gorontalopost.co.id – Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tak sekadar masuk kelas untuk mengajar. Di sekolah penempatan program UNG Mengajar, mereka membuka bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi siswa yang kesulitan matematika sekaligus memburu bibit untuk berlaga di Gorontalo Mathematic Competition (GMC) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Bimbel tersebut digelar sebagai inisiatif mahasiswa UNG Mengajar di bawah binaan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNG.
Sasarannya terbagi dua. Siswa yang masih kesulitan memahami matematika mendapat pendampingan untuk memperkuat konsep dasar. Sementara siswa yang dinilai memiliki potensi akademik mendapat pembinaan khusus untuk dipersiapkan menghadapi GMC dan OSN hingga tingkat kabupaten dan provinsi. Pendampingan dilakukan dengan metode belajar yang dibuat lebih sederhana dan menyenangkan agar materi matematika lebih mudah dipahami siswa.
Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., mengapresiasi langkah mahasiswa tersebut. Menurutnya, program UNG Mengajar tidak berhenti pada aktivitas mengajar di kelas, tetapi juga merespons kebutuhan nyata siswa di sekolah. “Ini contoh nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh mahasiswa. Program UNG Mengajar tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu melihat kebutuhan siswa dan memberikan solusi,” kata Elya.
Pihak sekolah penempatan juga menyambut program tersebut. Selain membantu siswa mengejar ketertinggalan dalam matematika, pendampingan diharapkan mampu melahirkan siswa yang siap bersaing dalam GMC maupun OSN. (tro)












Discussion about this post