Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Cuaca ekstrem yang disertai angin timur dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung terhadap pasokan ikan laut di Provinsi Gorontalo. Minimnya hasil tangkapan nelayan membuat ketersediaan ikan di sejumlah pasar tradisional menurun drastis, sehingga harga berbagai jenis ikan laut melonjak hingga dua kali lipat.
Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat di Kota Gorontalo dan sejumlah daerah lainnya. Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Gorontalo maupun beberapa pasar tradisional, lapak pedagang tampak tidak seramai biasanya karena stok ikan yang masuk jauh berkurang.
Kalaupun tersedia, jumlahnya terbatas dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari normal. Misalnya untuk ikan tongkol berupa Oci dan lajang yang biasanya dijual dengan Harga Rp 20-25 Ribu per/Kg. Kini dijual dengan Harga Rp 40 Ribu/Kg. Begitu pula dengan tuna yang normalnya Rp 50/kg, kini dijual dengan Harga Rp 70/kg.
Sejumlah pedagang mengaku pasokan ikan dari nelayan terus menurun akibat cuaca yang tidak bersahabat. Gelombang tinggi dan angin timur yang cukup kencang membuat banyak nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
“Kalau cuaca seperti sekarang, nelayan banyak yang tidak berani melaut. Akibatnya ikan yang masuk ke pasar sedikit, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Itu yang membuat harga naik,” ujar Karim Husain salah seorang pedagang ikan.
Kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh jenis ikan laut yang menjadi konsumsi masyarakat. Beberapa komoditas bahkan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dibandingkan harga normal karena pasokannya sangat terbatas.
Lonjakan harga tersebut dikeluhkan para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang bergantung pada ketersediaan ikan laut. Mereka mengaku harus mengurangi jumlah pembelian atau beralih ke jenis ikan lain yang harganya masih relatif terjangkau.
“Biasanya kami bisa membeli beberapa kilogram ikan untuk kebutuhan beberapa hari. Sekarang harganya sudah terlalu mahal sehingga terpaksa membeli lebih sedikit. Kondisi ini tentu sangat memberatkan, apalagi ikan merupakan kebutuhan pokok masyarakat Gorontalo,” kata WIlis Tilameo warga Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga ikan di pasaran. Salah satu solusi yang diharapkan adalah menjalin kerja sama dengan daerah-daerah penghasil ikan yang memiliki stok melimpah agar dapat memasok kebutuhan ikan di Gorontalo selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan distribusi hasil perikanan tetap berjalan sehingga kelangkaan ikan tidak berlangsung dalam waktu lama.
Warga memahami bahwa keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama ketika cuaca buruk melanda. Namun, mereka berharap pemerintah dapat mengantisipasi dampak lanjutan melalui kebijakan yang mampu menjaga ketersediaan pasokan ikan di pasar, sehingga lonjakan harga tidak semakin membebani daya beli masyarakat. (roy)












Discussion about this post