Gorontalopost.co.id, GORONTALO, — Gorontalo diwarnai rangkaian peristiwa kebakaran sepanjang Rabu (2/9/2026). Sedikitnya enam titik kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango hingga Kota Gorontalo.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 00.15 WITA di area tower perbatasan Desa Deme 2 dan Desa Motihelumo, Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara. Dua unit armada pemadam kebakaran Yon TP 824/Moe’a dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Pada waktu yang sama, kebakaran juga melanda salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Sejumlah armada Damkar dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Rangkaian kebakaran berlanjut memasuki siang hari.
Sekitar pukul 11.50 WITA, kebakaran lahan terjadi di Desa Bondawuna, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. Tak berselang lama, sekitar pukul 12.15 WITA, kebakaran lahan kembali dilaporkan terjadi di belakang Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Gorontalo.
Sekitar dua jam kemudian, api kembali muncul di belakang Pesantren Al-Hamim, Desa Bulotalangi Barat, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango. Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di kompleks Pasar Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, masih pada hari yang sama.
Enam kejadian tersebut terjadi di lokasi berbeda dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Sebagian besar merupakan kebakaran lahan, sementara satu kejadian dilaporkan melanda bangunan sekolah.
Petugas pemadam kebakaran bersama pihak terkait dikerahkan untuk menangani masing-masing lokasi. Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai penyebab kebakaran, luas lahan yang terbakar serta nilai kerugian dari masing-masing kejadian masih dalam pendataan.
Rangkaian kebakaran ini sekaligus menjadi perhatian, terutama terhadap potensi meluasnya api di area lahan terbuka dan lingkungan yang berdekatan dengan fasilitas umum maupun permukiman.
Direktur Samapta Polda Gorontalo Kombes Pol Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., melalui personelnya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kawasan yang memiliki banyak material kering dan mudah terbakar.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan ataupun sampah secara sembarangan. Selain itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang memiliki vegetasi kering karena dapat menjadi sumber munculnya api. (roy/tha)














Discussion about this post