gorontalopost.co.id – Angka kriminalitas di Kota Gorontalo menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir, meski masih didominasi kasus kekerasan seperti penganiayaan dan pengeroyokan.
Hal tersebut disampaikan Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol. Suryono, saat menghadiri kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo bersama masyarakat Kelurahan Dulomo Utara, Senin (6/4/2026) malam.
Dalam paparannya, Kombes Pol Suryono mengungkapkan bahwa jumlah kasus kriminal pada tahun 2024 tercatat sebanyak 208 kasus, kemudian menurun menjadi 187 kasus pada tahun 2025. “Secara angka memang ada penurunan, tetapi ini tetap menjadi perhatian kita bersama karena kasusnya masih cukup tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis kepolisian, sebagian besar tindak kekerasan tersebut dipicu oleh konsumsi minuman keras. Pelaku, kata dia, umumnya melakukan aksi saat berada dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol. “Faktor miras masih menjadi pemicu utama terjadinya penganiayaan dan pengeroyokan,” tegasnya.
Ia pun menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dalam menekan peredaran minuman keras melalui penerapan peraturan daerah. Penegakan aturan tersebut, lanjutnya, akan diperkuat melalui sinergi antara kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. Selain kasus kekerasan, Kapolresta juga menyoroti tingginya kasus asusila, khususnya yang menyasar perempuan dan anak.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari, guna meminimalkan potensi terjadinya kejahatan. “Kami tidak akan mentolerir pelaku, terutama dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak. Penindakan akan dilakukan secara tegas,” tandasnya.
Suryono menambahkan, penurunan angka kriminalitas turut dipengaruhi oleh penerapan kebijakan daerah pada masa pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel, serta intensifnya edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Adhan Dambea dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Indra Gobel, Sekretaris Daerah Ismail Madjid, Kepala BNN Kota Gorontalo, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo.(rwf)













Discussion about this post