logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 3 September 2026
in Persepsi
0
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Muchli Huntua (foto: dok-pribadi)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Muchlis S.Huntua, S.Ag, M.Si

 

Bulan Ramadan selalu menghadirkan ruang refleksi yang lebih dalam bagi umat Islam. Ia bukan sekadar momentum memperbanyak ibadah, tetapi juga waktu untuk menimbang kembali nilai-nilai pelayanan, pengabdian, dan kepedulian sosial.

Dalam konteks kehidupan bernegara, Ramadan kerap menjadi pengingat bahwa kebijakan publik pada akhirnya harus bermuara pada kemaslahatan masyarakat. Dalam kerangka inilah wacana menjadikan Gorontalo sebagai embarkasi haji menemukan relevansinya.

Related Post

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

Di Gorontalo, semangat Ramadhan tahun ini terasa semakin bermakna seiring dengan langkah strategis pemerintah daerah Provinsi Gorontalo untuk mewujudkan embarkasi haji. Ikhtiar tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan kemudahan bagi umat dalam menunaikan ibadah.

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan itu adalah dimulainya pengembangan bandara melalui kegiatan ground breaking pada 20 Februari 2026. Langkah ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah dalam memperjuangkan Gorontalo sebagai embarkasi haji.

Pengembangan Bandar Udara Djalaluddin menjadi bagian dari upaya besar untuk memperkuat infrastruktur transportasi udara di daerah sekaligus membuka peluang bagi Gorontalo menjadi titik keberangkatan jamaah haji dikawasan utara Sulawesi, yang diharapkan mampu melayani penerbangan jamaah secara lebih efektif sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di kawasan timur Indonesia.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, menempatkan isu embarkasi haji sebagai salah satu agenda strategis daerah. Hal ini bukan tanpa alasan. Selain berkaitan langsung dengan pelayanan keagamaan masyarakat, keberadaan embarkasi haji juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas.

Dengan status sebagai embarkasi, Gorontalo tidak hanya menjadi titik keberangkatan jamaah dari daerah sendiri, tetapi juga berpotensi melayani jamaah dari wilayah sekitar seperti Sulawesi Utara, Maluku, bahkan Papua. Dengan demikian, pembangunan fasilitas ini memiliki dimensi regional yang cukup kuat.

Selama ini, jamaah calon haji dari Gorontalo harus melalui embarkasi di Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Proses ini sering kali menambah waktu perjalanan serta beban fisik, terutama bagi jamaah lanjut usia.

Oleh karena itu, gagasan menghadirkan embarkasi di Gorontalo dapat dipahami sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, efisien, dan manusiawi bagi masyarakat.

Gagasan ini bukan muncul tiba-tiba. Sejak awal masa kepemimpinannya, Gusnar Ismail menempatkan isu embarkasi haji sebagai salah satu agenda strategis daerah. Pilihan kebijakan ini menarik untuk dicermati, sebab ia memperlihatkan bagaimana pembangunan daerah dapat bersinggungan dengan dimensi spiritual masyarakat.

Dalam kajian kebijakan publik, pendekatan ini sejalan dengan gagasan pelayanan publik modern yang dikembangkan oleh Denhardt & Denhardt melalui konsep New Public Service. Mereka menekankan bahwa pemerintah harus memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pengelola administrasi. Dalam kerangka ini, kebijakan yang memudahkan akses ibadah bagi masyarakat merupakan bentuk konkret dari orientasi pelayanan tersebut.

Dari perspektif pembangunan wilayah, ekonom regional Walter Isard menekankan bahwa infrastruktur transportasi memiliki peran strategis dalam membentuk pusat-pusat pertumbuhan baru. Pengembangan bandara tidak hanya meningkatkan mobilitas manusia, tetapi juga mendorong integrasi ekonomi antarwilayah. Dalam konteks Gorontalo, penguatan kapasitas Bandara Djalaluddin berpotensi menjadikan daerah ini simpul konektivitas baru di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, dalam kajian kepemimpinan publik, ilmuwan politik James MacGregor Burns memperkenalkan konsep kepemimpinan transformasional—yakni kepemimpinan yang mampu menghadirkan visi perubahan dan menggerakkan masyarakat menuju tujuan bersama. Pemimpin tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga menciptakan agenda strategis yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.

Upaya yang dilakukan oleh Gubernur Gusnar Ismail dalam memperjuangkan embarkasi haji dapat dilihat sebagai bentuk upaya membangun visi tersebut.

Ikhtiar menjadikan Gorontalo sebagai embarkasi haji dapat dibaca dalam kerangka tersebut. Ia  menunjukkan upaya menghadirkan visi pembangunan yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga dimensi spiritual dan sosial masyarakat.

Gubernur Gusnar berupaya mengangkat Gorontalo dari sekadar daerah pengirim jamaah menjadi daerah yang memiliki peran lebih besar dalam penyelenggaraan haji nasional. Dalam masyarakat yang religius seperti Gorontalo, pelayanan terhadap kebutuhan ibadah memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu saja perjalanan menuju embarkasi haji bukan tanpa tantangan. Ada berbagai persyaratan teknis dan administratif yang harus dipenuhi, mulai dari kesiapan fasilitas bandara hingga dukungan kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Proses ini membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, langkah awal seperti ground breaking pengembangan bandara menjadi penting sebagai simbol keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi standar yang diperlukan.

Namun setiap perubahan besar selalu dimulai dari langkah pertama. Ground breaking pengembangan Bandara Djalaluddin setidaknya dipandang sebagai sinyal menunjukkan bahwa Gorontalo sedang bergerak menapaki jalan menuju cita-cita tersebut.

Dalam suasana Ramadan, ikhtiar ini terasa memiliki makna simbolik yang kuat. Ramadan mengajarkan kesabaran, ketekunan, dan kerja yang dilandasi niat baik. Nilai-nilai inilah yang sesungguhnya menjadi fondasi bagi setiap upaya pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Di sinilah nilai Ramadan menemukan relevansinya. Ramadhan mengajarkan pentingnya empati dan pelayanan terhadap sesama. Upaya menghadirkan embarkasi haji sejatinya adalah bentuk pelayanan publik yang menyentuh dimensi spiritual masyarakat. Pembangunan yang lahir dari kesadaran akan kebutuhan umat tidak hanya menghadirkan manfaat praktis, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan religius di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, gagasan embarkasi haji Gorontalo tidak seharusnya dipahami sekadar sebagai proyek pembangunan daerah. Ia merupakan gambaran bagaimana spiritualitas dapat menginspirasi arah kebijakan publik. Ketika pembangunan lahir dari semangat melayani umat, maka yang terbangun bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga harapan kolektif masyarakat.

Jika ikhtiar ini berhasil, embarkasi haji Gorontalo kelak akan menjadi lebih dari sekadar titik keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci. Ia dapat menjadi symbol bahwa pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual yang hidup di tengah masyarakat. Dan Ramadan, sekali lagi, mengingatkan bahwa setiap kerja yang diniatkan untuk kemaslahatan akan menemukan jalannya sendiri. (*)

Penulis adalah

  • Kabid Pemuda Dinas Parawisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda & Olahraga Prov. Gorontalo
  • Dosen Fakultas Pemerintahan, Hukum & Kesos di Universitas NU Gorontalo
Tags: EHA Gorontaloembarkasi haji gorontalogusnar ismailMuchlis Huntuapemprov gorontaloramadanSerambi Madinah

Related Posts

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Desa Tak Harus Terus Menjual Bahan Mentah

Friday, 4 September 2026
NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

NU di Persimpangan Kepentingan: Membaca Arah Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-35 Tahun 2026

Thursday, 3 September 2026
Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

Wednesday, 2 September 2026
Muh. Amier Arham

Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

Tuesday, 1 September 2026
Basri Amin

Negeri Miskin Teladan

Monday, 31 August 2026
Yusran Lapananda

TGR dalam Inovasi Daerah

Wednesday, 26 August 2026
Next Post
Basri Amin

Republik di Dunia yang Susah Damai

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Rayakan HUT ke-6, ASTON Gorontalo Tebar Promo hingga Diskon 12 Persen

Rayakan HUT ke-6, ASTON Gorontalo Tebar Promo hingga Diskon 12 Persen

Saturday, 5 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Ribuan Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Polres Gorontalo: Operasi Miras Berlanjut

Ribuan Liter Cap Tikus Dimusnahkan, Polres Gorontalo: Operasi Miras Berlanjut

Saturday, 5 September 2026
Perusahaan BJA Group bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Pohuwato kembali menyerahkan Serifikat Tanah kepada warga Pemilik Tanah disekitar Jalan Akses PT Inti Global Laksana (PT IGL)

Perusahaan BJA Group bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Pohuwato kembali menyerahkan Serifikat Tanah kepada warga Pemilik Tanah disekitar Jalan Akses PT Inti Global Laksana (PT IGL)

Friday, 4 September 2026

Pos Populer

  • Pengadaan MacBook Aleg Deprov, Femmy: Dengan Tegas Saya Menolak 

    4 Kursi DPR RI untuk Gorontalo, Femmy: Dari Aspirasi Menjadi Agenda Kelembagaan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Rp 68,2 M Dana Asrama Haji Gorontalo Ditolak, Kemenhaj: Mepet Waktu, Beresiko

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Menenun Kembali Jati Diri Gorontalo: Wastra Lama, Harapan Baru bagi UMKM Gorontalo

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Rayakan HUT ke-6, ASTON Gorontalo Tebar Promo hingga Diskon 12 Persen

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Perusahaan BJA Group bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Pohuwato kembali menyerahkan Serifikat Tanah kepada warga Pemilik Tanah disekitar Jalan Akses PT Inti Global Laksana (PT IGL)

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.