gorontalopost.co.id – Tongkat komando Polda Gorontalo resmi berganti. Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K. kini mengambil alih kepemimpinan Polda Gorontalo dari Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. yang dipercaya Kapolri menjadi Kapolda Jambi. Serah terima jabatan (sertijab) telah berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam, dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Pergantian pucuk pimpinan Polda Gorontalo tersebut merupakan bagian dari rotasi besar-besaran di tubuh Polri yang menyasar 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Kebijakan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Di balik pergantian tersebut, sosok Nurworo Danang menjadi perhatian. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 ini bukan perwira yang baru memasuki lingkaran jabatan strategis. Ia telah melewati berbagai posisi penting yang membentuk pengalaman panjangnya di tubuh Polri. Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Gorontalo, Danang sempat menjabat Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Polri.
Dalam posisi tersebut, ia membantu Irwasum Polri menjalankan fungsi pengawasan internal, pemeriksaan umum, perbendaharaan dan akuntabilitas di lingkungan kepolisian. Karier Danang juga banyak bersentuhan dengan pembinaan personel dan pengembangan sumber daya manusia Polri. Pada 2018, ia dipercaya sebagai Kabagyanhak Rowatpers SSDM Polri. Dua tahun kemudian, Danang menduduki jabatan Karo SDM Polda Riau. Kariernya berlanjut pada 2021 ketika ia dipercaya menjadi Kabaglekdik Rodalpers SSDM Polri. Setahun kemudian, ia naik menjadi Karodalpers SSDM Polri.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke jajaran Lemdiklat Polri. Pada 2024, Danang dipercaya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Pada 2025, Danang juga mendapat penugasan khusus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri. Ia dipercaya sebagai Wakasatgas sebelum kemudian menjabat Kasatgas MBG Polri. Kini, seluruh pengalaman tersebut dibawa ke Gorontalo. Dan tantangan yang menanti bukan perkara ringan. Sedikitnya ada tiga pekerjaan besar yang akan menjadi ujian awal kepemimpinan Danang di Bumi Serambi Madinah.
Pertama, praktik pertambangan emas ilegal yang kian marak di sejumlah wilayah Gorontalo. Aktivitas pertambangan tanpa izin bukan hanya menyangkut persoalan penegakan hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik kepentingan di lapangan, termasuk sering menelan korban jiwa. Kedua, dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang masih menjadi sorotan.
Pengawasan distribusi BBM bersubsidi dituntut tidak berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi mampu membongkar mata rantai apabila ditemukan adanya jaringan yang bermain. Ketiga, pengungkapan tindak pidana korupsi. Persoalan ini menjadi ujian tersendiri bagi jajaran Polda Gorontalo untuk menunjukkan keberanian dan profesionalitas dalam menangani perkara yang menyangkut penyalahgunaan kewenangan serta kerugian negara.
Tiga persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penegakan hukum yang tegas, terukur dan tidak tebang pilih. Pergantian Kapolda pun diharapkan tidak sekadar menjadi rotasi jabatan. Publik menunggu apakah pengalaman panjang Danang di tingkat Mabes Polri mampu diterjemahkan menjadi gebrakan nyata di daerah, khususnya dalam memberantas aktivitas ilegal yang selama ini menjadi sorotan. Sementara itu, Irjen Pol. Widodo yang sebelumnya memimpin Polda Gorontalo selanjutnya mendapat amanah sebagai Kapolda Jambi.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, pembinaan karier serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta. (roy)












Discussion about this post