Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Gorontalo mulai memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Salah satunya tanah longsor yang terjadi di ruas Jalan Sapta Marga, Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Selasa (19/5) sekitar pukul 15.00 Wita.
Longsor terjadi di jalur dua susun yang mengarah ke Kantor Gubernur Gorontalo setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari. Material tanah, batu, serta robohnya beton penahan tebing, menutup sebagian badan jalan, sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui kendaraan.
Pantauan Gorontalo Post di lokasi menunjukkan hampir separuh badan jalan tertimbun longsoran. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dikhawatirkan masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Aparat kepolisian bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan menutup sementara akses jalan tersebut.
Seluruh kendaraan yang hendak menuju kawasan perkantoran gubernur diarahkan menggunakan jalur alternatif di bagian atas demi menghindari risiko kecelakaan akibat material longsor yang masih labil.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, yang meninjau langsung lokasi kejadian mengatakan, penutupan sementara ruas jalan dilakukan demi keselamatan masyarakat dan para pegawai yang beraktivitas di kawasan Kantor Gubernur Gorontalo.
“Untuk sementara akses jalan ini ditutup hingga proses pembersihan material tanah dan beton selesai dilakukan. Pegawai maupun masyarakat diimbau menggunakan jalur lain sambil menunggu penanganan dari instansi terkait,” ujar Sofian, kemarin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini Gorontalo masih berada dalam musim penghujan yang rawan memicu banjir dan tanah longsor.
Menurutnya, warga yang tinggal di bantaran sungai maupun di wilayah perbukitan harus lebih berhati-hati, terutama ketika hujan turun dalam waktu yang cukup lama.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor maupun banjir agar tetap waspada dan segera menjauhi lokasi berbahaya apabila hujan terus mengguyur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hifny Tegela menjelaskan, pihaknya langsung melakukan assessment cepat di lokasi kejadian guna memastikan tingkat kerawanan dan mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
Selain melakukan pendataan, BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan material longsor serta pengamanan jalur lalu lintas di sekitar lokasi.
“Kami turun langsung melakukan asesmen untuk memastikan kondisi di lapangan aman serta mengantisipasi adanya longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan,” kata Hifny.(tha)









Discussion about this post