Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Ditengah kelangkaan gas elpiji yang terjadi saat ini. Di wilayah Boliyohuto Cs justru ribuan tabung gas elpiji 3 kilogram malah digelapkan oknum sopir Agen Dewa Gas yang bertugas mendistribusi tabung gas melon bersubsidi itu ke pangkalan.
Hal ini diungkapan Hamid Bau salah satu pemilik pangkalan di wilayah Kecamatan Mootilango grup. Diungkapkan Hamid, kejadian penggelapan tabung gas melon ini terjadi sejak Mei 2026. Sebelumnya pada Maret-April distribusi gas sudah tidak sesuai jadwal pengisian yang biasanya sepekan sekali. Namun baru terbongkar pada Mei ketika distribusi gas ke pangkalan sudah tidak ada sama sekali.
“Masalah ini sudah dimediasi oleh pemerintah kecamatan dan Polsek yang dihadiri LSM dan 12 orang pemilik pangkalan di Mootilango Grup. Dalam mediasi itu Agen minta Waktu dua bulan sejak Mei hingga 18 Juli 2026. “Tabung yang digelapkan sekitar 2.315 tabung milik agen, dan 2.100 milik pangkalan, totalnya sekitar 4.415 tabung.
“Kalau milik pangkalan saya yang dibawa sebanyak 89 tabung, sebagian sudah dikembalikan sekitar 70, masih tersisa 19 tabung lagi. masih sekitar 20 pangkalan sama sekali belum ada yang kembal tabungnya,”tutup Hamid sembari berharap tabungnya serta milik pangkalan yang lain bisa segera kembali.
Sementara itu General Manager PT Dewa Gas Gorontalo Muh Reza Bachraezy kepada wartawan media ini mengatakan, ada beberapa pengkalan yang sudah dikembalikan tabungnnya. “Jadi dua bulan kesepakatan itu kami akan bantu pengurusan tabung bisa kembali, karena berpatokan pada pernyataan si Toriq pelaku penggelapan,. bahwa dia minta waktu dua bulan kembalikan tabung,”ungkap Reza.
Namun, setelah batas waktu sudah habis, Toriq tidak ada itikad baik untuk kembalikan, sehingga itu jadi tanggungajwab agen, kendalanya bahwa memang stok tabung di PERTAMINA saat ini belum ada, nanti bulan depan. dan pihak agen bersedia mengganti,”kata Reza.
“Jadi motif pelaku menggelapkan tabung karena hasil penjualan tabung tersebut digunakan untuk berjudi sabung ayam serta hura-hura buat acara makan-makan,”ungkap Reza Kamis (23/7/2026) sembari mengakui bahwa kerugian yang dialami akibat penggelapan tabung itu mencapai ratusan juta.
“Saya sudah melaporkan pelaku penggelapan dan oknum penadah ke polisi. Hal ini karena pelaku kerap mengingkari janjinya. Tapi tidak ada satupun tabung gas yang dikembalikan,”tandas Reza. (roy)














Discussion about this post