gorontalopost.co.id – Tim dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan penelitian lapangan di Rumah Adat Dulohupa, Kota Gorontalo, pada 29–31 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari penelitian skema Riset Akselerasi Kolaborasi Perguruan Tinggi (RAKPT) 2026 ini mengkaji kinerja kenyamanan termal bangunan vernakular Gorontalo di iklim tropis.
Penelitian berjudul “Kinerja Kenyamanan Termal Rumah Adat Dulohupa sebagai Arsitektur Vernakular di Iklim Tropis” tersebut diketuai oleh Rahmayanti, dengan anggota dosen Niniek Pratiwi dan Mohammad Imran, serta dibantu mahasiswa arsitektur UNG. Selama kegiatan, tim melakukan pengukuran langsung di sejumlah ruang bangunan, mencakup kondisi udara di dalam ruang serta dimensi dan konfigurasi bukaan berupa jendela, pintu, dan ornamen ventilasi kayu.

Dulohupa dipilih karena rancangannya dinilai telah beradaptasi dengan iklim tropis sejak awal, antara lain melalui bentuk panggung, bukaan yang banyak, dan ornamen berongga yang memungkinkan udara bergerak alami di dalam ruang. Penelitian ini menelaah hal tersebut secara ilmiah, terutama peran kecepatan udara dan konfigurasi bukaan terhadap kenyamanan penghuni. “Rumah adat ini menyimpan kearifan yang selama ini dipahami secara turun-temurun. Lewat pengukuran langsung, kami ingin menerjemahkannya menjadi pengetahuan yang dapat diuji dan dimanfaatkan,” ujar Rahmayanti, ketua tim peneliti.
Penelitian ini dilakukan di tengah tren peningkatan suhu global dan tingginya kontribusi sistem pendingin ruangan terhadap konsumsi energi bangunan di Indonesia. Prinsip desain pasif yang teridentifikasi dari kajian ini berpotensi menjadi rujukan bagi perancangan bangunan tropis kontemporer yang ingin mengadopsi kearifan arsitektur vernakular sebagai strategi hemat energi.

Arsitek dan perencana bangunan publik maupun swasta di kawasan tropis dapat memanfaatkannya bersama strategi desain bioklimatik. Selain itu, hasil kajian diharapkan mendukung penyusunan kebijakan pelestarian cagar budaya di tingkat daerah maupun nasional, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan semangat Konvensi UNESCO 2003 tentang Warisan Budaya Takbenda, yang menekankan pentingnya transmisi pengetahuan tradisional secara berkelanjutan.
Dalam bidang pendidikan, temuan penelitian ini dituangkan dalam sebuah buku dengan judul yang sama, yang saat ini masih dalam proses penyuntingan. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi bahan ajar dan referensi bagi mahasiswa arsitektur, khususnya pada mata kuliah arsitektur vernakular, sains bangunan, dan kenyamanan termal, karena memadukan kajian teoretis dengan studi kasus konkret dan data lapangan yang autentik.
Rahmayanti menyampaikan, dengan basis data dan kerangka analisis yang telah dibangun, penelitian mendatang diharapkan dapat melanjutkan estafet pemahaman kinerja termal arsitektur vernakular Gorontalo, sekaligus mendukung upaya pelestarian Dulohupa yang berlandaskan bukti ilmiah, sebagaimana menjadi visi awal penyusunan buku ini. Tim peneliti menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kota Gorontalo atas izin dan dukungan selama kegiatan berlangsung, serta kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo atas dukungan terhadap pelaksanaan penelitian. (gp)













Discussion about this post