Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Perundungan di lingkungan sekolah tak lagi dianggap sekadar kenakalan siswa. Polsek Bongomeme menegaskan, aksi bullying baik secara fisik, verbal, sosial maupun melalui media digital harus dihentikan karena dapat merusak mental korban sekaligus mencoreng lingkungan pendidikan.
Pesan tegas itu disampaikan Kanit Binmas Polsek Bongomeme Aipda Roma Arifyanto Akibun, S.Psi., saat menjadi pembina upacara bendera di SMPN 4 Satap Bongomeme, Desa Tohupo, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Senin (5/10/2026).
Di hadapan sekitar 65 siswa, Roma mengingatkan bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan sekalipun dapat berubah menjadi perundungan apabila dilakukan berulang, merendahkan atau menyakiti orang lain.
Ia membeberkan sedikitnya empat bentuk bullying yang harus diwaspadai siswa, yakni bullying fisik berupa tindakan memukul, menendang, mendorong atau mencubit; bullying verbal seperti mengancam, mempermalukan dan merendahkan; bullying sosial berupa pengucilan, penyebaran gosip hingga mengajak orang lain menjauhi korban; serta cyber bullying melalui media sosial.
“Kami mengimbau keras kepada seluruh siswa untuk tidak pernah melakukan tindakan perundungan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Jika melihat ada kejadian bullying, segera laporkan kepada guru atau wali kelas agar bisa ditangani dengan cepat,” tegas Roma.
Menurutnya, membiarkan bullying terjadi sama halnya memberi ruang bagi kekerasan tumbuh di lingkungan pendidikan. Karena itu, siswa diminta tidak menjadi pelaku maupun sekadar penonton yang membiarkan tindakan tersebut berlangsung.
Selain persoalan bullying, Polsek Bongomeme juga mengingatkan para siswa agar menjaga adab dan sopan santun terhadap guru maupun orang tua. Perilaku negatif yang dilakukan siswa dinilai tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga dapat menyeret nama baik keluarga dan sekolah.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WITA tersebut turut dihadiri Kepala SMPN 4 Satap Bongomeme Amran Puluhulawa, S.Pd., Bhabinkamtibmas Brigadir Andika Pratama, jajaran guru serta para siswa. (roy)














Discussion about this post