logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Mati Kekenyangan

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 20 February 2026
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

KALAU di Tarim ziarah orang ke makam seribu wali, di Mesir ziarahnya ke makam 40 Nabi. Seribu wali adalah kiasan, 40 Nabi adalah beneran: Mesir adalah Tanah Nabi.

Salah satunya Nabi Daniel.

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

Ternyata makam Nabi Daniel bersebelahan dengan Nabi Lukman Hakim. Nama Nabi Daniel disebut dalam Kitab Perjanjian Lama. Nama Lukman disebut dalam Alquran, bahkan menjadi nama surah: Surah Lukman.

Anda sudah tahu mukjizat yang dimiliki Nabi Daniel: ketika dimasukkan ke kandang singa justru para singa itu menundukkan kepala kepadanya. Sedang keistimewaan Lukman adalah ”ayah teladan” dalam mendidik anak.

Nabi Daniel hidup di antara Nabi Musa dan Yesus. Lukman Hakim hidup di era menjelang kelahiran Nabi Daud. Daud sendiri makamnya di Hadramaut, dua jam naik mobil dari Tarim. Setahun sekali haulnya difestivalkan besar-besaran: dua minggu sebelum kedatangan saya di Tarim.

Makam Nabi Daniel dan Lukman, keduanya sangat sederhana. Di lantai bawah masjid Nabi Daniel di kota Alexandria. Tidak jauh dari stasiun kereta api jurusan Kairo. Di seberang penjual air gilingan tebu yang laris.

Ini kali pertama saya ke Alexandria. Di tepi laut Mediterania. Di sinilah pelabuhan terbesar Mesir berada. Kalau Kairo itu Beijing, Alexandria adalah Tianjin-nya.

Saya ingat-ingat gaya kota Alexandria seperti kota-kota di Italia Selatan. Atau Prancis Selatan. Pantai utara Mesir memang berhadapan dengan pantai selatan Italia dan Prancis.

Karena itu ketika raja terakhir Mesir digulingkan, Raja Farouq, larinya ke Italia. Pakai kapal mewah milik kerajaan. Tinggal menyeberang laut Mediterania.

Alexandria memang pernah menjadi ibu kota Mesir: hampir selama 1000 tahun. Sebelum akhirnya pindah ke Kairo.

Cuaca Alexandria juga lebih enak daripada Kairo. Pun sampai sekarang. Maka di musim panas penduduk kota ini bertambah tiga juta orang –dari biasanya lima juta. Orang kaya Kairo menghindari panas 46 derajat dengan pergi ke Alexandria.

Berakhirnya kerajaan di Mesir baru terjadi ketika saya berumur satu tahun. Republik Mesir tujuh tahun lebih muda dari Republik Indonesia.

Kita merdeka dengan mengusir Belanda. Mesir merdeka dengan mengusir raja.

Tahun-tahun itu rakyat Mesir sangat marah kepada raja: tidak bersikap apa-apa saat negara Israel mulai didirikan di Jerusalem –menduduki Palestina. Bahkan Israel akhirnya menguasai 20 persen wilayah Mesir: seluruh dataran Sinai diduduki Israel.

Raja Farouq memang tidak pernah mikir apa-apa kecuali wanita, wanita dan minuman gila. Hobi lainnya: makan enak dan sangat enak. Makannya harus selalu masakan Prancis dari chef terbaik yang didatangkan ke Alexandria.

Pun ketika sudah mengungsi ke Napoli. Lalu ke Roma. Ia tetap mengoleksi wanita –termasuk Miss Italia saat itu. Akhirnya Raja Farouq meninggal dunia. Penyebabnya, kata rakyat Mesir yang kelaparan: makan kekenyangan. Versi politiknya: mati diracun.

Waktu mengusir raja itu Gamal Abdul Nasser masih letnan kolonel. Lantas jadi presiden pertama Mesir. Jasa terbesarnya adalah: membebaskan Kairo dari banjir abadi. Setiap Sungai Nil meluap wilayah kanan kiri sungai itu terendam air.

Nasser membangun Bendungan Aswan –nun di hulu Sungai Nil. Dananya tidak cukup. Nasser ambil keputusan besar: mengambil alih Terusan Suez.

Sebenarnya investor swasta Prancis itu masih punya hak konsesi 12 tahun lagi. Nasser perlu dana. Konsesi 99 tahun itu pun diakhiri 12 tahun lebih cepat.

Tapi itu bukan nasionalisasi secara paksa. Dapat ganti rugi. Toh sudah mengelolanya selama hampir 80 tahun. Sudah balik modal sejak lama.

Kini terusan Suez menjadi penghasil devisa terbesar kedua bagi Mesir: sekitar USD12 miliar setahun. Yang pertama: dari remiten tenaga profesional Mesir yang bekerja di luar negeri. Utamanya di Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait. Mereka menjadi profesional perminyakan.

Baru posisi ketiga didapat dari hasil pariwisata: jualan Firaun.

Wilayah yang dulunya bencana abadi pun lantas menjadi tanah pertanian yang subur: delta Sungai Nil. Lebarnya 200 km, panjangnya 400 km. Mesir ekspor buah kurma, jeruk, dan sayur.

Rasanya Bung Karno kalah oleh sahabat baiknya dari Mesir itu. Coba Anda ingat: apa monumen kemajuan ekonomi peninggalan Bung Karno. Di akhir pemerintahan Bung Karno inflasi 600 persen.

Nasser meninggalkan Aswan, Suez dan wilayah besar pertanian. Tiga-tiganya jadi penghasil devisa negara sepanjang masa.

Pun Firaun, mewariskan devisa sepanjang masa. Sejarah kian menarik dibaca di kurun yang kian jauh. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
Lapak Takjil Cara Mahasiswa di Gorontalo Lebih Produktif di Bulan Ramadan

Lapak Takjil Cara Mahasiswa di Gorontalo Lebih Produktif di Bulan Ramadan

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

Saturday, 25 July 2026
Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

Saturday, 25 July 2026
11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.