logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Persepsi

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 3 March 2026
in Persepsi
0
Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

“Kajian atas catatan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap program dan Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Gorontalo”

 

Oleh : Dedy S. Palyama, SE. M.Si

 

Related Post

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Politik Rangkul Ulama

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Catatan BPKP bahwa 87 persen program dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Gorontalo belum sejalan dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati patut menjadi bahan refleksi bersama. Angka tersebut tidak sekadar menggambarkan persoalan teknis perencanaan, melainkan menyentuh inti tata kelola pemerintahan daerah: bagaimana mandat politik kepala daerah diterjemahkan secara konsisten ke dalam kerja birokrasi.

Dalam sistem pemerintahan daerah, visi dan misi kepala daerah bukan sekadar janji politik. Ia merupakan arah pembangunan yang telah dilembagakan ke dalam dokumen perencanaan jangka menengah daerah. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 menempatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai penjabaran resmi visi dan misi kepala daerah sekaligus pedoman bagi seluruh perangkat daerah. Dengan demikian, setiap program OPD sejatinya adalah instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah disepakati secara demokratis.

Ketika sebagian besar program OPD tidak sejalan dengan visi dan misi tersebut, muncul pertanyaan mendasar: di manakah letak persoalannya? Apakah pada kualitas perencanaan, mekanisme koordinasi, atau pada kepemimpinan administratif yang mengawal proses tersebut?

Tantangan Transisi Kepemimpinan

Perubahan kepala daerah selalu membawa tantangan transisi. Tidak jarang, dokumen perencanaan masih disusun oleh pejabat pimpinan tinggi yang diangkat pada periode sebelumnya. Dari sudut pandang sosiologis, kondisi ini dapat dipahami. Birokrasi memiliki kecenderungan bekerja dengan pola yang relatif stabil dan berhati-hati terhadap perubahan.

Namun, dalam kerangka hukum dan tata kelola pemerintahan, birokrasi dituntut untuk bersikap adaptif. Aparatur sipil negara bekerja untuk jabatan dan sistem pemerintahan, bukan untuk individu atau rezim tertentu. Oleh karena itu, pergantian kepala daerah seharusnya diikuti oleh penyesuaian arah kebijakan dan program kerja OPD.

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 menegaskan bahwa OPD merupakan unsur pembantu kepala daerah. Kepala OPD bertanggung jawab atas perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program sesuai dengan kebijakan kepala daerah. Dengan konstruksi ini, alasan “warisan rezim lama” tidak cukup kuat untuk menjelaskan ketidaksinkronan yang terjadi secara masif.

Instruksi yang Menegaskan Arah

Kewajiban penyelarasan semakin jelas dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang pedoman penyusunan RPJMD dan rencana strategis OPD 2025–2029. Instruksi ini menegaskan bahwa RPJMD harus disusun berdasarkan visi dan misi kepala daerah terpilih, dan Renstra OPD wajib mendukung pencapaiannya melalui indikator dan target yang terukur.

Instruksi tersebut dimaksudkan untuk memastikan kesinambungan antara mandat politik kepala daerah dan kerja teknokratis birokrasi. Ketika ketidaksinkronan tetap terjadi setelah pedoman ini ditetapkan, persoalan yang muncul bukan lagi sekadar keterlambatan adaptasi, melainkan lemahnya konsistensi dalam menjalankan arah kebijakan.

Perencanaan sebagai Instrumen Pembangunan

Perencanaan pembangunan daerah memiliki fungsi strategis, terutama dalam konteks keterbatasan fiskal. Program yang dirancang tanpa keselarasan visi berisiko terfragmentasi, tumpang tindih, dan sulit diukur dampaknya. Pada akhirnya, kondisi ini dapat mengurangi efektivitas belanja publik dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Bagi publik, ketidaksinkronan perencanaan bukan isu abstrak. Ia berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan, keberlanjutan program, dan capaian pembangunan yang dirasakan sehari-hari. Karena itu, pembenahan perencanaan bukan semata kewajiban administratif, melainkan kebutuhan substantif untuk memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

Dimensi Kepercayaan dalam Birokrasi

Di luar aspek hukum dan teknis, ada dimensi lain yang tak kalah penting, yakni kepercayaan. Pemerintahan tidak hanya dijalankan melalui aturan tertulis, tetapi juga melalui relasi kerja dan kepercayaan antara kepala daerah dan birokrasi. Profesionalisme aparatur tetap menjadi fondasi utama, tetapi profesionalisme yang tidak disertai kepercayaan sering kali menghasilkan kepatuhan yang bersifat formal.

Dalam praktik, kepala daerah membutuhkan pejabat pimpinan tinggi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga dipercaya untuk menerjemahkan visi pembangunan ke dalam kebijakan dan program nyata. Tanpa kepercayaan, proses perencanaan berisiko berhenti pada pemenuhan prosedur, bukan pada pencapaian tujuan.

Penting untuk ditegaskan bahwa mempertimbangkan faktor kepercayaan tidak berarti mengabaikan prinsip meritokrasi. Sebaliknya, kepercayaan dan kompetensi perlu berjalan beriringan. Kompetensi memastikan kualitas kebijakan, sementara kepercayaan memastikan arah kebijakan dijalankan sesuai “selera” Kepala Daerah.

Menuju Penyelarasan yang Lebih Baik

Temuan 87 persen ketidaksinkronan seharusnya menjadi momentum evaluasi dan pembenahan. Pemerintah daerah perlu meninjau kembali dokumen perencanaan OPD, memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta memastikan bahwa setiap program memiliki keterkaitan yang jelas dengan visi dan misi kepala daerah.

Lebih jauh, penataan pejabat pimpinan tinggi perlu ditempatkan dalam kerangka membangun birokrasi yang profesional sekaligus selaras secara kebijakan. Dengan demikian, visi kepala daerah tidak berhenti sebagai dokumen normatif, melainkan benar-benar menjadi panduan kerja pemerintahan.

Penutup

Pada akhirnya, pembangunan daerah menuntut keselarasan antara mandat politik dan kerja administratif. Hukum telah memberikan kerangka yang jelas, sementara masyarakat menunggu hasil nyata. Menjembatani visi-misi kepala daerah dan kerja birokrasi bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga soal komitmen bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan publik.(*)

 

Penulis adalah pemerhati sekaligus
praktisi kebijakan publik

Tags: Dedy S. PalyamaHarian PersepsipersepsiTulisan Dedy S. Palyamatulisan persepsi

Related Posts

Yusran Lapananda

Memaknai Kebijakan Pemberian Kesempatan & Perpanjangan Waktu dalam Penganggaran & Pembayaran Melampaui Tahun Anggaran

Thursday, 5 March 2026
Muhammad Makmun Rasyid

Politik Rangkul Ulama

Tuesday, 3 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Husin Ali

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026
Ridwan Monoarfa

Bullshit Jobs, Ilusi Pembangunan, dan Jalan Birokrasi Entrepreneur di Gorontalo

Thursday, 26 February 2026
Next Post
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Discussion about this post

Rekomendasi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Lapak pasar murah milik PT PG Gorontalo diserbu warga dengan penjualan gula murah Rp 16.000/kg. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Pabrik Gula Gorontalo Jual Gula Murah Stabilkan Harga Pasar

Friday, 6 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

    35 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.