Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Poltekkes Kemenkes Gorontalo melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Tilote, Kecamatan Tilango, melalui pemanfaatan daun kelor sebagai pangan lokal untuk mendukung peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) sekaligus pencegahan stunting.
Program bertajuk “Pemberdayaan Mitra Desa melalui Program ASI Booster Berbasis Daun Kelor sebagai Upaya Peningkatan Produksi ASI untuk Mencegah Stunting di Desa Tilote Kecamatan Tilango” tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Pemerintah Desa Tilote, Puskesmas Tilango, TP PKK, kader kesehatan serta masyarakat.
Ketua tim pengabdian, Endah Yulianingsih, S.SiT, M.Kes, mengatakan program tidak hanya berfokus pada pemanfaatan tanaman kelor, tetapi juga meningkatkan kapasitas kader dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Menurutnya, potensi daun kelor di Desa Tilote cukup besar karena tanaman tersebut banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan pangan fungsional bagi ibu menyusui masih belum optimal.
“Potensi daun kelor di Desa Tilote cukup besar. Namun, pemanfaatannya sebagai bahan pangan fungsional untuk mendukung ibu menyusui masih belum optimal. Karena itu, kami ingin mengembangkan potensi lokal tersebut melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan masyarakat,” jelasnya.

Hasil survei awal tim bersama kader dan perangkat desa menunjukkan sebagian besar rumah tangga memiliki tanaman kelor di pekarangan. Selama ini, daun kelor lebih banyak dimanfaatkan sebagai sayuran sehari-hari, sementara pengolahannya menjadi produk pangan bernilai tambah masih terbatas.
Kondisi itu kemudian dikembangkan menjadi peluang pemberdayaan ekonomi dan pangan masyarakat. Tim menyiapkan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi sejumlah produk, di antaranya brownies kelor, teh daun kelor, susu kelor kurma dan cookies kelor.
Tak hanya pengolahan pangan, program tersebut juga memberikan edukasi mengenai manajemen laktasi, ASI eksklusif serta deteksi dini berbagai masalah menyusui. Kader kesehatan diharapkan dapat menjadi penggerak sekaligus fasilitator bagi ibu menyusui di tingkat masyarakat.
Tahap awal program telah dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa Tilote dan Puskesmas Tilango, pengumpulan data awal, sosialisasi serta survei potensi tanaman kelor. Laporan kemajuan menunjukkan koordinasi lintas pihak, pengumpulan data awal dan survei potensi tanaman kelor telah mencapai 100 persen.
Penyusunan instrumen pretest-posttest dan jadwal pelatihan juga telah rampung, sementara modul pelatihan masih dalam tahap penyelesaian. Respons masyarakat terhadap program tersebut cukup positif.

Peserta aktif mengikuti diskusi mengenai persiapan pemberian ASI eksklusif, pemanfaatan daun kelor sebagai pangan lokal serta strategi pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting.
Kepala Desa Tilote, Burhanudin Islami, bersama pemerintah desa menyatakan kesiapan mendukung kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
Dukungan pemerintah desa meliputi penyediaan tempat kegiatan, sarana pendukung, mobilisasi masyarakat serta mendorong warga menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan daun kelor.
Pada tahap selanjutnya, tim akan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan, TP PKK, perangkat desa dan kelompok masyarakat sasaran. Kegiatan dilanjutkan dengan pendataan ibu menyusui yang mengalami kendala produksi ASI, kunjungan rumah, edukasi, demonstrasi pembuatan produk ASI Booster serta pendampingan secara berkala.
Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, observasi keterampilan pengolahan produk serta pemantauan perkembangan produksi ASI pada ibu menyusui sasaran program.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Gorontalo berharap lahir kader kesehatan yang semakin kompeten memberikan edukasi mengenai ASI eksklusif dan pemanfaatan pangan lokal. Di sisi lain, masyarakat diharapkan mampu mengolah daun kelor menjadi produk pangan bergizi sekaligus bernilai ekonomi.
Program tersebut ditargetkan menjadi salah satu model pemberdayaan berbasis potensi pangan lokal yang berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif dan pencegahan stunting di Desa Tilote, Kecamatan Tilango.(ADV)










Discussion about this post