gorontalopost.co.id – Unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Puskesmas Biau, Gorontalo Utara, melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada penanganan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. Inovasi Gerak Si Manis atau Gerakan Deteksi Dini Deabetes Melitus, dan Hipertensi merupakan upaya Puskesmas dalam menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang mulai menunjukan peningkatan.
Kepala UPTD Puskesmas Biau, Dakhri Zakaria, SKM, mengatakan program ini hadir sebagai langkah proaktif Pemerintah melalui Puskesmas dalam mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya skrining tekanan darah (hipertensi), dan kadar gula darah (diabetes/kencing manis), langsung ke tengah-tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, Gerak Si Manis sengaja dihadirkan, lantaran Hipertensi dan Diabetes kerap dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam, karena sering kali tidak menunjukkan gejala awal yang nyata. “Kebanyakan penderita baru menyadari kondisinya setelah terjadi komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, atau gagal ginjal,”ujarnya. Maka, lanjut Dakhri Zakaria, melalui Gera Si Manis, sasaran utama program ini tidak hanya menyembuhkan, melainkan mencegah dan mendeteksi lebih awal risiko penyakit sebelum berlanjut ke tahap yang lebih berat.
Fokus Utama & Kegiatan Gerak Si Manis
Dakhi Zakaria menjelaskan, pihaknya memberlakukan sistem jemput bola dan pemeriksaan gratis, dimana petugas kesehatan beserta kader, mendatangi Sekolah, Posyandu, kantor Posbindu, hingga fasilitas publik untuk melakukan cek tekanan darah dan tes gula darah berkala bagi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi dan konseling gaya hidup sehat. Kata dia, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pola makan seimbang (pembatasan gula, garam, dan lemak), pentingnya aktivitas fisik, serta pengelolaan stres.
Tidak hanya itu, Gerak Si Manis juga melakukan pencatatan dan pendampingan terintegrasi, dimana warga yang teridentifikasi memiliki risiko, atau tekanan darah/gula darah tinggi, akan langsung mendapatkan pendampingan, rujukan, serta pemantauan konsumsi obat secara teratur. “Inovasi Gerak Si Manis diciptakan agar masyarakat tidak takut lagi memeriksakan kesehatannya. Mencegah jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung gerakan ini demi mewujudkan warga yang produktif dan sehat,”terang Dakhri Zakaria, SKM.
Ia berharap, kedepan dengan berjalannya Gerak Si Manis, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini dan rutin, minimal sebulan sekali, dan dapat meningkat secara signifikan. “Inovasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen kami di UPTD Puskesma Biau] dalam memperkuat rantai pelayanan kesehatan primer berbasis komunitas,”tandasnya. (tro)














Discussion about this post