gorontalopost.co.id — Sumur gali dan sumur suntik warga Desa Parungi, Kecamatan Boliyohuto, mulai mengering akibat kemarau. Sebanyak 170 kepala keluarga pun kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu mendorong Polsek Boliyohuto menyalurkan 4.400 liter air bersih kepada warga pada Kamis, 17 September 2026. Penyaluran dilakukan sekitar pukul 09.00 WITA dengan menggandeng PDAM Unit Boliyohuto.
Kekeringan tidak hanya membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air. Lahan pertanian ikut terdampak karena kondisi tanah yang kering sehingga tidak dapat digarap. Kapolsek Boliyohuto IPTU Nikson Amuntu mengatakan warga perlu menghemat penggunaan air selama kemarau. Ia juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Dalam kondisi kemarau, masyarakat tidak hanya dihadapkan pada kesulitan air bersih, tetapi juga sangat rawan terhadap kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat agar menghindari aktivitas membakar lahan,” kata Nikson. Ia mengimbau warga saling membantu menghadapi kondisi kemarau. (tro)












Discussion about this post