gorontalopost.co.id– Sebuah speedboat yang mengangkut 11 Warga Negara Asing (WNA) dan dua awak, dari Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, menuja Marisa, Gorontalo, dilaporkan hilang kontak, sejak Jumat (24/7) siang. Hingga, Sabtu (25/7) belum ada kabar ditemukanya, speedboad tersebut. Kantor SAR Gorontalo yang menerima laporan, langsung bergerak, dan melakukan pencarian di wilayah teluk tomoni.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto, operasi pencarian dilakukan setelah Basarnas Gorontalo menerima laporan dari seorang pemandu wisata bernama Mimin pada Jumat (24/7) pukul 15.40 Wita. Laporan tersebut menyebutkan kapal cepat yang berangkat dari Sanctum Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa belum tiba di tujuan sesuai jadwal.
Kapal diketahui bertolak sekitar pukul 07.30 Wita dengan membawa 11 wisatawan asing dan dua awak kapal. Kapal diperkirakan tiba di Pelabuhan Marisa sekitar pukul 11.00 Wita, namun hingga pukul 15.00 Wita belum juga tiba sehingga dilaporkan hilang kontak. Lokasi pencarian dipusatkan di sekitar koordinat 0°08’42.79″ LU – 121°48’15.46″ BT, atau sekitar 20,23 nautical mile di barat daya Pantai Pohon Cinta.
Sebanyak 13 orang yang masih dalam pencarian yakni Ferdiansyah, Arif, Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, Age Van Driesum, Matthias Prange, Celine Josette Menguy, Hector Fabio Prange, dan Ronny Josue Prange.
Heriyanto menjelaskan, hari ini operasi SAR dilaksanakan dengan membagi Tim SAR Gabungan ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian di sepanjang jalur pelayaran yang diduga dilalui korban. SRU 1 menggunakan Kapal Negara KN Limboto dengan cakupan pencarian sekitar 200 nautical mile persegi. SRU 2 mengerahkan RIB 03 Gorontalo untuk menyisir area sekitar 50 nautical mile persegi, sedangkan SRU 3 menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort yang melakukan penyisiran di area sekitar 50 nautical mile persegi.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, KN Limboto, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort. Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi tantangan berupa angin kencang dan gelombang laut. Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap mengedepankan keselamatan personel selama operasi berlangsung.
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 1–1,5 meter dan kecepatan angin 10–15 knot. “Kami mengerahkan alat utama dan personel yang tersedia bersama Potensi SAR serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar proses pencarian dapat berlangsung secara maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dan melakukan evaluasi berkala terhadap pola pencarian. Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar operasi SAR ini berjalan dengan aman dan memperoleh hasil yang diharapkan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, Heriyanto.
Basarnas Gorontalo akan terus menyampaikan perkembangan operasi pencarian secara berkala sesuai hasil yang diperoleh di lapangan. (roy)













Discussion about this post