Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo resmi mengumumkan pemenang sayembara desain Kantor Wali Kota Gorontalo pada malam penghargaan yang digelar di Hotel Aston, Jumat (15/5/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi penutup dari rangkaian seleksi desain yang diikuti para arsitek untuk menghadirkan konsep pusat pemerintahan baru yang representatif sekaligus menjadi ikon Kota Gorontalo di masa depan.
Dalam malam penganugerahan itu, pemerintah daerah menyerahkan piagam penghargaan, trofi, dan hadiah uang tunai kepada para pemenang. Karya berjudul Sumbu Bahtera Demokrasi keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah Rp150 juta. Sementara juara kedua menerima Rp75 juta dan juara ketiga Rp30 juta.
Penyerahan penghargaan turut disaksikan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, Sekretaris Daerah Ismail Madjid, Ketua DPRD Irwan Hunawa, serta pimpinan organisasi perangkat daerah. Turut hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Arsitek Indonesia, Mario Wibisono bersama jajaran pengurus IAI lainnya.

Dalam sambutannya, Indra Gobel menegaskan bahwa pelaksanaan sayembara menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam melibatkan tenaga profesional untuk merancang bangunan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menunjang pelayanan publik.
“Sayembara ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam melibatkan para profesional untuk menghadirkan bangunan yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsional bagi pelayanan masyarakat,” ujar Indra.
Konsep desain pemenang mengangkat nilai maritim, budaya, dan spiritualitas Serambi Madinah yang berpijak pada filosofi adat bersendikan syariat dan syariat bersendikan Kitabullah.
Melalui konsep Sumbu Bahtera Demokrasi, kantor wali kota dimaknai sebagai pelabuhan kemanusiaan, dengan pemerintah berperan sebagai nahkoda pembangunan menuju masa depan yang berkelanjutan dan tetap berakar pada identitas budaya lokal.
Bangunan utama dirancang menyerupai dermaga yang kokoh dan terbuka sebagai simbol kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Sementara sumbu kawasan diarahkan menuju gedung MICE berbentuk bahtera yang merepresentasikan perjalanan menuju masa depan hijau, religius, dan berkelanjutan.
Secara desain, rancangan tersebut mengusung tiga prinsip utama. Pertama, penguatan identitas lokal melalui penerapan motif karawo pada plaza dan fasad bangunan, bentuk atap yang terinspirasi dari Bantayo Poboide, serta konsep arsitektur maritim pada gedung MICE.
Kedua, prinsip keterbukaan dan inklusivitas diwujudkan melalui plaza ekonomi kreatif sebagai ruang aktivitas masyarakat sekaligus sumbu demokrasi yang menghubungkan area publik dengan kantor pemerintahan.
Ketiga, konsep keberlanjutan diterapkan melalui sistem pemanenan air hujan, pengelolaan limpasan air, penggunaan panel surya, kolam pendingin pasif, material daur ulang, pencahayaan alami, hingga sistem keamanan terintegrasi.
Sebelumnya, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memastikan pembangunan kantor wali kota baru akan mulai dilaksanakan tahun ini. Bahkan, pemerintah menargetkan peletakan batu pertama dapat dilakukan pada awal Agustus mendatang.
“Kita targetkan awal Agustus sudah peletakan batu pertama,” ungkap Adhan. (rwf)













Discussion about this post