Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyampaikan sejumlah kebijakan tegas setiap kegiatan silaturahmi dengan warga. Salah satunya adalah penggunaan telepon genggam di kalangan anak-anak.
Ia menilai, pemakaian yang tidak terkontrol berpotensi memicu berbagai dampak negatif, termasuk meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Karena itu, ia meminta peran aktif orang tua untuk mengawasi bahkan membatasi akses anak terhadap HP.
“Lebih baik anak menangis karena dibatasi, daripada kita menyesal melihat masa depan mereka rusak,” tegasnya. Tak hanya itu, Adhan juga menggarisbawahi pentingnya menjaga ketertiban sosial, khususnya terkait konsumsi minuman keras.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan bantuan kepada keluarga yang masih memiliki anggota dengan kebiasaan mabuk-mabukan, meski masuk kategori kurang mampu. Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga nilai-nilai moral dan identitas Kota Gorontalo sebagai daerah religius.
Di sisi lain, Adhan mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, salah satunya melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi, termasuk pengelolaan sampah.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya para ibu, dalam mengawasi anggota rumah tangga agar tidak terlibat dalam konsumsi rokok ilegal yang berdampak pada berkurangnya pendapatan daerah dari sektor cukai.
Lebih lanjut, Adhan mengungkapkan bahwa pembaruan data penerima bantuan sosial akan segera dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada Mei mendatang. Ia mengimbau warga yang kondisi ekonominya sudah membaik agar bersedia mengalihkan bantuan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
Dalam aspek pelayanan publik, ia menginstruksikan aparatur kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk memastikan penanganan sampah berjalan optimal tanpa penumpukan lebih dari 24 jam.(adv)













Discussion about this post