logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Buya Perhatian

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 28 May 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

”Tidak boleh lama sakit, Bung Dahlan, semoga cepat pulih, amin. Maarif.”

WA beliau itu masih saya simpan sampai sekarang. Itulah doa Buya Syafii Maarif ketika saya kena Covid-19 Januari tahun lalu.

Ternyata itu WA kedua terakhir beliau. Beliau meninggal dunia Jumat pagi kemarin. Mantan Ketum Muhammadiyah itu sudah disepakati sebagai guru bangsa. Toleran. Sejuk. Mengayomi. Akomodatif.

Orang itu memang berbeda. Pun ketika sama-sama Islam. Sama-sama Muhammadiyah. Bahkan sama-sama orang Minang. Buya Maarif, yang meninggal di Yogyakarta akibat sakit jantung, memang istimewa.

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

Itu ternyata WA beliau kedua sebelum terakhir. Setelah itu, beliau masih kirim WA sekali lagi. Yakni, ketika saya menulis tentang D-dimer saya yang terlalu tinggi –setelah kena Covid.

”Bung DI yg baik, saya baru baca ’Penantian D-dimer’ sambil merinding, maklumlah sudah 85 tahun. Aduh, ya Allah, berilah Bung Dahlan ini kesembuhan, bgs ini msh sangat memerlukannya, amin. Maarif.”

Semua WA beliau saya balas dengan tawaduk. Saya sangat menghormati beliau. Waktu saya menjadi sesuatu dulu, saya menghadap beliau. Kebetulan beliau di Jakarta. Tinggal di sebuah apartemen yang sederhana –untuk ukuran tokoh sekelas beliau.

Yang saya belum pernah adalah: ke rumah beliau di Yogyakarta. Di daerah Gamping, Sleman. Padahal, rumah itu terkenal sekali. Siapa pun pernah ke rumah itu. Yang Muhammadiyah. Yang NU. Yang Kristen. Yang Konghucu.

Dan para tamu itu selalu diajak Buya makan tongseng. Yakni, di sebuah warung tongseng yang jadi langganan Buya.

Sejak tidak jadi apa-apa lagi, saya sebenarnya kehilangan nomor HP beliau. Juga, tidak pernah kontak lagi. Saya sangat sibuk dengan urusan yang Anda sudah tahu itu.

Sampailah tahun 2020. Ketika Covid melanda kita. Tak disangka saya menerima WA dari beliau. Rupanya beliau masih menyimpan nomor saya.

Kelihatannya beliau baru saja membaca Disway dengan judul Milenial Nakal. Beliau WA saya untuk minta nomor telepon Al Ghozi yang jadi tema tulisan itu. Beliau ingin menyarankan agar Ghozi bisa dimanfaatkan BNPB. Yakni, lembaga yang menangani Covid, yang waktu itu dipimpin Jenderal Dony Monardo.

”Sudah, Buya. Ghozi sudah tidur di kamar sebelah saya,” ujar Monardo suatu saat. Respons Jenderal Monardo itu di-forward ke saya.

Lalu, beliau WA saya lagi. Rupanya baru saja membaca Disway tentang dr Andani yang dari Padang itu. Yang menemukan cara meningkatkan kapasitas lab pemeriksaan Covid sampai empat kali lipat.

Buya sangat perhatian dengan anak-anak muda berprestasi seperti itu. Inilah WA beliau tentang dokter Andani:

”Baru sy ikuti dg air mata wawancara Bung Dahlan dg Dr Andani. Matur nuwun sanget. Apkh Jend. Monardo sdh kontak dg manusia hebat dari Unand ini? Mhn juga sy diberi WA-nya. Maarif.”

Tidak lama setelah itu, saya dengar dokter Andani sudah menjadi orang BNPB pusat. Pergi ke mana-mana. Ke seluruh Indonesia. Sampai ia sendiri terkena Covid. Kadang ia bersama Monardo dan bersama Al Ghozi. Termasuk ke Surabaya. Ikut merancang peningkatan kapasitas lab milik Pemkot Surabaya.

Perhatian Buya pada penanganan Covid memang luar biasa. Beliau bahkan kirim surat ke Presiden Jokowi. Yang isinya tersiar luas di medsos. Yakni, soal kematian para dokter yang menangani Covid-19.

”Negara bisa oleng,” tulis beliau ke Presiden Jokowi.

Saya pun menghubungi dua orang kemarin. Yang tahu banyak tentang Prof Dr Syafii Maarif. Yang lulusan IKIP Yogyakarta, Ohio University, dan Universitas Chicago, Amerika Serikat.

Dua orang itu: Budi S. Tanuwibowo dan dokter Jagaddhito Probokusumo.

Pak Budi adalah ketua Konghucu Indonesia. Bung Jagaddhito adalah calon spesialis jantung dan pembuluh darah, yang kini lagi menjalani residen di RS Sardjito Yogyakarta. Ia putra mantan rektor ITS, seorang ahli teknik sipil, Prof Dr Ir Priyo Suprobo.

Tulisan dokter Universitas Airlangga itu bisa dibaca di bagian lain Disway hari ini. Betapa Buya memberikan perhatian besar kepada anak muda.

Sedang Budi pertama mengenal Buya saat sama-sama ke Filipina. Yakni, ketika menghadiri dialog antar-iman di sana.

”Setiap makan pagi, saya satu meja dengan beliau. Waktu itu, sekitar 20 tahun lalu, makan saya banyak. Itu membawa kesan mendalam buat beliau,” katanya. ”Setiap kali bertemu lagi, beliau selalu mengingat selera makan saya itu,” tambahnya.

Suatu ketika, ujar Budi, Buya ke kelenteng. Minta dijelaskan apa itu popwe. Yakni, kocokan potongan bambu yang diberi nomor itu. Beliau pun mencobanya.

Lalu, giliran Budi ke forum Muhammadiyah. Waktu itu Buya lagi bicara dengan sekelompok warga Muhammadiyah. ”Melihat saya datang, beliau minta saya duduk di meja itu. Pembicaraan sebetulnya bersifat intern, tapi beliau mempersilakan saya ikut  mendengar,” ujar Budi. ”Kan Pak Budi orang kita sendiri. Tidak apa-apa,” ujar Buya seperti ditirukan Budi.

Terakhir Budi diundang lagi ke Yogyakarta. Ketua umum Muhammadiyah-nya sudah Pak Haedar. ”Saat makan siang, kami berdiskusi banyak hal mengenai Islam dan Konghucu. Kami sama-sama meyakini bahwa kalau ada keadilan tak akan ada persoalan yang mengganggu persatuan. Kalau ada keadilan, takkan ada persoalan kemiskinan,” ujar Budi.

Lain hari Budi menemui Buya. Tujuannya: minta Buya bersedia diangkat menjadi anggota kehormatan Konghucu. ”Tanpa pikir panjang, beliau langsung setuju,” ujar Budi.

Terakhir Budi menemui Buya menjelang Covid lalu. Ia berharap agar Buya mau menjadi pembicara dialog Islam-Konghucu. Beliau bersedia, tapi tidak mungkin lagi. Buya sudah tidak bisa lagi pergi jauh.

Sebenarnya masih ada yang ingin ditunjukkan Budi ke Buya: kini pola makan Budi sudah berubah drastis. Berat badannya sudah turun banyak. “Tinggal” 103 kilogram.

”Mudah-mudahan di surga sana beliau masih bisa melihat perubahan makan saya,” ujar Budi yang dulu bersama saya mengurus organisasi barongsai Indonesia.

Buya, saya mohon maaf. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
Madrid Lebih Diunggulkan

Madrid Lebih Diunggulkan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • 11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.