logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Datuk Merdeka

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 17 August 2026
in Disway
0
Datuk Merdeka
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Bagi orang bisnis, berita terbesar di peringatan proklamasi kemerdekaan hari ini adalah: dijualnya saham mayoritas perusahaan raksasa tambang PT Bayan ke ”Raja Sembilan Haji”: Haji Isam.

Sumber tepercaya Disway menyebutkan sebanyak 62 persen saham PT Bayan sudah beralih ke Haji Isam lewat perusahaannya, PT Jhonlin.

Berarti tahun depan orang terkaya Indonesia bukan lagi Datuk Low Tuck Kwong, pemegang saham mayoritas PT Bayan selama ini. Bisa jadi orang terkaya Indonesiatahun depan adalah Haji Isam yang nama lengkapnya Haji Andi Syamsuddin Arsyad.

Anda sudah tahu: PT Bayan Resources adalah perusahaan tambang dengan laba terbesar di Indonesia. Dua tahun lalu labanya Rp32 triliun setahun.

Related Post

Dear Cinta

Tepat Waktu

Sutrimo Winda

Jemput Depan

Anda sudah tahu: pemegang saham PT Bayan Resources Tbk selama ini adalah Datuk Dr Low Tuck Kwong dan anaknya, Elaine Low (62,22 persen): 40,22 dan 22 persen.

Sisanya dipegang PT Sumber Suryadaya Prima sekitar 10 persen. Pemilik perusahaan ini juga saya kenal sangat baik. Masih ada dua pemegang saham kecil: Lim Chai Hock (3,26 persen) dan Jenny Quantero (2,99 persen). Sisanya, sekitar 20 persen, milik publik lewat pasar modal.

Kalau Haji Isam sudah mengambil alih sebanyak 62 persen berarti habislah saham Datuk Low Tuck Kwong di Bayan. Berakhir pula kisah Raja Ajaib di dunia tambang.

Bayan bukanlah perusahaan tambang terbesar tapi bisa meraih laba terbesar. Berarti perusahaan ini luar biasa efisien. Labanya mengalahkan laba KPC milik grup Bakrie dan Adaro milik Boy Thohir –padahal tambang mereka lebih besar.

Saya masih belum bisa menuliskan bagaimana skenario transaksinya. Misalnya apakah pembelian 62 persen saham seharga Rp300 triliun itu dibayar lunas oleh Haji Isam. Atau dibayar dengan cara lain. Anda bisa bantu saya merumuskan cara pembayaran yang bagaimana yang tidak memberatkan cash flow Haji Isam.

Yang lebih menarik bagi saya adalah hadirnya dua anak muda di transaksi ini. Lihatlah foto pertama di tulisan ini. Anda sudah kenal: yang di tengah itu Datuk Low dan Haji Isam. Yang paling kiri adalah Norman Joesoef. Sedang yang paling kanan adalah Alwin Cipto Ciputra.


—

Norman Joesoef adalah putra pengusaha sukses Harsha Joesoef: partner FedEx di Indonesia. Harsha sampai sekarang masih menjabat duta besar Indonesia di Slovakia. Menjabat di Slovakia sejak 2019. Namun masih kalah lama dari dubes kita di Beijing, Djauhari Oratmangoen.

Siapa Alwin Cipto Ciputra? Awalnya saya kira itu Cipta Ciputra, cucu pengusaha Tionghoa yang tergolong paling nasionalis, alm Ciputra. Ternyata Alwin Cipto Ciputra tidak ada hubungan dengan keluarga Ciputra Group. Maka saya batalkan rencana ucapkan selamat kepada Cipta Ciputra.

“Kami memang berteman tapi ia bukan keluarga kami,” ujar Cipta Ciputra Harun, cucu Ciputra dari Harun Hayadi.

Saya pun ingat: di dekat Bintaro juga ada toko bernama Toko Ciputra. Ternyata juga tidak ada hubungan bisnis dengan keluarga Ciputra Group. Toko mebel itu diberi nama Ciputra karena lokasinya di Jalan Ciputat Raya.


—

Alwin Cipto Ciputra ternyata memang sudah lama bergerak di bisnis tambang. Sedang Norman selama ini dikenal sebagai penerus perusahaan pengirim barang yang dirintis bapaknya: RPX-FedEx yang terkenal itu. Maka Norman dan Alwin kini berada di lingkaran Haji Isam. Peta penguasaan tambang batu bara pun berubah drastis.

Saya pernah berkunjung ke PT Bayan. Naik speed boat berjam-jam. Ternyata Datul Low sedang di lokasi. Saya pun bisa ngobrol dan makan malam bersamanya. Pulangnya saya boleh nunut helikopternya Datuk Low.

Tentu saya juga sempat melihat-lihat kebun binatang kesayangan Datuk di pedalaman Kaltim. Datuk sendiri yang jadi tour guide-nya.

Mungkin banyak yang kasihan kepada Datuk: bisnis bersejarahnya berakhir di zaman pemerintahan Presiden Prabowo. Mungkin ada juga yang lebih kasihan kepada binatang-binatang langka di kebun binatangnya itu.

Yang jelas Datuk kelihatannya sudah merdeka di ultah kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia hari ini. Dengan uang Rp300 triliun –hasil penjualan saham Bayannya– rasanya, hari ini, Datuk Low-lah yang paling merdeka di antara penduduk Republik Indonesia. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian disway

Related Posts

Dear Cinta

Dear Cinta

Sunday, 16 August 2026
Tepat Waktu

Tepat Waktu

Saturday, 15 August 2026
Sutrimo Winda

Sutrimo Winda

Thursday, 13 August 2026
Jemput Depan

Jemput Depan

Monday, 10 August 2026
Sholeh Cilik

Sholeh Cilik

Saturday, 8 August 2026
Yang Baru

Yang Baru

Saturday, 8 August 2026
Next Post
Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

Monday, 17 August 2026
Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Monday, 17 August 2026
Datuk Merdeka

Datuk Merdeka

Monday, 17 August 2026
Longsor Tambang DAM Pohuwato, Kapolres: 15 Saksi Sudah Diperiksa

Longsor Tambang DAM Pohuwato, Kapolres: 15 Saksi Sudah Diperiksa

Sunday, 16 August 2026

Pos Populer

  • Muh. Amier Arham

    UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Tambang DAM Pohuwato, Kapolres: 15 Saksi Sudah Diperiksa

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Polisi Dalami Longsor Tambang Hulawa

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kota yang Mencari Anak-anaknya, 81 Tahun Merdeka, Saatnya Anak Kembali Bersekolah

    65 shares
    Share 26 Tweet 16
  • UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.