logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Semut Raksasa

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 16 November 2020
in Disway
0
Semut Raksasa
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba.

Itulah dana yang akan didapat Ant Group dari pasar modal di Hongkong dan Shanghai. Belum ada dalam sejarah dunia sebuah perusahaan bisa meraup dana sebesar itu. IPO Saudi Aramco pun jauh dari itu.

Boleh dikata IPO Ant Group ini bisa disebut semut menunggang gajah.

Ant artinya memang semut. Dalam bahasa Mandarin disebut ma yi (蚂蚁). Pasti, semut ini sakti sekali. Maklum, pemiliknya adalah Jack Ma. Laoban-nya Alibaba.

Related Post

Da Yunhe

Halo Wani

Juara Dunia

Hidup QRIS

Dana itu menurut rencana didapat Ant Group tanggal 6 November lalu –bersamaan dengan Presiden Trump mengumumkan kemenangannya di Pilpres Amerika Serikat.

Tapi hanya dua hari sebelum itu tiba-tiba ada halilintar dari Beijing: IPO  itu dilarang. Pemerintah Tiongkok tidak mengizinkannya.

Kabar yang beredar –atau sengaja diedarkan– Presiden Xi Jinping sendiri yang turun tangan.

Yaaah... Ant Group gigit jari –kalau semut itu punya jari.

Jack Ma sebagai pemilik grup semut itu tidak bisa berkomentar. Mungkin sengaja tidak mau berkomentar. Lawannya kali ini seorang presiden negara adikuasa. Budaya Timur tidak sama dengan budaya di Amerika: diam itu emas –biar pun ia sama dengan baru saja kehilangan emas 500 ton.

Memang, kalau IPO itu tidak dilarang Grup Alibaba (induk dari grup Ant) akan menjadi perusahaan terbesar di Tiongkok. Bukan saja mengalahkan semua perusahaan swasta dan BUMN –pun mengalahkan Bank of China.

Bukan hanya skala bisnisnya yang kalah tapi juga kekuasaannya di bidang keuangan.

Boleh dikata semua yang bisa dilakukan oleh bank bisa dilakukan oleh Ant Group. Bahkan yang tidak boleh dilakukan oleh bank bisa dilakukan di Ant Group. Asalkan, itu tadi, modalnya cukup –dan ia mengharapkan modal itu dari pasar modal tersebut.

Ant Group itu dulunya bernama Alipay. Ketika Alipay bisa melakukan transaksi digital pun sudah banyak bank yang ketinggalan langkah.

Tapi Alipay masih kalah dengan Wechat pay, milik Tencent.

Maka Alipay mengubah diri menjadi Ant Group. Bidang usahanya mencakup apa saja yang diperlukan umat manusia di bidang keuangan: pembelian, penjualan, pembayaran, pengiriman, penyimpanan, penjaminan, asuransi –dan apalagi yang Anda ingin dilakukan bisa Anda lakukan di Ant Group.

Waktu pertama mendengar ini saya langsung membayangkan: inikah awal dipraktikkannya digital currency? Yang sejak tahun lalu mulai disebut-sebut itu?

Saya pun mengikuti terus perkembangan digital currency dan rencana IPO Ant Group itu. Tapi ada Pilpres di Amerika. Tulisan soal ini kalah terus pemuatannya. Tergeser terus oleh Pilpres di Amerika. Apalagi Trump pakai ngotot segala. Sampai mengerahkan sejuta Maga segala –yang ternyata ”hanya” puluhan ribu orang. Trump, dalam hal ini, ternyata kalah dengan siapa sih nama imam besar itu –oh…Habib Rizieq Shihab.

Tapi langkah besar grup Semut itu ternyata tidak ada hubungannya dengan Habib Riziq, ups, dengan persiapan penerapan digital currency.

Itu hanya kejelian pebisnis hebat seperti Jack Ma. Yang mampu melihat titik-titik lemah peraturan perbankan di Tiongkok.

Apalagi pengguna fasilitas bisnis Ant Group itu sudah mencapai hampir 600 juta orang. Sepertiga penduduk Tiongkok sudah jadi rakyatnya Jack Ma –itu pun kalau bayi dihitung.

Ant Group memang memanfaatkan digitalisasi ke semua layanannya. Termasuk dalam memberikan kredit kecil ke UMKM. Semuanya dilakukan secara digital. Analis kreditnya pun pakai artificial intelligent.

Sambil melarang IPO yang bikin kepala bergeleng itu pemerintah Tiongkok memperbaiki peraturan. Draf yang sudah bocor ke kalangan pengusaha jelas: akan banyak pembatasan praktik perbankan.

Di peraturan baru itu misalnya, perusahaan pemberi kredit micro hanya boleh beroperasi di satu provinsi –dan banyak lagi yang kelak bisa saya tulis tersendiri.

Saya pun sekarang ini lagi membayangkan: sedih mana, Trump atau Jack Ma. (*)

 

Related Posts

Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--

Da Yunhe

Friday, 24 April 2026
Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
Next Post
Mobnas Eks Ketua Dekot Diambil Paksa, Negosiasi Cukup Alot, Aset Diserahkan Setelah Diawasi KPK

Mobnas Eks Ketua Dekot Diambil Paksa, Negosiasi Cukup Alot, Aset Diserahkan Setelah Diawasi KPK

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Generasi (Perempuan) Gorontalo

Thursday, 30 April 2026
Satu truk fuso Kalla Logistik diduga menabrak sepeda motor yang ditumpangi dua siswi hingga masuk ke kolong truk di Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/4) sore. (foto: tangkapan layar)

Diseruduk Fuso Siswi SMA Tewas, Motor dan Korban Masuk Kolong Truk, Satu Korban Dirawat Intensif

Thursday, 30 April 2026
Aksi Demonstrasi 1 Mei, Kapolres Pohuwato Minta Jangan Anarkis

Aksi Demonstrasi 1 Mei, Kapolres Pohuwato Minta Jangan Anarkis

Thursday, 30 April 2026
Muh. Amier Arham

Modal Manusia, Deindustrialisasi dan Prodi Tak Relevan Kebutuhan Industri

Thursday, 30 April 2026

Pos Populer

  • Kepala BBPOM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya, bersama pihak Bea Cukai Gorontalo dan Polda Gorontalo saat konferensi terkait tindak peredaran kosmetik tanpa ijin edar, di aula BBPOM Gorontalo. Kamis (23/4) Foto : Natharahman/ Gorontalo Post.

    Penjual Kosmetik Ilegal Ditangkap, Petugas Sita 1.819 Item Skin Care Tanpa Ijin Edar

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Sentuh Rp 17.301/USD, Rupiah Makin Terpuruk

    558 shares
    Share 223 Tweet 140
  • Lonjakan Kunjungan Botubarani Picu Kekhawatiran

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Generasi (Perempuan) Gorontalo

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Batas-Batas Pengobatan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.