logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Jumat Keramat

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 19 October 2026
in Disway
0
Jumat Keramat
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

oleh:
Dahlan Iskan

Bank-bank ini tidak berdosa tapi ikut masuk neraka. Bahkan bank-bank itu menjadi yang paling menderita di Jumat Keramat kemarin. Yakni saat indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia turun drastis.

Anda sudah tahu: harga saham di bursa turun drastis 11,5 persen di satu hari Jumat saja. Itu penurunan terjelek sejak terjadinya krisis moneter 1998.

Pemicunya Anda juga sudah tahu: lembaga rating terkemuka di New York, MSCI, mengeluarkan pernyataan: akan menurunkan status Bursa Efek Indonesia dari level emerging market menjadi standalone –level yang tidak akan lagi diperhatikan oleh jaringan pasar saham dunia.

Itu karena lembaga rating tersebut tidak percaya lagi pada reputasi pasar modal Indonesia. Begitu banyak pelanggaran dibiarkan saja. Terutama yang dilakukan para big fish. Seolah lembaga pengawas pasar modal, OJK, takut pada perusahaan jenis itu.

Related Post

Iris Istri

PLN Transisi

Camino Nakasendo

Hati Ngadirejo

MSCI juga menengarai adanya intervensi kekuasaan yang berpengaruh pada independensi pasar modal. Misalnya: mengapa raksasa batu bara, Bayan, harus jual saham ke Haji Isam. Ada juga pemberitaan Danantara akan menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia.

Sebetulnya MSCI belum memutuskan penurunan level BEI itu. Tapi para pemilik modal langsung antisipasi dengan cara cepat-cepat menjual saham mereka. Begitu banyaknya yang jual saham sampai harganya turun drastis.

Hasil penjualan saham itu mereka bawa pulang ke negara masing-masing. Maka pada satu hari Jumat kemarin terjadi out flow yang luar biasa besarnya: Rp 3,3 triliun. Secara ekonomi Indonesia terpukul sangat berat.

Keputusan MSCI itu sebenarnya baru akan diambil Juni atau Juli tahun depan. Tapi investor dari luar negeri rupanya sudah ”patah harapan”.

MSCI sebenarnya sudah mengingatkan semua itu sejak lebih lama. Bahkan pernah mengeluarkan peringatan keras tahun lalu. Saat peringatan itu diumumkan harga saham juga jatuh sangat dalam. Akhir Januari tahun ini tiga pimpinan OJK sampai ”mengundurkan diri”.

Rupanya pimpinan OJK yang baru dianggap belum banyak berbenah. Maka MSCI membuat pengumuman yang dampaknya seperti bom atom untuk pasar modal Indonesia.

Apakah giliran pimpinan OJK yang baru akan mengundurkan diri? Kita belum tahu. Tapi Jumat malam itu juga OJK mengumumkan tindakan drastis. Tiga ”ikan besar” bursa efek Indonesia dijatuhi hukumam berat: harus bayar denda yang totalnya mencapai Rp2,1 triliun. Itu karena mereka melakukan pelanggaran berat.

Dua perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu dihukum bayar denda Rp500 miliar (BREN) dan Rp 100 miliar (CUAN). Satu perusahaan milik pewaris Eka Tjipta Wijaya (DSSA) didenda Rp 1,5 triliun.

BREN, CUAN, dan DSSA bukan nama perusahaan. Itu kode perusahaan di pasar modal.

DSSA adalah PT Dian Swastatika Sentosa dari grup konglomerat Sinar Mas. BREN adalah PT Barito Renewables Energy. CUAN adalah PT Petrindo Jaya Kreasi.

Apakah tindakan tegas itu akan bisa membuat MSCI mengurungkan keputusannya Juni tahun depan? Bagaimana dengan indikasi lain yang BEI dicitrakan terancam independensinya?

Yang jelas babak ”babak belur” sudah terjadi. Bank-bank besar yang tidak ikut berbuat dosa ikut menderita. Bahkan termasuk yang paling menderita.

Saham BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI) sama-sama turun sampai 14,8 persen. Saham Bank Mandiri dan Telkom termasuk yang turun drastis.

Mereka sebenarnya bisa dipercaya tapi terbawa ke iklim ketidakpercayaan pada keseluruhan pasar modal.

DSSA sendiri jeblok. Turun luar biasa. Tidak hanya di hari Jumat lalu melainkan sudah sejak tanggal 12 Oktober. Total penurunan selama lima hari terakhir mencapai 36,7 persen.

Kapitalisasi pasarnya sudah jauh dari puncaknya yang mencapai Rp 778 triliun. Perusahaan ini raksasa. Satu perusahaan saja bernilai Rp 778 triliun. Tapi gara-gara ‘Jumat keramat’ kemarin kekayaannya ‘tinggal’ Rp 137 triliun.

Bagaimana di pasar modal Jakarta DSSA bisa dibuat menjadi perusahaan bernilai Rp778 triliun pastilah kemampuan financial engeneeringnya kelas dewa.

”Jumat Keramat” di pasar modal Indonesia itu jatuh pada tanggal 16 Oktober 2026. Sore itu sudah banyak yang posting di medsos yang isinya ucapan Selamat Ulang Tahun ke-75 Presiden Prabowo Subianto.

Tanggal 20 Oktober besok genap pula dua tahun pemerintahan Prabowo. Tega-teganya memberikan kado ulang tahun seperti itu. (DIS)

Tags: Catatan Dahlancatatan dahlan iskanDahlan IskanDiswayharian diswayJumat Keramat

Related Posts

Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Bali Lombok

Bali Lombok

Wednesday, 14 October 2026
Pengusaha Pilihan

Pengusaha Pilihan

Tuesday, 13 October 2026
Next Post
BOMBASTIS! Oktober Honda Tebar Promo, Cahsback Hingga Rp 18,5 Juta

BOMBASTIS! Oktober Honda Tebar Promo, Cahsback Hingga Rp 18,5 Juta

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

Monday, 19 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Meremehkan Pendidikan Dalam Kepemimpinan dan Matinya Nalar

Monday, 19 October 2026
Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

Thursday, 15 October 2026
Kasat Narkoba Polres Gorontalo, Iptu Rudianto Simbala,S.H didampingi oleh anggota, saat memperlihatkan hasil sitaan minuman keras (Miras) dari sejumlah warung dan kios yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Polres Gorontalo Sita Ratusan Botol Miras

Monday, 6 October 2025

Pos Populer

  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Ribuan Massa Geruduk Polda, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi Adhan Dambea

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Inflasi Gorontalo Meroket Tertinggi Rata-rata Nasional, Mendagri Jewer Pemda!

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.