logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Menteri Sandi Uno & Kopi Gorontalo  

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 9 November 2021
in Persepsi
0
Negeri yang Ke(gemuk)an   

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Spanyol, Bola, dan Islam

Oleh
Basri Amin

Entah sengaja atau tidak, “Kopi Gorontalo” sempat disebut Menteri Sandiaga Uno ketika hadir di acara “keluarga besar’-nya menjelang siang di Gorontalo, Ahad 7 November 2021. Saya hadir karena diundang oleh Dokter Syam Biya. Yang saya tangkap, Kopi Pinogu sangat dinikmati dan diapresiasi oleh Menteri Sandi –-yang tak berubah hangatnya dalam berbicara dan betul-betul enjoy dan antusias di tengah-tengah keluarga-nya (Uno-Monoarfa-Katili, dst) di Gorontalo.

Pak Sandi, mungkin Anda tak baca catatan bebas ini. Tapi, perkenankan saya sedikit membagi pembacaan saya tentang Kopi Gorontalo. Sejak Gorontalo menjadi provinsi otonom, Kopi Gorontalo tidak pernah hilang dalam sistem pendataan pertanian/perkebunan daerah ini. Di Bone Bolango, tercatat 471 hektar lahan perkebunan kopi tahun 2003, demikian juga di Kabupaten Gorontalo di tahun yang sama masih mencatatkan lahan Kopinya 638,6 hektar. Hingga tahun 2020, lahan kopi di Bone Bolango relatif tidak berubah banyak (474 hektar), kendati mengalami penurunan dari luasan lahan tahun 2015 –ketika itu dicatatkan lahan perkebunan kopi Bone Bolango 708 hektar. Yang agak “aneh”, data perkebunan Kopi di Bone Bolango pernah mengalami penurunan drastis tahun 2006 karena hanya tercatat 113,9 hektar. Pasti di tahun itu ada sesuatu yang terjadi di sana.

Dua daerah ini, Bone Bolango -–dengan Kopi Pinogu-nya— dan Kabupaten Gorontalo –dengan Kopi Dulamayo-nya— telah beroleh perhatian publik beberapa tahun terakhir ini. Cukup banyak momen daerah yang membawa “Kopi” sebagai brand (komoditas) dan sugesti (ekonomi) baru yang dipandang relevan bagi daerah ini. Padahal, dari sisi lahan perkebunan Kopi yang dikelola oleh rakyat, juga tercatat baik di Gorontalo Utara. Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melaporkan bahwa Gorontalo Utara mempunyai lahan seluas 385 hektar untuk Kopi pada tahun 2007. Angka lahan ini tidak banyak bergeser sampai tahun 2020, yakni 366 hektar.

Dari sisi jumlah produksinya, Kopi Gorontalo Utara “mengalahkan” Kabupaten (induk) Gorontalo. Daerah ini menghasilkan 287 ton sementara Kabupaten Gorontalo hanya mampu mencapai 112,7 ton tahun 2007. Yang ajaib, produksi Kopi Bone Bolango tampaknya tidak mengalami perbaikan berarti, hanya mencapai angka produksi 37,62 ton tahun 2017. Sementara di tahun yang sama, Gorontalo Utara mencatatkan produksi kopinya 63 ton. Hal serupa terjadi dengan Kopi di Kabupaten Gorontalo yang hanya mencapai 65 ton produksinya tahun 2017.

Pemerintah Provinsi Gorontalo memang sejak tahun 2001 sudah menegaskan keberadaan 4 (empat) jenis tanaman tahunan yang menjadi andalah daerah ini, yaitu: Kelapa, Cengkeh, Kakao dan Kopi. Sementara Tebu tetap signifikan sebagai “tanaman semusim”. Di sektor ini, komoditas andalan Gorontalo tentu saja adalah Kelapa, dengan angka (proyeksi) produksi tahun 2001 sebanyak 52.109 ton, sementara Kakao menempati posisi kedua, 1.254 ton. Adapun Kopi, tercatat 491 ton dan Cengkeh 240 ton di tahun yang sama. Jika demikian, mari kita lanjutkan pelacakan kita tentang progresifitas produksi Kopi daerah ini sejak menjadi daerah otonom.

Kopi Gorontalo mencapai “produksi puncak”nya pada tahun 2014, ketika mencapai produksi 954 ton, tak jauh berbeda pada dua tahun intensif 2009-2010 dengan produksi 929 ton. Kendati demikian, angka produksi 800-an ton Kopi pertahun sudah dicapai Gorontalo pada periode 2005-2014 (mencapai level 900-an ton). Uniknya, justru di tengah-tengah gencarnya “promosi Kopi Gorontalo” ke mana-mana, yakni sejak tahun tahun 2015, justru angka-angka produksi Kopi Gorontalo tidak menampakkan pencapaian yang memadai.

Sejak tahun 2015, produksi Kopi Gorontalo sebenarnya telah “jatuh” di titik yang aneh, dengan tingkat produksi 182 ton pada tahun 2016 dan terus menurun sampai tahun 2019, yakni 160 ton. Angka terbaru, dari upaya saya membaca data BPS Gorontalo, angka produksi Kopi Gorontalo tahun 2019 adalah 131,26 ton dan menurun lagi di angka 112 ton tahun 2020 (total produksi dari Bone Bolango, Gorut dan Kab. Gorontalo). Jika melihat lebih rinci, gejala ini semakin tampak tanda-tanda penurunannya sejak tahun 2017 dan 2018 dari total produksi Kopi Gorontalo (termasuk di dalamnya produksi Kopi yang berasal dari Pohuwato). Kendati agak membaik di tahun 2017 dengan capaian 200,62 ton tapi pelan-pelan melemah di tahun berikutnya, ketika Kopi Gorontalo hanya berada di angka 164,50 ton tahun 2018. Di sini, Pohuwato mencatatkan produksi Kopi-nya di angka terkecil, hanya 7 ton tahun 2017 dan makin menurun pada 2018 (hanya 4,60 ton).

Pada Spektrum sebelumnya (13/9/21), Kopi Gorontalo sudah diringkaskan masa lalunya. Di sini, saya coba ulangi lagi agar lebih jelas lagi, bahwa jejak Kopi Gorontalo cukup jelas di masa lalu. Kopi Gorontalo di pertengahan abad ke-19 memang memberi tanda tentang perluasan budidayanya, terutama di wilayah Gorontalo, Bone dan Limboto. Melalui catatan Riedel (1870) misalnya, kita bisa tahu bahwa telah terdapat sejumlah kebun Kopi yang teratur dan yang “tersiar” –tersebar di wilayah-wilayah utama di perbukitan Gorontalo. Pada tahun 1867, tercatat jelas jumlah pohon Kopi di Gorontalo sebanyak 216.925 pohon (yang berbuah waktu itu 80.742 pohon). Di Limboto, pohon Kopi sebanyak 155.151 pohon (40.820 berbuah). Di wilayah Bone, tercatat 56.172 pohon (28.213 berbuah). Bandingkan dengan jumlah pohon Kopi di Minahasa pada periode 1844-1877, sebanyak 4.632.659 pohon (Ulaen, 1995: 40).

Dalam tulisan Riedel (1870) juga dicatatkan perdagangan komoditi yang aktif di masa itu: kakao, karet, teripang, lilin, beras, kuda, kain/katun, kapas, pala, tembakau dan milu (perkebunan tahun 1867). Semua ini didinamisir oleh kapal-kapal niaga di masa itu yang beroperasi di Gorontalo, terdiri dari 3 buah kapal Eropa dan kapal-kapal pribumi berjumlah 104 buah kapal. Keterangan ini menegaskan bahwa Pelabuhan (di) wilayah Gorontalo merupakan simpul penting dari kekuatan ekonomi Gorontalo sekian abad, pun di masa datang.

Kopi tak hanya dikonsumsi oleh penduduk setempat tapi terutama diekspor ke wilayah sekitarnya –ketika itu Manado adalah tujuan penting. Tercatat Kopi Gorontalo memasuki Manado sebanyak  610 pikul tahun 1864 dan terus meningkat di angka 820 pikul tahun 1865, sampai mencapai 1.074 pikul tahun 1866. Di masa itu, banyak pula terjadi kematian tanaman kopi dan memang produktivitasnya lebih banyak terjadi pada lahan-lahan yang terkontrol oleh penduduk.

Kopi di Nusantara adalah sebuah riwayat besar. Kopi Gorontalo sendiri dikembangkan intensif pada periode 1824-1839, ketika itu wilayah Kabila dan Tapa sebagai kawasan percontohan awal yang terbesar. Adalah Raja Iskandar PuI Monoarfa yang menggerakkan pembudidayaannya yang luas, berkat dukungan pembesar-pembesar Gorontalo lainnya (Hasanuddin, 2014: 58-60). Ke masa depan, akan adakah lagi sejarah baru Kopi Gorontalo? Waktu yang akan menguji “rasa” dan “rasio” Kopi Gorontalo. ***

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu. 
Surel: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminkopi pinoguMenteri Sandi Uno & Kopi GorontaloSandiaga Unospektrum sosial

Related Posts

Husin Ali

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Wednesday, 22 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Tuesday, 21 July 2026
Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Monday, 20 July 2026
Basri Amin

Spanyol, Bola, dan Islam

Monday, 20 July 2026
Muh. Amier Arham

Gorontalo Karnaval Karawo, Untuk Apa?

Sunday, 19 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Marten Taha, Dua Kali Dinobatkan Kepala Daerah Inovatif 

Marten Taha, Dua Kali Dinobatkan Kepala Daerah Inovatif 

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Thursday, 23 July 2026
Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Thursday, 23 July 2026
Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Thursday, 23 July 2026
Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Wagub Gorontalo Idah Syahidah RH Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional

Thursday, 23 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.