Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kemarahan warga Desa Bongo II Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo akhirnya memuncak hingga akhirnya melakukan aksi blokir jalan. Ini setelah rumah-rumah penduduk di wilayah itu ‘bermandikan’ debu buntut aktivitas truk pengangkut material pembangunan Sekolah Rakyat.
Pemblokiran jalan ini terjadi Rabu (8/4) pukul 10.00 WITA. Warga setempat menggunakan portal terbuat dari bambu yang panjang. Akibatnya kendaraan yang melintasi jalan itu terpaksa harus terhenti.
Kondisi ini memicu antrian panjang kendaraan dari kedua sisi jalan yang berlawanan arah. Tak lama berselang petugas kepolisian dari Polsek Wonosari tiba di lokasi pemblokiran jalan.
Kepada petugas warga menyatakan bahwa aksi blokir jalan ini spontan dilakukan akibat kecewaan warga terhadap truk yang melaju kencang dan menimbulkan debu berlebih ke rumah-rumah penduduk.
Setelah mendengar keluhan warga, apparat Polsek yang dipimpin langsung Kapolsek Wonosari, Iptu Zulkifli Saeng, SH., MH dengan sigap langsung mencari solusi terbaik yakni memediasia antara warga maupun vendor yang mengangkut material proyek.
Menurut Kapolsek, warga sebelumnya telah memperingatkan sopir truk untuk menyiram jalan guna mengurangi debu, namun keluhan itu diabaikan. Sehingga sekitar 20 warga Dusun Purwojati 4 terlibat dalam aksi tersebut.
“Mediasi segera kami lakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,”kata Kapolsek Wonosari Iptu Zulkifli Saeng. Mediasi itu jelas Kapolsek disaksikan langsung , Kepala Desa Bongo II Nasir Potutu, S.Pd, dan perwakilan masyarakat.
Dalam hasil mediasi, Kapolsek Wonosari berjanji mengkoordinasikan solusi bersama pihak terkait agar aktivitas masyarakat tetap lancar dan kondusif, serta mencegah gangguan kamtibmas di Kecamatan Wonosari.
Sementara itu, Kepala Desa Nasir Potutu mewakili warga meminta pihak Sekolah Rakyat atau vendor segera menyiram jalan Dusun Purwojati 4 sebelum melanjutkan pekerjaan.
Kapolsek juga telah berkoordinasi dengan vendor, yang menyanggupi menyiram jalan dua kali sehari dan memperlambat laju kendaraan untuk keselamatan warga. Pukul 11.20 WITA, portal pembolokiran dibuka, truk dilepaskan, dan situasi kembali aman serta kondusif. (roy).













Discussion about this post