gorontalopost.co.id – Semangat pelestarian budaya tampak jelas dalam gelaran ujian praktik tari mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo jurusan Sendratasik. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi akhir semester bagi mahasiswa angkatan 2023 dan 2024, sekaligus ruang unjuk kemampuan dalam bidang seni pertunjukan di lingkungan kampus.
Dalam pementasan tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai tarian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia. Ragam tari yang dibawakan meliputi Tari Putri Banggai, Tari Ceranah, Tari Alo Sirih Polo Dua, Tari Litanamandar, Tari Dero, dan Tari Dana-Dana Mongondow yang mewakili kekayaan budaya Sulawesi. Selain itu, hadir pula Tari Hutur Sanggul dari Sumatra, Yamko Rambe Yamko dari Papua, Tari Ruai dari Kalimantan Barat, Tari Kembang Molek dari Jawa, hingga Tari Cakalele yang menambah variasi pertunjukan Nusantara.
Salah satu peserta, Rizka Mayasari Mukti, mengungkapkan bahwa proses persiapan menuju pementasan tidak terlepas dari tantangan pembagian waktu antara latihan dan tugas kuliah lainnya. Ia menilai kerja sama tim menjadi faktor penting agar penampilan dapat berjalan sesuai harapan. “Tantangan paling dirasakan itu mengatur waktu latihan dengan mengerjakan tugas mata kuliah yang lain,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Selain menjadi bagian dari penilaian akademik, ujian praktik ini juga dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam aspek teknik gerak, komposisi tari, kekompakan, serta ekspresi dan penghayatan saat tampil di atas panggung. Setiap aspek penilaian tersebut menuntut kesiapan dan konsistensi mahasiswa selama proses latihan hingga pementasan.
Rizka berharap hasil yang diperoleh dapat sebanding dengan usaha yang telah dilakukan selama proses latihan. Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran praktik menuntut keterlibatan langsung dan tidak dapat hanya dipahami secara teori. “Harapannya bisa mendapat hasil nilai yang memuaskan, karena memang setiap ujian mata kuliah praktik harus dilakukan dengan praktik langsung,” katanya.
Pementasan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Nusantara melalui seni tari. Antusiasme penonton yang hadir turut memberikan apresiasi terhadap kerja keras mahasiswa Sendratasik UNG dalam menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai budaya dan kreativitas. (mg-07)













Discussion about this post