Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Kota Barat, khususnya Kelurahan Lekobalo, dengan prioritas utama pada penanganan banjir, pembenahan drainase, hingga peningkatan kualitas kawasan permukiman.
Hal itu disampaikan dalam agenda silaturahmi pemerintah bersama masyarakat yang berlangsung di Kelurahan Lekobalo, Selasa (19/5/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi titik ke-16 dalam rangkaian pertemuan pemerintah dengan warga di berbagai kelurahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Gorontalo, Meidy N. Silangen, menjelaskan bahwa salah satu program strategis yang sedang disiapkan adalah pembebasan lahan untuk pembangunan penahan Sungai Tapodu melalui dukungan program nasional.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko genangan dan banjir yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat di beberapa wilayah Lekobalo. “Harapannya ke depan persoalan banjir dan genangan di Lekobalo bisa teratasi,” kata Meidy.
Selain penanganan sungai, pemerintah juga mengalokasikan anggaran kelurahan sebesar Rp200 juta pada tahun 2026 yang difokuskan untuk pembangunan serta pembersihan drainase lingkungan. Program itu akan dibarengi dengan pembangunan fasilitas sosial berupa taman baca lingkungan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Meidy memaparkan, sepanjang tahun 2025 pemerintah telah melakukan normalisasi dan pembersihan saluran di 55 titik di Kecamatan Kota Barat dengan total panjang lebih dari 14 kilometer. Dari jumlah tersebut, enam titik berada di Kelurahan Lekobalo dengan total panjang saluran yang telah dibersihkan mencapai sekitar 3,5 kilometer.
Tak hanya berkaitan dengan drainase, pemerintah juga menjalankan berbagai program lain di wilayah Kota Barat, seperti rehabilitasi sekolah, pembangunan septic tank bagi puluhan kepala keluarga, hingga peningkatan kualitas permukiman warga.
Khusus untuk Lekobalo, pemerintah turut menyiapkan program penataan kawasan kumuh melalui dukungan kementerian dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah. Program tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan, perbaikan sanitasi, penyediaan fasilitas persampahan, hingga pembangunan dan renovasi rumah warga.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menyampaikan progres pembangunan jaringan listrik di Kelurahan Pilolodaa guna memperluas akses layanan kelistrikan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani secara maksimal.(adv)













Discussion about this post