Gorontalopost.co.id, GORONTALO -– Jajaran personel Polres Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Kapolres, AKBP Ki Ide Bagus Tri,S.I.K., terjun langsung untuk menyalurkan air persih di Desa Parungi, Kecamatan Boliyohuto. Hal ini tidak lain sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.
Data yang dirangkum Gorontalo Post, penyaluran bantuan kemanusiaan ini dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, Desa Parungi. Selain pendistribusian air bersih, Kapolres Gorontalo beserta jajaran turut menyerahkan paket Sembako yang menyasar 30 Kepala Keluarga (KK).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (4/8) sekitar pukul 14.00 Wita itu, turut dihadiri oleh Kapolsek Boliyohuto Iptu Nixon M. Amuntu, Camat Boliyohuto Agus Santoso Rojikan, S.AP., Ketua Ta’Mirul Masjid Sajid Husain, serta puluhan warga penerima manfaat.
Dalam pengadaan bantuan ini, Polsek Boliyohuto bersinergi dengan PDAM Unit Boliyohuto untuk ketersediaan air, serta berkolaborasi dengan SPN Polda Gorontalo dalam penyediaan mobil tangki berkapasitas 6.000 liter. Pada tahap awal di Dusun Karya Baru Desa Parungi, petugas berhasil mendistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan kurang lebih 40 KK.
Berdasarkan data pemetaan Polsek Boliyohuto, terdapat 5 desa di wilayah hukumnya yang masuk dalam kategori rawan krisis air bersih saat musim kemarau. Lima desa tersebut yakni Desa Parungi, Desa Dulohupa, Desa Motoduto, Desa Iloheluma, dan Desa Suka Damai.
Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri,S.I.K. mengatakan, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang, tertib, dan mengutamakan budaya antri, saat mobil tangki air bersih atau pembagian Sembako tiba di lokasi. Jangan sampai ada tindakan saling berebut yang dapat memicu konflik antar warga.
“Gunakan bantuan air bersih yang disalurkan secara bijaksana dan hemat. Prioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok yang mendesak, seperti memasak dan air minum,” harapnya.
Di sisi lain, Alumnus Akpol 2005 ini pula mengemukakan, selain krisis air, musim kemarau sangat rawan memicu kebakaran. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan, atau meninggalkan kompor dan tungku dalam keadaan menyala.
“Mari kita senantiasa waspada dan saling mengingatkan. Jangan sampai peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah hukum Polres Gorontalo. Meski demikian, ketika hal tersebut terjadi, diharapkan agar masyarakat bisa segera melaporkan peristiwa tersebut, sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Boliyohuto Iptu Nixon Amuntu menambahkan, penyerahan Sembako serta pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh Kapolres beserta jajaran, tidak lain sebagai langkah cepat Polri yang hadir di tengah kesulitan masyarakat, yang terdampak kemarau. Untuk pendistribusian awal, saat ini difokuskan di Desa Parungi, khususnya Dusun Karya Baru.
“Terkait masih adanya warga di dusun dan desa lain yang belum kebagian air bersih, seperti di Dusun Karya Indah, Dusun Sentral, serta beberapa dusun di Desa Suka Damai dan Desa Motoduto, nantinya akan kami tindaklanjuti. Kami nanti akan bersama-sama dengan PDAM dan mitra terkait lainnya, akan terus melanjutkan pendistribusian air bersih ini secara berkala dan bertahap. Dan kami pastikan pengawalan ketat, agar bantuan ini tepat sasaran dan merata di lima desa rawan krisis air di wilayah Boliyohuto,” pungkas Iptu Nixon. (kif)












Discussion about this post