Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Krisis air di Provinsi Gorontalo imbas dari kemarau Panjang nampaknya makin parah. Setelah Bone Bolango, kini ratusan kepala keluarga di wilayah Kabupaten Gorontalo mulai merasakan susahnya mendapatkan air bersih.
Untuk menangani kondisi ini, tim gabungan pun dikerahkan untuk mendistribusi air hingga malam hari. Mereka bergerak serentak menyelamatkan ratusan kepala keluarga yang mengalami krisis air bersih cukup parah akibat mengeringnya sumur gali dan sumur suntik warga.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Boliyohuto, IPTU Nixon Amuntu, aksi kemanusiaan berskala besar ini dimulai sejak Rabu pagi (02/09/2026) pukul 07.30 wita. Personel kepolisian berseragam lengkap turun langsung memikul selang, mengoperasikan tangki, hingga membantu mengisikan air ke jeriken-jeriken milik warga yang sudah mengantre panjang.
Dalam misi sosial ini, Polres Gorontalo dan Polsek Boliyohuto menggandeng PDAM Unit Boliyohuto untuk menyediakan pasokan air. Total sebanyak 28.800 liter air bersih berhasil dikerahkan dan dialirkan ke rumah-rumah warga yang membutuhkan di beberapa desa terdampak.
Adapun distribusi logistik air bersih ini dibagi menjadi dua fokus wilayah utama yakni, mobil tangki Polres Gorontalo berhasil menyalurkan sebanyak 20.000 liter air bersih yang dialokasikan khusus untuk meringankan beban kurang lebih 135 Kepala Keluarga (KK) di Desa Suka Damai dan sebagian Desa Parungi.
Sementara itu mobil tangki Polsek Boliyohuto mengerahkan 8.800 liter air bersih untuk menyuplai kebutuhan 62 Kepala Keluarga (KK) di Desa Iloheluma dan Desa Parungi. Perjuangan ini tidaklah mudah.
Ketika matahari mulai terbenam dan kegelapan malam menyelimuti wilayah Boliyohuto, semangat para personel kepolisian tidak luntur sedikit pun. Di bawah komando IPTU Nixon Amuntu, petugas terus bekerja menembus pekatnya malam demi memastikan tidak ada satu pun warga yang terlewatkan mendapatkan hak dasar mereka atas air bersih.
Sorot lampu kendaraan dinas polisi menjadi saksi bisu kelelahan yang terbayar lunas oleh senyum haru dan rasa syukur warga setempat. Rangkaian kegiatan kemanusiaan yang berlangsung maraton ini berjalan dengan sangat aman dan kondusif, hingga akhirnya resmi berakhir pada pukul 20.30 wita. (roy)












Discussion about this post