gorontalopost.co.id – GP – Efek penutupan bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak para jadwal penerbangan di Gorontalo. Sejumlah maskapai yang melayani rute Gorontalo – Jakarta, dan sebaliknya membatalkan jadwal penerbangan, kemarin. Misalnya, maskapai Lion Grup, yakni penerbangan Batik Air dari Jakarta dengan nomor penerbangan ID 6242 Jakarta – Gorontalo dibatalkan, begitu pun sebeliknya penerbangan ID 6243 Gorontalo – Jakarta turut dibatalkan. Sama halnya dengan Lion Air penerbangan Jakarta – Gorontalo via Makassar, dan sebaliknya Gorontalo – Jakarta via Makassar juga ikut dibatalkan.
Tak hanya Lion Grup, maskapai Garuda Indonesia bahkan membatalkan seluruh jadwal penerbanganya dari dan menuju Jakarta. Semua penerbangan Garuda rute Jakarta dibatalkan hingga Senin (7/9) pukul 12.00 WIB siang ini. “Seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung yang terjadwal hingga 7 September 2026 pukul 12.00 WIB dibatalkan,” bunyi keterangan yang dibagikan di akun Instagram Garuda Indonesia, Ahad (6/9).
Adapun operasional penerbangan yang terdampak ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta; Bandara Husein Sastranegara, Bandung; dan Bandara Radin Inten ll, Lampung. Maskapai Garuda mengatakan penerbangan yang terjadwal setelah pukul 12.00 WIB besok akan dilayani jika bandara sudah beroperasi kembali. Jadwal Penutupan Sementara Bandara Imbas Abu Anak Krakatau, Soetta Pukul 21.30 wib. “Penerbangan yang terjadwal setelah pukul 12.00 WIB esok hari (hari ini,red) akan dilayani kembali secara bertahap setelah masing-masing bandara dinyatakan dapat beroperasi,” tuturnya.
Pelaksanaan penerbangan itu akan mengacu perkembangan situasi yang ada. Para penumpang diminta berkala melakukan pengecekan sebelum berangkat ke bandara. “Pelaksanaannya tetap mengacu pada perkembangan situasi, arahan otoritas, dan pemenuhan seluruh persyaratan keselamatan,” bunyi keterangan maskapai Garuda Indonesia.
Sementara itu, PT Lion Group mencatat 251 penerbangan dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) dibatalkan. Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pembatalan penerbangan pada Ahad 6 September 2026, dilakukan berdasarkan pemberitahuan dan perkembangan kondisi wilayah udara dari otoritas penerbangan. Erupsi gunung api menghasilkan abu vulkanik yang terbawa angin dan menyebar ke wilayah udara dilalui pesawat.
Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi memengaruhi kinerja mesin serta komponen pesawat. Sebaran abu vulkanik berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta aktivitas gunung api. Karena itu, penerbangan yang semula dijadwalkan dapat dibatalkan jika kondisi wilayah udara di rute tidak aman. “Keputusan pembatalan mempertimbangkan kondisi jalur penerbangan, wilayah udara yang akan dilalui, serta informasi keselamatan dari otoritas penerbangan, bukan hanya kondisi di bandar udara,” ujar Danang ketika dikonfirmasi, Ahad (6/9).
Danang menyampaikan pembatalan penerbangan dapat memengaruhi rencana perjalanan pelanggan. Pembatalan ini dampak kondisi force majeure akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, di luar kendali maskapai dan terkait keselamatan penerbangan. “Bagi pelanggan yang terdampak, Lion Group telah menyampaikan informasi serta memberikan pilihan reschedule atau refund sesuai ketentuan,” ujarnya. Ian menegaskan Lion Group terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pihak terkait. Mereka juga memantau perkembangan aktivitas Anak Gunung Krakatau dan kondisi wilayah udara terdampak. (tro/jp/jpnn)













Discussion about this post