logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Hilirisasi Realistis: Menjadikan Gorontalo Utara Episentrum Rumput Laut

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 24 February 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

Tulisan ini merupakan respon atas masukan masyarakat Gorontalo Utara yang diserap penulis pada agenda reses DPRD Provinsi. Harapannya, kebijakan pengembangan rumput laut tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi benar-benar menjamin kepastian harga, mutu hasil, dan martabat petani.

Mengubah wajah ekonomi pesisir Gorontalo Utara tidak bisa dilakukan hanya dengan membagikan bantuan bibit secara rutin setiap tahun anggaran. Dibutuhkan pergeseran paradigma kebijakan: dari sekadar mengejar kuantitas produksi menuju standar mutu yang ketat. Tanpa keberanian mengintervensi tata niaga dan pascapanen, pengembangan rumput laut hanya akan menjadi statistik produksi yang sunyi dari dampak kesejahteraan.

Program pengembangan rumput laut yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Gorontalo sejatinya membuka arah baru. Laut tidak lagi dipandang sebagai batas geografis, melainkan ruang ekonomi masa depan.

Related Post

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Spanyol, Bola, dan Islam

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, potensi lahan budidaya laut mencapai 4.859,98 hektare. Namun hingga kini, tingkat pemanfaatannya baru sekitar 4,25 persen. Kesenjangan inilah yang menempatkan Gorontalo Utara sebagai pilihan wilayah pengembangan.

Momentum kebijakan itu mulai terlihat pada 2025, ketika Gorontalo Utara ditetapkan sebagai lokasi percontohan budidaya rumput laut ramah lingkungan. Penerapan pelampung High Density Polyethylene (HDPE) dan penggunaan bibit berkualitas di wilayah Kecamatan Anggrek dan Kwandang merupakan langkah awal yang tepat. Estimasi produksi yang mampu mencapai 7,8 ton per hektare per bulan menunjukkan bahwa rumput laut sesungguhnya adalah “raksasa tidur” ekonomi pesisir.

Namun potensi besar tersebut masih dibayangi persoalan mendasar. Hasil kunjungan reses dan laporan lapangan menunjukkan bahwa petani masih menghadapi keterbatasan bibit berkualitas yang berkelanjutan. Teknik budidaya di tingkat masyarakat belum seragam dan sebagian besar belum mengacu pada standar baku. Akibatnya, mutu hasil panen sangat variatif dan posisi tawar petani menjadi rapuh di tengah fluktuasi harga.

Persoalan utama rumput laut bukan terletak pada kemampuannya tumbuh, melainkan pada standarisasi dan kepastian harga. Banyak petani mampu berproduksi melimpah, tetapi pendapatan rumah tangga tidak ikut meningkat. Lemahnya manajemen pascapanen serta ketergantungan pada rantai tengkulak membuat petani sering hanya menjadi penonton ketika harga komoditas global melonjak.

Karena itu, penguatan sektor hulu harus dilakukan secara disiplin dan terukur. Pemerintah daerah perlu menjamin ketersediaan bibit berkualitas melalui pembangunan kebun bibit yang dikelola secara profesional. Pendampingan teknis harus bersifat berkelanjutan, memastikan pola tanam sesuai musim dan standar teknis yang benar. Ukuran keberhasilan kebijakan tidak lagi berhenti pada luas bentangan lahan, melainkan pada produktivitas riil dan konsistensi mutu.

Di sisi hilir, infrastruktur pascapanen merupakan prasyarat mutlak. Rumah pengeringan terstandar, gudang kolektif, dan sistem sortasi di titik produksi utama harus menjadi prioritas. Tanpa sarana dasar ini, nilai tambah akan terus bocor ke luar daerah dalam bentuk bahan mentah, sementara risiko ekonomi tetap ditanggung petani.
Hilirisasi juga perlu diterjemahkan secara realistis. Gorontalo Utara tidak harus membangun industri pengolahan besar dalam waktu singkat. Tahap awal seperti pengeringan mekanis untuk menjaga kadar air, standarisasi pengepakan, hingga produksi setengah jadi sudah cukup untuk meningkatkan nilai jual di tingkat lokal. Dalam konteks ini, koperasi dan kelembagaan ekonomi rakyat harus ditempatkan sebagai aktor utama, bukan sekadar pelengkap proyek.

Menjadikan rumput laut sebagai komoditas unggulan pada akhirnya adalah soal keberanian menegaskan pilihan kebijakan. Jika pemerintah berhenti pada urusan produksi, rumput laut akan tetap murah di laut dan mahal di pasar. Namun jika kebijakan berani mengendalikan mutu melalui standarisasi, memperkuat sarana pascapanen, dan melindungi kelembagaan petani, maka rumput laut dapat menjadi fondasi ekonomi pesisir yang berdaulat. Di sanalah potensi 4.859 hektare laut Gorontalo Utara menemukan makna kesejahteraan yang nyata bagi rakyat. (*)

Penulis adalah Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Gorontalo Utara

Tags: goruthilirisasiRidwan MonoarfaRumput laut

Related Posts

Husin Ali

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Wednesday, 22 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Tuesday, 21 July 2026
Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Monday, 20 July 2026
Basri Amin

Spanyol, Bola, dan Islam

Monday, 20 July 2026
Muh. Amier Arham

Gorontalo Karnaval Karawo, Untuk Apa?

Sunday, 19 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Thursday, 16 July 2026
Next Post
AKBP Sigit Rahayudi,S.I.K.

Kasus Pencabulan Jadi Atensi Kepolisian, Penegak Hukum Sepakat Berikan Hukuman Terberat Bagi Pelaku

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

Saturday, 25 July 2026
Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

Saturday, 25 July 2026
11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.