Gorontalopost.id – Daerah Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang kaya akan wisata pantai, salah satunya yakni objek wisata Pantai Pohon Cinta. Objek wisata itu pun saat ini makin menarik untuk dikunjungi.
Objek wisata yang terletak di wilayah barat Gorontalo, tepatnya di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, saat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan, apalagi saat liburan akhir pekan. Bukan hanya wisatawan local Pohuwato saja yang datang ke lokasi wisata ini, akan tetapi dari kabupaten lain, dan bahkan dari provinsi lainnya.
Pantauan Gorontalo Post, objek wisata Pohon Cinta saat ini menjadi tempat favorit bagi masyarakat, untuk menghabiskan waktu. Ada banyak hal yang dapat dilakukan di objek wisata ini, selain untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat apik, para wisatawan pula dapat menikmati angin sepoi-sepoi serta sejumlah hidangan laut yang masih segar.
Objek wisata ini pula memiliki pemandangan yang memukau, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Ketika berada di sini, pengunjung akan disuguhi hamparan laut yang tenang dan hampir tidak berombak, sehingga menjadi lokasi yang cocok untuk menenangkan pikiran.
“Tempat wisata ini merupakan lokasi terbaik yang bisa digunakan untuk melihat sunset di sore hari. Apalagi ada tempat jualan, sehingga suasana sore bisa dinikmati dengan baik,” kata Irfan, yang merupakan salah satu wisatawan asal Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
Tak hanya persoalan pemandangan, keamanan di pantai ini juga sangat ketat, sehingga tidak perlu takut untuk datang dan berkunjung ke objek wisata. Akses memasuki objek wisata ini pula sangat mudah, dan harga tiket masuk sangat murah yakni dengan tarif Rp 2 ribu per jam untuk setiap kenderaan.
“Ketika berkunjung ke Gorontalo, maka bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke tempat ini. Jangan lupa untuk membawa kamera, karena akan sangat bermanfaat untuk memotret panorama indah. Masyarakat pun bisa berfoto dengan latar belakang lautan yang cantik, tentu ini merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan,” kata Suryadin Lasimpala, salah seorang wisatawan lainnya. (Mg-01/kif)











Discussion about this post