Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Sungai Bulango, tepatnya di Jembatan AMPI, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo memakan korban jiwa. Dua bocah yang terseret arus di sungai tersebut ditemukan meninggal dunia dalam operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), Sabtu (18/04) sore.
Identitas korban yakni Alindra Elmira Ramadhan (10) dan Muh. Nazril Pakaya (10). Saat kejadian, debit air sungai tiba-tiba meningkat sehingga menyeret keduanya. Upaya pencarian awal oleh keluarga belum membuahkan hasil sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak berwenang.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh pihak keluarga korban, Ibu Intan, kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo pada pukul 19.25 WITA. Berdasarkan laporan awal, insiden terjadi sekitar pukul 13.20 WITA saat kedua korban sedang mandi di sungai.

Tim SAR gabungan tiba di lokasi pada pukul 20.10 WITA dan langsung berkoordinasi dengan keluarga korban serta melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, khususnya di sekitar Jembatan Ampi hingga wilayah aliran Sungai Bulango.
Sekitar pukul 20.58 WITA, satu korban berhasil ditemukan pada sekitar bawah jembatan, tidak jauh dari titik korban mandi, Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 21.10 WITA.
Setelah evakuasi, tim melanjutkan pencarian terhadap satu korban lainnya hingga pukul 22.15 WITA. Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi malam hari yang menyulitkan proses evakuasi. Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (18/4) pukul 06.30 WITA.
Atas arahan dari kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Goronyalo kepada komandan regu Foxfort bahwa dilaksanakan upaya pencarian hari kedua ini di mulai pukul 06.30 wita dengan membagi 2 SRU yaitu SRU 1 melakukan penyisiran dari LKP menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet dari KPP Gorontalo dan BPBD kota Gorontalo Dan SRU 2 melakukan penyisiran di sepanjang Bantaran sungai.
Setelah melakukan penyisiran intensif selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya melihat tanda-tanda keberadaan korban. Pukul 16.05 WITA:* Korban ditemukan di sekitar perairan Tombulobutao dalam kondisi meninggal dunia.
Pukul 16.20 WITA, setelah proses evakuasi selesai, tim melaksanakan debriefing untuk mengevaluasi jalannya operasi. Dengan ditemukannya korban ke 2, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasinya.
Operasi pencarian ini menghadapi sejumlah tantangan berat di lokasi. Tim di lapangan melaporkan bahwa kondisi air sungai yang sangat keruh membatasi jarak pandang di bawah air. Selain itu, banyaknya bebatuan tajam di sepanjang aliran sungai serta faktor cuaca berupa hujan sempat menghambat pergerakan alut di air.
Dalam operasi ini, tim mengerahkan berbagai alat utama (alut) seperti Rescue Car Type II, truk personil, perahu karet (rubber boat), peralatan SAR air, drone untuk pantauan udara, serta alat komunikasi HT untuk koordinasi lapangan.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak terkait untuk proses lebih lanjut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. (roy)











Discussion about this post