logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

100 Tahun RSAS: Obrolan Buku, Angkat Sejarah Kesehatan dan Keteladanan Dokter Aloei Saboe

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 23 May 2026
in Headline
0
100 Tahun RSAS: Obrolan Buku, Angkat Sejarah Kesehatan dan Keteladanan Dokter Aloei Saboe

100 TAHUN RSAS: Obrolan Buku bertajuk “Menjadi Lebih Baik untuk Semua” pada Jumat (22/5) malam, di R.M Dapur LA, Kota Gorontalo. (foto: aviva: gorontalo post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.co.id – Dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, digelar kegiatan Obrolan Buku bertajuk “Menjadi Lebih Baik untuk Semua” pada Jumat (22/5/2026) malam di R.M Dapur LA, Kota Gorontalo.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WITA hingga selesai itu berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Acara tersebut dihadiri oleh tenaga kesehatan, komunitas literasi, dan keluarga Prof. dr. H. Aloei Saboe, yang terselenggara melalui kolaborasi antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe, dan Pusat Studi Dokumentasi dan Informasi H.B. Jassin. Kegiatan menghadirkan sejumlah pemantik, yakni Ketua IDI Wilayah Gorontalo M. Isman Jusuf, penulis senior Lisa Dama, serta Basri Amin dari Pusat Studi Dokumentasi H.B. Jassin.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan diskusi ringan mengenai buku Menjadi Lebih Baik untuk Semua, sebuah buku yang diterbitkan untuk menandai satu abad perjalanan RS Aloei Saboe. Dalam poster kegiatan juga disebutkan adanya kehadiran spesial keluarga besar Prof. dr. H. Aloei Saboe yang turut berbagi cerita dan kenangan selama acara berlangsung.

salah satu penulis buku M isman Jusuf menjelaskan bahwa buku Menjadi Lebih Baik untuk Semua tidak hanya mengangkat sejarah Rumah Sakit Aloei Saboe, tetapi juga perjalanan dunia kesehatan di Gorontalo secara menyeluruh.

Related Post

Sirene Tsunami Gorut Dibunyikan, Warga Datangi Pantai Sambil Live

Kasus KONI, Hari Ini Adhan ke Kejati

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

“Secara umum, buku ini menggambarkan perjalanan kesehatan di Gorontalo. Rumah Sakit Aloei Saboe ini menjadi rumah sakit pertama yang berdiri di Gorontalo tahun 1926. Jadi buku ini menceritakan perjalanan rumah sakit sekaligus perkembangan kesehatan di Gorontalo secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, buku tersebut memuat tiga pokok utama, yakni sejarah perjalanan RS Aloei Saboe selama 100 tahun, berbagai prestasi rumah sakit dari masa ke masa, serta kisah keteladanan Prof. dr. H. Aloei Saboe yang diangkat dalam bagian berjudul Cahaya Keteladanan.

“Yang kedua, buku ini menceritakan prestasi-prestasi Rumah Sakit Aloei Saboe sejak awal berdiri sampai sekarang. Dan yang ketiga adalah tentang tokoh yang diabadikan dalam rumah sakit itu, yaitu Prof. Dr. Saboe,” tambahnya.

Menurutnya, penerbitan buku tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sesuatu yang monumental dalam peringatan satu abad rumah sakit tersebut.

“Untuk mencapai usia 100 tahun itu tidak gampang. Karena itu harus ada sesuatu yang monumental, dan salah satunya adalah buku,” katanya.

Selain sebagai dokumentasi sejarah, buku tersebut juga diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi tenaga kesehatan di Gorontalo.

“Kita ingin nilai-nilai Dr. Saboe, Dr. Lim, dan Dr. Dunda terus hidup di relung-relung sanubari tenaga medis dan paramedis, baik di Rumah Sakit Aloei Saboe maupun di masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, Abdulhafidz Daud, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa buku tersebut mengisahkan perjalanan rumah sakit sejak masih berupa balai pengobatan hingga kini menjadi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Gorontalo.

“Dengan buku ini, kita bisa mengetahui bagaimana perjalanan Rumah Sakit Aloei Saboe sejak 1926 sampai saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut buku tersebut mengangkat perjuangan dan pengabdian Prof. dr. H. Aloei Saboe yang mulai mengabdi di Gorontalo sejak tahun 1941.

“Kisah tentang rumah sakit maupun Dokter Aloei Saboe ini ingin kami angkat kembali untuk menginspirasi kita di masa sekarang dan mengabadikannya agar tetap menginspirasi generasi mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdulhafidz Daud menyampaikan bahwa buku tersebut nantinya akan ditempatkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta tersedia dalam bentuk perpustakaan elektronik agar dapat diakses masyarakat luas.

“File elektroniknya juga akan kami siapkan supaya masyarakat bisa mengakses dan membaca kisah pengabdian Dokter Aloei Saboe serta perjalanan rumah sakit ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Basri Amin turut menjelaskan bahwa buku itu terdiri dari lima bab yang disusun berdasarkan semangat intelektual dan nilai kemanusiaan yang diwariskan Prof. dr. H. Aloei Saboe.

“Buku ini ditulis karena nafas intelektual dan nafas ilmu medis yang sangat memikat kepada kemanusiaan yang telah ditanamkan oleh Dr. Saboe,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan obrolan buku sengaja dibuat dalam suasana santai karena buku tersebut belum dibedah secara resmi dan belum didistribusikan secara luas kepada masyarakat.

Selain membahas isi buku, acara tersebut juga diisi dengan cerita sejarah perjalanan Prof. dr. H. Aloei Saboe semasa hidupnya, termasuk kisah pengabdian beliau dalam dunia kesehatan di Gorontalo. Tidak hanya itu, keluarga Prof. dr. H. Aloei Saboe turut membagikan kenangan dan pengalaman mereka bersama sosok dokter yang dikenal penuh dedikasi tersebut.

Suasana semakin hangat ketika para peserta dan narasumber berdiskusi mengenai perjuangan tenaga kesehatan pada masa lalu yang dinilai tetap relevan hingga saat ini. Semangat pengabdian di tengah keterbatasan menjadi salah satu nilai utama yang ingin diwariskan melalui buku tersebut.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta, narasumber, dan keluarga Prof. dr. H. Aloei Saboe melakukan foto bersama sebagai penutup rangkaian acara peringatan 100 tahun RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. (Mg-05)

Tags: 100 Tahun RSASAloei saboebasri aminIDI Gorontalopemkot gorontaloProf.Aloei SaboePusat Studi dokumentasi HB JassinRSAS Kota GorontaloRumah sakit Aleoi Saboe

Related Posts

DEKATI PANTAI - Pihak berwenang di Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air di Pelabuhan Kwandang, Senin (8/6). (ANTARA/Susanti Sako)

Sirene Tsunami Gorut Dibunyikan, Warga Datangi Pantai Sambil Live

Tuesday, 9 June 2026
Adhan Dambea

Kasus KONI, Hari Ini Adhan ke Kejati

Tuesday, 9 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026
Mohammad Kilat Wartabone Semasa Hidup

In Memoriam Mohammad Kilat Wartabone, Pendiri Pondasi Bone Bolango

Monday, 8 June 2026
Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Pertamina Kirim 400 Liter BBM Biosolar untuk Penanganan Bencana Banjir Gorut

Saturday, 6 June 2026
Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Friday, 5 June 2026
Next Post
Manajemen Pembelajaran Adaptif untuk Kelompok Disabilitas: Implementasi Teknologi Asistif dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif

Manajemen Pembelajaran Adaptif untuk Kelompok Disabilitas: Implementasi Teknologi Asistif dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.