Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) masih menjadi tantangan serius di sektor kesehatan.
Menjawab persoalan tersebut, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menerjunkan ratusan mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Tahun 2026 untuk memperkuat deteksi dini kehamilan risiko tinggi dan pendampingan ibu hamil di Kabupaten Gorontalo.
Sebanyak 448 mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan dan kedokteran resmi dilepas usai mengikuti coaching sebagai bekal sebelum menjalankan pengabdian masyarakat. Mereka akan bertugas selama 13 Juli hingga 26 Agustus 2026 di 28 desa yang tersebar pada enam kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
KKN Profesi Kesehatan tahun ini mengangkat tema Optimalisasi Deteksi Dini dan Pendampingan Kehamilan Risiko Tinggi sebagai Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA). Melalui tema tersebut, mahasiswa didorong menghadirkan solusi berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini kehamilan berisiko tinggi serta pendampingan bagi ibu hamil.
Menurutnya, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari edukasi kesehatan ibu dan anak, pendampingan kehamilan, hingga memperkuat kolaborasi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah penempatan.
“Melalui pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam percepatan penurunan AKI dan AKA di Kabupaten Gorontalo,” ujar Rosbin.
Ia menambahkan, pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga momentum untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
“KKN Profesi Kesehatan merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa diharapkan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek kesehatan ibu dan anak,” ungkap Hafidz.
Ia menjelaskan, coaching yang diberikan sebelum keberangkatan menjadi bekal penting agar mahasiswa memahami substansi program, mekanisme pelaksanaan KKN, etika pengabdian, hingga strategi menyusun program sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi penugasan.
“Dengan pembekalan yang matang, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program secara profesional, adaptif, serta menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Tr-76)














Discussion about this post