kesadaran tinggiyang bisa mengendalikannya. Tapi manusia mana yang tetap terjaga keimanannya? Bukannya manusia itu justru tempatnya khilaf dan salah?

Dalam konteks inilah puasa sangat terasa manfaatnya. Puasa adalah instrumen Tuhan untuk menyadarkan ummatnya bahwa manusia pada dasarnya bisa mengendalikan nafsunya, termasuk nafsu-nafsu besar tadi. Tuhan, dengan segala kuasa-Nya sebenarnya dapat mematikan nafsu-nafsu manusia ini sebagaimana yang terjadi pada malaikat. Tapi karena sayang-Nya kepada manusia, nafsu itu sengaja dibiarkan. Tuhan memberikan manusia pilihan bebas untuk bertindak mengatasi nafsunya. Ini adalah karunia kepada manusia, yang menjadikan kehidupan ini menjadi senantiasa dinamis.

Dengan puasa, Tuhan meyakinkan  kita bahwa manusia mampu mengatasi nafsu makan, seks, merokok, dan berkata-kata tidak pantas. Pada hari-hari biasa, hal ini sulit dilakukan. Tapi dengan berpuasakita bisa melakukannya sebulan penuh. Ini adalah sebuahpengalaman puncak. Pengalaman yang memberikan semangat kepada jiwa manusia untuk siap menghadapi tantangan hidup berikutnya.

Dalam bukunya “Mazhab Ketiga”, Abraham Maslow mengemukakan: kualitas manusia itu bisa diukur dari upaya dia memenuhi kebutuhan hidupnya. Makan, minum,  seks, tergolong paling bawah dalam hirarki kebutuhan manusia. Bila kita masih mementingkan kebutuhan dasar tersebut, maka level kemanusiaan kita masih berada di tingkat bawah. Puncak hirarki itu adalah aktualisasi diri. Untuk mencapianya,memang tak sedikit rintangan ataupun hambatan yang selalu menggoda. Rintangan ini dapat berupa godaan dari kebutuhan pada hirarki di bawahnya.

Di zaman sekarang, kebutuhan makan telah menjelma menjadi uang, seks berubah wujud menjadi wanita penggoda, rasa ingin dihargai melembaga dalam bentuk kekuasaan. Anda bisa buktikan betapa nafsu itu secara canggih menyesuaikan diri  dengan tuntutan zaman.

Maka, alangkah beruntungnya kita yang berpuasa. Berpuasa menjadikan kita percaya diri untuk meninggalkan kebutuhan dasar dan beranjak mencapai derajat manusia tertinggi. Aktualisasi diri, mungkin setara dengan amal kebaikan. Konsistensi melaksanakan perintah Tuhan, dan kemantapan hati meninggalkan segala larangannya adalah bukti ketaqwaan. Inilah yang menjadi puncak tujuan hidup kita. Tetap tegar di jalan yang lurus adalah perjelmaan ketaqwaan yang menjamin kita bisa selamat mencapai tujuan hidup ini. Ketaqwaan adalah buah dari puasa, sebagaimana selalu diingatkan oleh para Ustaz. Ini pula yang dimaksud Bimbo lewat syair lagunya:”Untuk Apa Berlapar-Lapar Puasa”. (*)

Penulis adalah Kadis Kesehatan Provinsi Gorontalo

 

 

Tags: Anang S Otoluwacatatanramadandikesprovinsigorontalogorontalopostkadiskes provinsi gorontalopuasa

Related Posts

Garuda Indonesia – Lion Grup Batal Terbang, Penerbangan Gorontalo Ikut Terdampak

Garuda Indonesia – Lion Grup Batal Terbang, Penerbangan Gorontalo Ikut Terdampak

Monday, 7 September 2026
Pasokan BBM di Gorontalo Normal, Pertamina Gandang Aparat Awasi SPBU

Pasokan BBM di Gorontalo Normal, Pertamina Gandang Aparat Awasi SPBU

Monday, 7 September 2026
Basri Amin

Duduk “Enak” di Pemerintahan

Monday, 7 September 2026
Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Sunday, 6 September 2026
Rayakan HUT ke-6, ASTON Gorontalo Tebar Promo hingga Diskon 12 Persen

Rayakan HUT ke-6, ASTON Gorontalo Tebar Promo hingga Diskon 12 Persen

Saturday, 5 September 2026
Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Friday, 4 September 2026
Next Post
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Ricardo/JPNN.com

Masyarakat Desak Parpol dan DPR Dibubarkan, Mahfud MD : Itu Adalah Pilihan yang Sangat Jelek

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

Sunday, 6 September 2026
Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Pertamina: STNK Bukan Syarat Beli BBM Subsidi

Pertamina: STNK Bukan Syarat Beli BBM Subsidi

Monday, 7 September 2026
APEL. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat menyampaikan assesment Lurah se Kecamatan Limboto, pada apel kerja perdana

Bagikan Booth UMKM, Bupati Sofyan: Jangan Ganggu Fungsi Trotoar

Monday, 7 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    26 shares
    Share 10 Tweet 7
  • Refleksi Menuju 60 Tahun Kohati: Menata Jalan Menuju Indonesia Digdaya

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Rayakan HUT ke-6, ASTON Gorontalo Tebar Promo hingga Diskon 12 Persen

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.