Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo kembali menggelar prosesi Wisuda ke-60 yang berlangsung khidmat di Auditorium UNG, Selasa (14/4). Sebanyak 700 wisudawan resmi dikukuhkan melalui sidang terbuka senat universitas.
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Eduart Wolok, didampingi Ketua Senat, Femy Sahami, bersama jajaran anggota senat. Di balik ratusan lulusan dari jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3), terdapat kisah menarik yang menjadi sorotan, yakni salah satu mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi tanpa skripsi.
Fenomena ini menjadi perhatian tersendiri, sekaligus mencerminkan adanya inovasi dalam sistem pendidikan tinggi yang mulai membuka alternatif penyelesaian studi di luar jalur konvensional. Kelulusan tanpa skripsi tersebut umumnya ditempuh melalui skema lain, seperti publikasi ilmiah, karya inovatif, atau bentuk tugas akhir berbasis proyek yang diakui secara akademik.
Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, pendekatan ini dinilai relevan karena mendorong mahasiswa untuk lebih fokus pada hasil karya nyata dan keterampilan aplikatif.
Dalam sambutannya, Rektor UNG menegaskan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kerja keras bersama. “Keberhasilan hari ini bukan hanya milik mahasiswa, melainkan juga menjadi keberhasilan orang tua yang telah setia mendampingi, serta keberhasilan para dosen yang telah mendedikasikan ilmunya untuk membimbing kalian hingga meraih gelar akademik,” ujar Eduart.
Ia juga mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi nyata di masyarakat. “Terus menebarkan manfaat ilmu, menjunjung nilai integritas, dan menjaga karakter religius serta kemanusiaan di tengah tantangan global. Kesuksesan sejati bukan soal jabatan, tetapi sejauh mana ilmu dan keberadaan kalian bermanfaat bagi sesama,” pesannya.
Kisah mahasiswa yang lulus tanpa skripsi ini pun diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk tidak hanya terpaku pada pola lama, tetapi berani mengeksplorasi potensi diri dan memanfaatkan berbagai peluang akademik yang tersedia.
Wisuda ke-60 UNG ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan gelar, tetapi juga penanda bahwa dunia pendidikan terus bergerak adaptif, menghadirkan skema pembelajaran yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan zaman. (Tr-76)













Discussion about this post