logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Krisis Bahlil

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 4 March 2026
in Disway
0
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

Perangnya di Iran krisisnya bisa di Indonesia: krisis batu bara –berakibat krisis listrik.

Penyebabnya dua: produksi batu bara berkurang dan harga ekspor naik.

Related Post

Aset Berharga

Hakka Ngiau

Geger Gowa

Bintang Vela

Produksi berkurang bisa dilihat dari dua sudut: yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.

Yang menyenangkan: pemerintah kelihatannya sengaja membatasi produksi batu bara. Agar tidak dikuras seperti delapan tahun terakhir. Alam hancur. Cadangan menipis.

Yang kurang menyenangkan: itu akibat persetujuan pemerintah yang lambat atas rencana kerja tahunan perusahaan-perusahaan tambang.

Banyak perusahaan tambang yang empot-empotan akhir tahun 2025: sampai Desember tahun itu rencana kerja mereka untuk tahun 2026 belum disetujui. Padahal biasanya sebulan sebelumnya persetujuan sudah di tangan.

Perang Iran kelihatannya akan lebih panjang dari mimpi bersama Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Krisis batu bara juga bisa berakibat panjang –sampai seperti listrik di Indonesia ikut kena rudal.

Ada yang sampai minggu keempat Desember lalu rencana kerja itu belum disetujui. Padahal seharusnya seminggu kemudian mulai menambang. Yang harus menyetujui: menteri ESDM.

Mungkin Bahlil Lahadalia masih merenung. Atau cari petunjuk: apakah ada perusahaan yang rencana tahunannya perlu ditolak. Atau jumlah produksinya tidak boleh lagi gila-gilaan seperti selama ini –sampai ada satu perusahaan yang labanya Rp 2 triliun sebulan.

Anda sudah tahu: biar pun Anda punya tambang tidak begitu saja langsung bisa mengeduk batu baranya. Tiap menjelang akhir tahun Anda harus mengajukan rencana kerja untuk tahun berikutnya: Anda ingin berproduksi berapa puluh ribu ton.

Rencana Anda itu akan dievaluasi: apakah Anda benar-benar mampu berproduksi sebanyak yang Anda usulkan. Akan dilihat dulu berapa produksi Anda di tahun sebelumnya. Dilihat juga kinerja Anda. Termasuk ketaatan Anda pada aturan pemerintah. Termasuk di soal lingkungan hidup.

Tanpa persetujuan itu tidak boleh ada penambangan. Maka ada perusahaan yang begitu selesai merayakan malam tahun baru 2026 tambangnya berhenti. Tanpa tahu sampai kapan. Alat-alat berat nganggur –sewanya harus terus dibayar. Orang-orangnya nganggur –harus tetap sarapan dan minum kopi.

Di bulan Januari mulailah beberapa rencana kerja disetujui. Banyak yang tidak cocok dengan yang diusulkan. Banyak yang jumlah produksinya dikhitan.

Begitu Is-Am menyerang Iran –dan Iran membalas– harga ekspor batu bara naik dua dolar. Harga ekspor batu bara biasanya memang mengikuti harga minyak dunia.  Batu bara ikut naik.

Belum semua minyak naik harga. Beberapa justru turun: Minas dan Duri termasuk yang turun. Itu minyak produksi dari lapangan minyak di Riau. Harga minyak Kansas, pedalaman Amerika, juga turun sedikit.

Selebihnya –ada lebih 200 jenis minyak di dunia ini– naik. Turunnya Minas dan Duri agak aneh. Padahal jenis minyak dari dua lapangan itu termasuk terbaik di dunia –mudah diolah jadi BBM.

Tidak akan ada rudal Israel dan Iran yang jatuh di Indonesia. Tapi kalau perang sampai menutup selat Hormuz harga minyak bisa di atas USD100 per barel. Itu berarti dana pemerintah Indonesia akan terkuras ke subsidi BBM. Program Makan Bergizi Gratis akan terancam kekurangan gizi.

Pun pengusaha batu bara akan pilih ekspor daripada mencukupi kebutuhan dalam negeri. Ini ancaman serius. Bahlil bisa kehilangan jabatan kalau sampai terjadi krisis listrik –meskipun ada yang menunggu-nunggu pemecatan itu.

Tanda-tandanya sudah mulai ada –tanda krisis batu bara, bukan tanda pemecatan. Banyak pembangkit listrik PLN dan IPP yang kekurangan batu bara. Stok batu bara mereka ada yang tinggal untuk lima hari. Bahkan ada yang tinggal dua hari.

Mereka pun mulai ada yang sengaja menurunkan saturasi –agar pasien bisa menghemat isi tabung oksigen. Pemakaian batu baranya dikurangi 40 persen. Produksi listriknya berkurang. Tentu itu sangat merugikan PLN dan IPP. Tapi rugi besar lebih baik dari pada rugi sangat besar.

Tentu sambil menurunkan saturasi mereka berharap ada tongkang pengangkut batu bara yang segera datang ke pelabuhan khusus mereka. Mereka harus lebih keras berdoa: agar gelombang laut bulan Februari tidak sebesar Februari-Februari lalu.

Doa itu mungkin sulit dikabulkan biar pun yang berdoa lebih lama berdiri di dermaga sampai lupa kalau matahari sudah tenggelam –waktunya berbuka. Februari tahun ini tetap saja banyak badai –meski petirnya sudah pindah ke Agrinas Pangan Nusantara.

Lebih baik berdoa sambil berpuasa: semoga pemerintah tidak hanya tegas di BoP tapi juga tegas melarang ekspor batu bara sebelum kepentingan dalam negeri terpenuhi.

Israel dan Amerika seharusnya tidak menyerang Iran. Kalau pun Israel-Amerika benci Iran setidaknya harus ingat: betapa besar kebaikan Indonesia pada mereka belakangan ini.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Aset Berharga

Aset Berharga

Monday, 31 August 2026
Hakka Ngiau

Hakka Ngiau

Thursday, 27 August 2026
Geger Gowa

Geger Gowa

Monday, 24 August 2026
Bintang Vela

Bintang Vela

Saturday, 22 August 2026
Kupas Bawang

Kupas Bawang

Saturday, 22 August 2026
Tiga Inklusif

Tiga Inklusif

Thursday, 20 August 2026
Next Post
Hebat! UNG Kini Miliki Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi

Hebat! UNG Kini Miliki Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Muh. Amier Arham

Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

Tuesday, 1 September 2026
Ssstttt, Dini Hari 1 September Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi, Pertamina Dex Rp 25.200 per Liter

Ssstttt, Dini Hari 1 September Harga BBM Non Subsidi Naik Lagi, Pertamina Dex Rp 25.200 per Liter

Tuesday, 1 September 2026
Turnamen Basket 3×3 Antar SMP Berakhir, Spendugo dan MTsN 1 Borong Juara

Turnamen Basket 3×3 Antar SMP Berakhir, Spendugo dan MTsN 1 Borong Juara

Monday, 31 August 2026
Jangan Larut di Era Digital, Adhan: Pramuka Harus Berpegang Teguh Satya Darma

Jangan Larut di Era Digital, Adhan: Pramuka Harus Berpegang Teguh Satya Darma

Monday, 31 August 2026

Pos Populer

  • HNW–Din Syamsuddin Dorong Pesantren Jadi Rujukan Pendidikan Holistik

    HNW–Din Syamsuddin Dorong Pesantren Jadi Rujukan Pendidikan Holistik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Hadiri Seminar UI, Kepala BIN Herindra Dorong Regulasi Antispionase untuk Jaga Kedaulatan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Kemarau Diprediksi Hingga November, Petani Gagal Panen, Nelayan Dihadapkan Musim Timur

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Kemarau Diprediksi Hingga November, Umar Karim Desak Segera Antisipasi 

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Data Gambaran Fakta dan Dasar Perumusan Kebijakan

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.