Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo resmi mengganti nama tiga ruas jalan strategis bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Rabu (20/5/2026).
Pergantian nama jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merawat sejarah sekaligus menanamkan nilai perjuangan dan keteladanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Tiga ruas jalan yang diresmikan dengan nama baru masing-masing Jalan Jaksa Agung Suprapto yang kini berganti menjadi Jalan B. J. Habibie sepanjang sekitar 5,2 kilometer, Jalan Robert Wolter Mongisidi menjadi Jalan Ajoeba Wartabone sepanjang 850 meter, serta Jalan Palma yang resmi berubah menjadi Jalan Zainal Umar Sidiki dengan panjang kurang lebih 2,7 kilometer.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Hermanto Saleh, menjelaskan bahwa perubahan nama jalan tersebut didasarkan pada kebutuhan penguatan identitas daerah serta kemudahan administrasi kewilayahan.
Menurut Hermanto, kebijakan itu memiliki dasar hukum yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 dan Surat Keputusan Wali Kota Gorontalo Nomor 168/26/IV/2026. Seluruh pembiayaan kegiatan, termasuk pengadaan perlengkapan jalan dan pelaksanaan seremoni, bersumber dari APBD Kota Gorontalo Tahun Anggaran 2026.
“Peresmian ini bukan hanya bentuk apresiasi pemerintah, tetapi juga upaya memperkenalkan keteladanan dan menumbuhkan semangat perjuangan serta kepatriotan kepada masyarakat,” ujar Hermanto saat menyampaikan laporan kegiatan.
Peresmian tiga nama jalan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Dalam sambutannya, Adhan menegaskan bahwa penggantian nama jalan bukan sekadar perubahan papan nama atau penunjuk arah, melainkan bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh yang telah berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
“Ini bukan sekadar seremonial penggantian plang. Ini adalah bentuk penghargaan pemerintah kepada para tokoh yang telah memberikan pengabdian dan perjuangan bagi masyarakat Gorontalo,” kata Adhan.
Pada kesempatan itu, Adhan juga menyampaikan rencananya untuk meninjau kembali sejumlah nama jalan lain di Kota Gorontalo agar dapat diabadikan menggunakan nama tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar bagi daerah maupun bangsa. “Saya punya niat beberapa nama jalan lain nantinya diganti juga. Kita akan cari tokoh-tokoh yang layak untuk diabadikan namanya,” ujarnya.
Momentum peresmian Jalan Ajoeba Wartabone menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Tokoh yang dikenal lewat semboyan “Sekali ke Jogja, tetap ke Jogja” itu dinilai memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan Republik Indonesia.
Perwakilan keluarga almarhum, Roeland Niode, mengaku bersyukur dan terharu atas penghormatan yang diberikan Pemerintah Kota Gorontalo kepada keluarganya. “Saya mewakili keluarga besar sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Gorontalo atas penamaan Jalan Ajoeba Wartabone ini,” ujar Roeland.
Ia kemudian mengenang keberanian Ajoeba Wartabone pada tahun 1947 saat situasi politik Indonesia tengah diwarnai upaya pecah belah oleh Belanda di bawah Van Mook.
Menurut Roeland, Ajoeba Wartabone saat itu dengan berani menyampaikan seruan “Sekali ke Jogja, tetap ke Jogja” dalam sebuah forum penting di Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta.
Roeland juga menyebut semangat perjuangan Ajoeba Wartabone sejalan dengan cita-cita sang adik, Nani Wartabone, yang dikenal sebagai salah satu tokoh besar perjuangan rakyat Gorontalo.
Wali Kota Adhan Dambea mengaku dirinya sempat terkejut setelah membaca sejumlah literatur sejarah tentang Ajoeba Wartabone yang diserahkan langsung pihak keluarga di kediamannya.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, Pemerintah Kota Gorontalo berharap masyarakat tidak hanya mengenang nama para tokoh lewat papan jalan, tetapi juga meneladani semangat perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian mereka bagi bangsa dan daerah.(adv)













Discussion about this post